
PT Rifan Financindo Berjangka - Pasangan mata uang GBP/USD saat ini mengalami tekanan signifikan akibat penguatan dolar AS (USD) yang didorong oleh permintaan safe-haven global seiring meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian pasar. Pound sterling melemah terhadap dolar di tengah sorotan pelaku pasar terhadap konflik di Timur Tengah dan ekspektasi perbedaan kebijakan moneter antara Bank of England (BoE) dan Federal Reserve (The Fed).
- Permintaan Safe-Haven untuk Dolar AS Meningkat
Gejolak geopolitik, khususnya eskalasi konflik di region Teluk Persia, telah memicu gelombang permintaan terhadap aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS, sehingga menekan nilai mata uang berisiko seperti pound. Dolar kini dipandang oleh banyak pelaku pasar sebagai “angkutan terakhir” di tengah ketidakpastian global.
- Ketergantungan Inggris pada Energi Impor
Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas, Inggris rentan terhadap lonjakan harga energi. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik memberikan tekanan terhadap perekonomian Inggris dan secara tidak langsung melemahkan pound.
- Perbedaan Kebijakan Moneter BoE vs The Fed
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga berbeda antara BoE dan The Fed turut mempengaruhi dinamika GBP/USD. Sementara pasar mempertimbangkan kemungkinan suku bunga BoE tetap berhati-hati, imbal hasil obligasi AS yang meningkat memberi dukungan tambahan terhadap dolar.
Analisis Teknis GBP/USD – Level Kunci dan Tren Chart
Level Teknis yang Perlu Dipantau
| Level Teknikal | Level |
| Resistance Kuat | 1.3437 – 1.3550 |
| Support Utama | 1.3200 – 1.3250 |
| Potensi Reversal | Di atas 1.3450 |
Pergerakan teknikal menunjukkan bahwa GBP/USD masih berada di bawah tekanan bearish jangka pendek, dengan resistance signifikan di dekat rata-rata bergerak jangka menengah. Jika pasangan tersebut gagal menembus di atas level resistance kuat, kemungkinan penurunan lanjutan tetap terbuka.
Dampak Data Ekonomi dan Sentimen Pasar pada GBP
Sentimen Risiko Global
Kondisi pasar yang “risk-off” cenderung mendukung dolar, sedangkan perbaikan sentimen risiko dapat secara sementara memperbaiki posisi pound. Pasar terus mengamati perubahan persepsi risiko akibat perkembangan diplomatik, termasuk negosiasi gencatan senjata dan data ekonomi utama.
Data Ekonomi Inggris
Data domestik Inggris seperti penjualan ritel, PMI, serta indikator pasar tenaga kerja secara langsung memengaruhi kepercayaan investor terhadap pound. Kinerja ekonomi yang lebih lemah memperlemah daya tarik GBP dibandingkan USD.
Prospek GBP/USD Jangka Menengah
Skenario Penurunan
- Ketegangan geopolitik terus meningkat.
- Data ekonomi Inggris melemah.
- Dolar tetap kuat karena safe-haven demand dan imbal hasil obligasi AS tinggi.
Jika faktor-faktor tersebut terus bertahan, tekanan jual terhadap GBP/USD akan berlanjut, membuka kemungkinan pair turun menuju support di kisaran 1.3200 bahkan lebih rendah.
Skenario Rebound
- Perkembangan positif pada gencatan senjata atau penurunan risiko konflik.
- Data ekonomi Inggris menunjukkan pemulihan kuat.
- Pound mendapat dukungan dari kebijakan dovish yang kurang agresif di AS.
Dalam skenario ini, GBP/USD bisa merebound, tetapi tetap berada di bawah sorotan data risiko dan situasi pasar global.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh
Sumber : NewsMaker








