AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Jumat, 20 Februari 2026

Proyeksi Kebijakan Moneter: Kapan The Fed Akan Memangkas Suku Bunga?

 [caption id="attachment_12216" align="alignnone" width="300"] Financial downturn concept with gold bars and falling stock market graphs[/caption]

PT Rifan Financindo Berjangka -  Rilis risalah rapat terbaru dari Federal Reserve (The Fed) kembali menegaskan sikap penahanan suku bunga acuan. Namun di balik keputusan “hold remains”, terdapat pergeseran penting dalam penilaian risiko ekonomi, inflasi, serta stabilitas keuangan. Kami menilai perubahan nada (tone shift) dalam risalah ini menjadi katalis utama bagi pergerakan pasar obligasi, dolar AS, dan aset berisiko global.

Artikel ini mengupas secara komprehensif implikasi risalah Federal Open Market Committee (FOMC), termasuk arah kebijakan moneter, risiko inflasi, proyeksi pertumbuhan, serta dampaknya terhadap pasar global.


Keputusan The Fed: Suku Bunga Ditahan di Level Restriktif

Dalam rapat kebijakan terakhir, FOMC sepakat mempertahankan suku bunga acuan di kisaran restriktif. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan wait and see, di mana otoritas moneter menilai kondisi ekonomi masih cukup kuat untuk menahan tekanan inflasi tanpa perlu pengetatan tambahan.

Kami melihat bahwa:

  • Inflasi memang telah melambat dibanding puncaknya.
  • Namun tekanan harga inti masih belum sepenuhnya kembali ke target 2%.
  • Pasar tenaga kerja tetap solid, meski menunjukkan tanda moderasi.

Keputusan menahan suku bunga bukan berarti siklus pengetatan berakhir sepenuhnya, melainkan memberi ruang evaluasi terhadap dampak kebijakan sebelumnya yang bersifat lagging effect.


Pergeseran Sinyal Risiko: Inflasi, Pertumbuhan, dan Stabilitas Keuangan

1. Risiko Inflasi Lebih Seimbang

Risalah menunjukkan bahwa risiko inflasi kini dinilai lebih seimbang dibanding periode sebelumnya. Beberapa anggota FOMC menyoroti:

  • Moderasi permintaan domestik.
  • Normalisasi rantai pasok.
  • Pelambatan pertumbuhan upah.

Namun, masih terdapat kekhawatiran terhadap inflasi jasa yang tetap persisten. Oleh karena itu, The Fed belum sepenuhnya membuka ruang pelonggaran agresif.

2. Risiko Pertumbuhan Ekonomi Mulai Menguat

Nada risalah memperlihatkan bahwa risiko terhadap pertumbuhan ekonomi kini lebih diperhatikan. Beberapa faktor yang disorot:

  • Pengetatan kondisi kredit.
  • Dampak suku bunga tinggi terhadap sektor properti.
  • Penurunan investasi bisnis.

Kami menilai pergeseran ini menjadi indikasi bahwa fokus kebijakan mulai bergerak dari “fight inflation at all costs” menuju keseimbangan antara stabilitas harga dan keberlanjutan ekspansi ekonomi.

3. Stabilitas Sistem Keuangan dalam Sorotan

FOMC juga menyinggung risiko stabilitas keuangan sebagai faktor yang harus dipantau ketat. Kondisi likuiditas perbankan, eksposur terhadap obligasi jangka panjang, serta volatilitas pasar menjadi perhatian.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan mempertimbangkan dampaknya terhadap sistem keuangan secara keseluruhan.


Dampak Risalah FOMC terhadap Pasar Keuangan Global

Rilis risalah FOMC secara historis selalu memicu volatilitas. Dalam konteks saat ini, dampaknya terlihat pada:

Pasar Obligasi AS

Imbal hasil Treasury mengalami fluktuasi seiring ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa mendatang. Jika risiko pertumbuhan semakin dominan, peluang easing meningkat.

Dolar AS

Pergerakan dolar AS sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Nada yang lebih dovish berpotensi menekan dolar, sementara sikap hawkish akan memperkuatnya.

Pasar Saham Global

Sinyal bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut memberikan sentimen positif bagi pasar saham, khususnya sektor teknologi dan growth stocks yang sensitif terhadap biaya modal.



Berdasarkan risalah terbaru, pemangkasan suku bunga belum menjadi agenda jangka pendek. Namun, beberapa poin penting yang kami soroti:

  • Jika inflasi terus menurun konsisten menuju target 2%.
  • Jika pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan signifikan.
  • Jika tekanan sektor kredit meningkat.

Maka ruang pelonggaran akan terbuka.

The Fed tetap menegaskan pendekatan data dependent, artinya setiap keputusan bergantung pada rilis data ekonomi berikutnya seperti CPI, PCE, dan laporan ketenagakerjaan.


PT Rifan Financindo Berjangka - Glh

Sumber : NewsMaker

Kamis, 19 Februari 2026

Indeks Dolar AS (DXY) Stabil di Atas 97: Sinyal Konsolidasi Kuat

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Dolar AS (DXY) kembali menunjukkan ketahanan kuat dengan bertahan stabil di atas level psikologis 97, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve. Pergerakan ini menegaskan bahwa pasar valuta asing tengah berada dalam fase konsolidasi strategis, dengan fokus utama tertuju pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Kami melihat bahwa stabilitas dolar saat ini bukan sekadar reaksi teknikal, melainkan refleksi dari ekspektasi suku bunga, dinamika imbal hasil obligasi, serta sentimen global terhadap risiko.



Indeks Dolar AS atau DXY, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, mempertahankan posisinya di atas 97 setelah sempat mengalami volatilitas moderat pada sesi sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan:

  • Pasar menahan posisi besar menjelang risalah rapat The Fed
  • Tekanan jual dolar terbatas
  • Permintaan safe haven masih terkendali

Kekuatan dolar di kisaran tersebut mencerminkan keseimbangan antara spekulasi pemangkasan suku bunga dan ketahanan ekonomi domestik AS.


Fokus Pasar pada Risalah Federal Reserve: Arah Kebijakan Suku Bunga Jadi Penentu

Risalah rapat Federal Reserve menjadi katalis utama pergerakan pasar saat ini. Dokumen tersebut akan mengungkap:

  • Tingkat kekhawatiran pejabat The Fed terhadap inflasi
  • Sikap terhadap pasar tenaga kerja
  • Indikasi waktu pemangkasan atau penahanan suku bunga

Investor mencari kejelasan apakah bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau mulai membuka ruang pelonggaran.

Setiap sinyal hawkish berpotensi mendorong dolar menguat lebih lanjut, sementara nada dovish dapat memicu tekanan jual.


Imbal Hasil Obligasi AS dan Dampaknya terhadap Dolar

Pergerakan dolar juga sangat berkorelasi dengan imbal hasil Treasury AS. Ketika yield obligasi naik, daya tarik dolar meningkat karena menawarkan return lebih kompetitif.

Saat ini, pasar obligasi bergerak relatif stabil, mencerminkan sikap wait-and-see sebelum risalah The Fed dirilis. Stabilitas yield inilah yang membantu menjaga dolar tetap kokoh di atas 97.


Dinamika Pasar Global: Ekuitas, Komoditas, dan Sentimen Risiko

Selain faktor domestik AS, pergerakan dolar turut dipengaruhi kondisi global:

  • Pasar saham global cenderung bergerak hati-hati
  • Harga emas tertahan akibat dolar yang stabil
  • Mata uang berisiko seperti AUD dan NZD menunjukkan pergerakan terbatas

Dolar tetap menjadi aset lindung nilai utama ketika ketidakpastian meningkat, terutama terkait kebijakan moneter global dan prospek pertumbuhan ekonomi.


Analisis Teknikal DXY: Level Kunci yang Perlu Dicermati

Secara teknikal, posisi DXY di atas 97 memperlihatkan struktur pasar yang solid.

Level penting yang kami amati:

  • Support kuat: 96,50
  • Resistance terdekat: 97,80
  • Resistance psikologis berikutnya: 98,50

Jika risalah The Fed bernada hawkish, potensi penembusan resistance terbuka lebar. Sebaliknya, sinyal dovish dapat mendorong koreksi menuju area support.

 


Faktor Fundamental yang Mendukung Stabilitas Dolar

Beberapa faktor fundamental yang menopang posisi dolar saat ini:

  1. Inflasi AS yang masih relatif tinggi
  2. Pasar tenaga kerja yang solid
  3. Ketahanan konsumsi domestik
  4. Ketidakpastian geopolitik global

Kombinasi faktor tersebut membuat dolar tetap diminati meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga mulai berkembang.


Dampak terhadap Pasangan Mata Uang Utama

Kestabilan dolar di atas 97 berdampak langsung pada pasangan mata uang utama:

  • EUR/USD tertahan akibat diferensial suku bunga
  • USD/JPY tetap sensitif terhadap pergerakan yield AS
  • GBP/USD bergerak terbatas menjelang data ekonomi Inggris

Konsolidasi ini menunjukkan pasar menunggu katalis jelas sebelum mengambil posisi agresif.


PT Rifan Financindo Berjangka - Glh

Sumber : NewsMaker

Rabu, 18 Februari 2026

CPI dan Dampaknya terhadap Harga Perak Global

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga perak (silver) global kembali menghadapi tekanan serius setelah gagal mempertahankan momentum penguatan sebelumnya. Di tengah ketidakpastian makroekonomi, data Consumer Price Index (CPI) menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan selanjutnya. Pasar kini bersiap menghadapi volatilitas lanjutan seiring ekspektasi kebijakan suku bunga yang semakin sensitif terhadap angka inflasi. Perak, sebagai aset safe haven sekaligus logam industri, memiliki karakter unik. Ketika inflasi meningkat dan mendorong bank sentral bersikap hawkish, yield obligasi naik dan dolar AS menguat. Kombinasi ini menciptakan tekanan signifikan terhadap harga logam mulia, termasuk perak.


Data CPI dari Bureau of Labor Statistics menjadi fokus utama pelaku pasar. Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi akan memperkuat peluang pengetatan moneter lanjutan oleh Federal Reserve. Dampaknya langsung terasa pada:

  • Penguatan dolar AS
  • Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah
  • Tekanan jual pada logam mulia

Sebaliknya, CPI yang melandai membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan dan berpotensi menjadi katalis rebound perak.

Struktur Teknikal Silver: Sinyal Pelemahan Berlanjut

Secara teknikal, harga silver menunjukkan pola pelemahan yang konsisten. Breakdown dari level support kunci memperkuat risiko penurunan lanjutan.

Level Penting yang Harus Diperhatikan:

  • Resistance kuat: Area supply jangka pendek yang gagal ditembus
  • Support utama: Zona psikologis yang menjadi penentu tren menengah
  • Breakdown support: Konfirmasi potensi bearish lanjutan

Indikator teknikal seperti RSI dan MACD mengindikasikan momentum negatif masih dominan. Volume perdagangan juga menunjukkan tekanan distribusi lebih besar dibanding akumulasi.

Faktor Fundamental Tambahan yang Membebani Perak

Selain CPI, terdapat beberapa faktor lain yang menambah tekanan:

1. Permintaan Industri Melambat

Perak memiliki porsi besar dalam sektor industri, termasuk elektronik dan energi surya. Perlambatan manufaktur global menekan permintaan fisik.

2. Arus Modal ke Aset Berimbal Hasil

Kenaikan suku bunga mendorong investor beralih ke instrumen berbasis yield, mengurangi daya tarik perak yang tidak memberikan imbal hasil.

3. Sentimen Risiko Global

Perbaikan sentimen risiko mengurangi kebutuhan lindung nilai terhadap aset safe haven.

Skenario Pergerakan Silver ke Depan

Skenario Bearish (CPI Tinggi)

  • Dolar menguat tajam
  • Yield obligasi melonjak
  • Silver berpotensi menembus support kunci
  • Target penurunan ke level teknikal berikutnya

Skenario Bullish (CPI Melandai)

  • Dolar melemah
  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga meningkat
  • Short covering terjadi
  • Silver rebound menuju resistance terdekat

Strategi Menghadapi Volatilitas Silver

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan disiplin menjadi kunci:

  • Fokus pada level teknikal utama
  • Perhatikan jadwal rilis CPI
  • Gunakan manajemen risiko ketat
  • Hindari overexposure menjelang data inflasi

 

Sumber : NewsMaker

Jumat, 06 Februari 2026

Kinerja Indeks Nikkei dan Topix: Penguatan Terukur di Tengah Ketidakpastian

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Kami mencermati pergerakan pasar saham Jepang yang kembali menguat secara terbatas setelah tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Rebound tipis ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang kini sepenuhnya memusatkan perhatian pada hasil pemilu akhir pekan serta implikasinya terhadap stabilitas politik, arah kebijakan fiskal, dan strategi moneter Jepang ke depan.

Indeks Nikkei 225 bergerak naik moderat, sementara Topix juga menunjukkan penguatan terbatas. Kenaikan ini tidak bersifat agresif, menandakan investor memilih menunggu kepastian sebelum mengambil posisi besar.



Pada perdagangan terakhir, indeks Nikkei 225 mencatatkan kenaikan tipis yang didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar di sektor teknologi dan manufaktur. Namun, volume transaksi relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata harian, mencerminkan minimnya aksi spekulatif.

Topix, yang merepresentasikan spektrum saham lebih luas, ikut menguat tetapi dengan laju yang serupa. Pola ini menegaskan bahwa rebound yang terjadi lebih bersifat teknikal dan defensif, bukan sinyal pembalikan tren jangka panjang.


Fokus Investor pada Pemilu Jepang Akhir Pekan

Perhatian utama pasar tertuju pada pemilu akhir pekan yang dinilai krusial bagi kesinambungan kebijakan ekonomi Jepang. Investor global menilai stabilitas politik sebagai faktor kunci untuk menjaga kepercayaan pasar, khususnya di tengah kondisi global yang masih rapuh.

Beberapa isu yang menjadi sorotan pelaku pasar antara lain:

  • Keberlanjutan stimulus fiskal untuk mendorong konsumsi domestik
  • Dukungan pemerintah terhadap sektor industri strategis
  • Komitmen terhadap reformasi struktural dan tata kelola perusahaan

Ketidakpastian hasil pemilu membuat investor memilih strategi wait and see, sehingga potensi kenaikan pasar masih tertahan.


Peran Bank of Japan dan Ekspektasi Kebijakan Moneter

Bank of Japan (BoJ) tetap menjadi faktor fundamental dalam pergerakan saham Jepang. Kebijakan suku bunga ultra-longgar dan pengendalian kurva imbal hasil masih menjadi penopang utama pasar ekuitas.

Namun, pelaku pasar mulai menghitung kemungkinan penyesuaian kebijakan dalam jangka menengah, terutama jika tekanan inflasi berlanjut. Ekspektasi ini membuat investor lebih selektif dalam memilih saham, dengan fokus pada emiten yang memiliki fundamental kuat dan daya tahan terhadap perubahan suku bunga.


Pergerakan Sektor Unggulan Saham Jepang

Sektor Teknologi dan Elektronik

Saham teknologi menunjukkan kinerja relatif lebih baik, didukung oleh pelemahan yen yang meningkatkan daya saing ekspor. Emiten semikonduktor dan produsen komponen elektronik menjadi kontributor utama penguatan indeks.

Sektor Otomotif

Saham otomotif bergerak variatif. Optimisme terhadap permintaan global masih dibayangi oleh risiko perlambatan ekonomi di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Sektor Keuangan

Perbankan cenderung bergerak datar, seiring kehati-hatian investor terhadap prospek margin bunga di tengah kebijakan moneter yang masih akomodatif.


Sentimen Global dan Dampaknya terhadap Bursa Jepang

Bursa Jepang juga dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya pergerakan Wall Street dan pasar Asia lainnya. Data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan bank sentral global turut membentuk ekspektasi investor terhadap arus modal asing ke Jepang.

Penguatan dolar AS dan fluktuasi harga komoditas menjadi faktor eksternal yang ikut memengaruhi pergerakan indeks Nikkei secara jangka pendek.

 

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Glh

Sumber : NewsMaker

Kamis, 05 Februari 2026

Pasar Saham Asia Menguat di Tengah Keraguan Global: Analisis Mendalam dan Prospek Investor



PT Rifan Financindo Berjangka - Pasar saham Asia menunjukkan penguatan moderat pada perdagangan terbaru, mencerminkan optimisme selektif pelaku pasar meskipun sentimen global masih dibayangi ketidakpastian. Indeks utama di kawasan Asia-Pasifik bergerak variatif, dengan kenaikan dipimpin oleh sektor teknologi, konsumen, dan manufaktur berorientasi ekspor. Namun, volume transaksi relatif terbatas, menandakan sikap hati-hati investor terhadap risiko makroekonomi global.

Faktor Pendorong Kenaikan Pasar Asia

Optimisme Terbatas dari Wall Street

Kami mencermati pengaruh positif dari penutupan bursa Amerika Serikat yang stabil, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Kinerja Wall Street yang cenderung menguat memberikan sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong reli besar di Asia.

Stabilitas Kebijakan Moneter Regional

Bank sentral di kawasan Asia mempertahankan pendekatan kebijakan yang terukur. Sikap ini membantu menjaga stabilitas nilai tukar dan imbal hasil obligasi, sehingga mendukung aliran dana ke pasar saham. Investor institusional menilai kebijakan moneter yang konsisten sebagai penopang utama kepercayaan pasar.

Data Ekonomi Regional yang Beragam

Rilis data manufaktur dan konsumsi domestik di beberapa negara Asia menunjukkan perbaikan bertahap. Namun, indikator perdagangan internasional masih mencerminkan perlambatan, terutama akibat permintaan global yang belum sepenuhnya pulih.

Sumber Keraguan Investor di Kawasan Asia

Ketidakpastian Kebijakan Suku Bunga Global

Kami melihat investor tetap waspada terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia. Ekspektasi pengetatan atau pelonggaran yang berubah-ubah memicu volatilitas jangka pendek dan membatasi keberanian investor untuk meningkatkan eksposur risiko.

Risiko Geopolitik dan Perdagangan

Ketegangan geopolitik serta dinamika kebijakan perdagangan internasional masih menjadi faktor pembatas. Potensi gangguan rantai pasok dan perubahan tarif berdampak langsung pada prospek laba perusahaan Asia yang bergantung pada ekspor.

Fluktuasi Nilai Tukar

Pergerakan mata uang Asia yang tidak seragam turut memengaruhi sentimen pasar. Apresiasi mata uang tertentu memberikan tekanan pada eksportir, sementara depresiasi meningkatkan biaya impor dan inflasi domestik.

Kinerja Indeks Utama Asia

Jepang: Nikkei Menguat dengan Dukungan Teknologi

Indeks Nikkei mencatat kenaikan terbatas, ditopang oleh saham teknologi dan otomotif. Melemahnya yen secara terkendali memberikan keuntungan kompetitif bagi eksportir besar Jepang.

Tiongkok dan Hong Kong: Pergerakan Selektif

Pasar Tiongkok daratan dan Hong Kong bergerak fluktuatif. Investor fokus pada kebijakan stimulus dan kinerja sektor properti, yang masih menghadapi tantangan struktural.

Asia Tenggara: Optimisme Domestik Menahan Tekanan Eksternal

Bursa Asia Tenggara menunjukkan ketahanan relatif berkat konsumsi domestik yang solid. Namun, arus modal asing masih berhati-hati, seiring evaluasi risiko global.

Dampak bagi Strategi Investasi

Kami menilai kondisi pasar saat ini mendorong pendekatan investasi yang selektif dan berbasis fundamental. Sektor dengan neraca kuat, arus kas stabil, dan eksposur domestik tinggi cenderung lebih diminati. Diversifikasi lintas sektor dan negara menjadi kunci untuk mengelola volatilitas.

Prospek Pasar Saham Asia ke Depan

Dalam jangka pendek, pasar saham Asia berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan volatilitas moderat. Katalis utama akan berasal dari kejelasan kebijakan moneter global, rilis data inflasi, serta perkembangan geopolitik. Dalam jangka menengah, perbaikan permintaan domestik dan stabilitas kebijakan regional dapat menjadi fondasi penguatan yang lebih berkelanjutan.

Peta Relasi Faktor Global dan Pasar Asia

flowchart TD

    A[Wall Street Stabil] --> B[Sentimen Positif Asia]

    C[Kebijakan Moneter Global] --> D[Volatilitas Pasar]

    D --> B

    E[Data Ekonomi Regional] --> B

    F[Risiko Geopolitik] --> D

    B --> G[Penguatan Terbatas Pasar Asia]

Kesimpulan

Kami melihat penguatan pasar saham Asia saat ini sebagai refleksi keseimbangan antara optimisme selektif dan kehati-hatian global. Dengan strategi investasi yang disiplin dan fokus pada kualitas fundamental, pelaku pasar dapat memanfaatkan peluang yang muncul di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung.

PT Rifan Financindo Berjangka - Glh