AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label Lorenzo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lorenzo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Januari 2018

Ducati Luncurkan Desmosedici 2018 | PT Rifan Financindo

Jakarta, RifanFinancindoDucati secara resmi meluncurkan motor untuk MotoGP musim 2018. Desmosedici tampil dengan wajah baru: kombinasi warna merah, abu-abu, dan putih.

Ducati meluncurkan Desmosedici 2018 di Bologna, Senin (15/1/2018) petang WIB. Acara dibuka dengan sambutan dari CEO Ducati Claudio Domenicali, lalu berturut-turut para pejabat dan petinggi tim,

Manajer Umum Luigi Dall'Igna memberikan sedikit gambaran dan apa yang bisa diharapkan dari Desmosedici 2018. Manajer Tim Davide Tardozzi dan Direktur Olahraga Paolo Ciabatti lalu melanjutkan memberi sambutannnya.

Momen yang dinantikan pun tiba, ketika motor utama Ducati untuk musim 2018 diperkenalkan untuk kali pertama. Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo masuk ke panggung dengan motor masing-masing, dibumbui musik latar yang dramatis.

Desmosedici 2018 pun pada prosesnya menunjukkan rupanya sepenuhnya. Musim ini mereka tampil lebih garang dengan penambahan unsur warna abu-abu, di tengah warna khas mereka yakni merah dan putih.

Selain itu tampak pula fairing lebar Desmosedici dengan winglet-nya. Untuk sektor performa sendiri, Ducati menjanjikan tenaga yang lebih besar dan tunggangan yang lebih enak dan mudah dikontrol.

"Ini sungguh menakjubkan, sangat indah. Setiap motor yang sebelumnya bisa saya tunggangi itu sudah cantik, tapi ini punya sesuatu yang berbeda. Kami menambahkan sejumlah warna abu-abu, menjadi lebih agresif, lebih menakjubkan," kata Dovizioso dikutip Autosport.

"Anda harus menaikkan level setiap harinya jadi target kami sekarang adalah untuk bersaing mendapatkan gelar juara dunia. Itu tidak mudah, tapi inilah yang harus kami kerjakan, tampil seperti kami di 2017," imbuhnya.

Sementara tampilan mukanya sudah definitif, di sektor performa Ducati menyebut segala sesuatunya masih dalam pengembangan. Gigi Dall'Igna memperkirakan versi final Desmosedici 2018 akan tersaji di seri kedua atau ketiga musim ini. 


sumber: detik


Baca juga:

Senin, 12 Oktober 2015

Sayangkan Hasil di Motegi, Lorenzo Kini Ingin Sapu Bersih Kemenangan

Sayangkan Hasil di Motegi, Lorenzo Kini Ingin Sapu Bersih Kemenangan
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Jorge Lorenzo bukan saja kehilangan peluang menang di MotoGP Jepang melainkan juga harus puas finis di posisi tiga. Tahu berandai-andai takkan mengubah apa-apa, ia kini fokus ke tiga balapan sisa.

Start dari posisi terdepan di Motegi, Minggu (11/10/2015) siang WIB, Lorenzo juga mengawali balapan dengan prima. Rider Movistar Yamaha itu langsung tancap gas sedari awal untuk memimpin balapan.

Terus berada di garis terdepan, Lorenzo akhirnya kehilangan tempat setelah disalip Dani Pedrosa dari Repsol Honda ketika balapan menyisakan tujuh putaran lagi.

Rasa kecewa Lorenzo bertambah besar karena setelah itu giliran Valentino Rossi, rekan setim sekaligus pesaing utamanya di klasemen pebalap saat ini, yang melewatinya.

"Ini amat disayangkan karena jika hari ini lintasannya tidak mengering maka aku yang akan menang. Mungkin menggeber di awal membuat kondisi ban depanku jadi lebih buruk," ujar Lorenzo seperti dikutip Crash.

"Ada garis balap kering dan aku tidak bisa mengikuti mereka (Pedrosa dan Rossi). Aku harus berusaha keras. Sekarang tinggal ada satu target dan itu adalah memenangi tiga balapan terakhir. Kita akan lihat apa aku bisa melakukannya," imbuhnya.

Hasil dalam MotoGP Jepang tersebut membuat Lorenzo kini menempati posisi dua klasemen sementara pebalap dengan tertinggal 18 poin dari Rossi, bertambah empat poin dari jarak sebelumnya.

Balapan musim ini tinggal menyisakan tiga seri lagi yakni MotoGP Australia di Phillip Island, MotoGP Malaysia di Sepang, dan MotoGP Valencia di Ricardo Tormo.

Sumber: http://sport.detik.com

Senin, 28 September 2015

Rossi vs Lorenzo: Bertolak dari Aragon Menuju Empat Seri Pamungkas

Rossi vs Lorenzo: Bertolak dari Aragon Menuju Empat Seri Pamungkas
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -  Hasil di MotoGP Aragon sudah membuat persaingan juara dunia kian panas. Empat seri terakhir pun bakal kian dinantikan.

Rider Movistar Yamaha Jorge Lorenzo, tampil sebagai pemenang di salah satu sirkuit Spanyol tersebut Minggu (27/9/2015) kemarin. Itu menjadi kemenangan keenamnya musim ini sekaligus sebuah respons positif usai gagal menambah angka di Misano lalu.

Sementar itu rekan setim Lorenzo sekaligus pemuncak klasemen sementara, Valentino Rossi, finis ketiga. Itu membuatnya kembali mengakrabi podium setelah di Misano lalu gagal melakukannya dengan finis kelima--non-podium pertama untuk Rossi.

Hasil-hasil tersebut membuat keunggulan Rossi (263 poin) di puncak klasemen kini tinggal tersisa 14 poin saja dari Lorenzo (249 poin) yang menempati peringkat dua, dengan menyisakan empat seri balapan musim ini.

Secara matematis persaingan musim ini sejatinya masih melibatkan rider Repsol Honda Marc Marquez (184 poin) dan bahkan Andrea Iannone (172 poin) dari Ducati yang menempati posisi empat, karena empat kemenangan di seri sisa bakal berarti tambahan 100 poin.

Akan tetapi, secara realistis hal itu terbilang sulit mengingat konsistensi Rossi dan Lorenzo; finis kelima jadi posisi terburuk Rossi yang mengecualikan hasil itu selalu naik podium dan Lorenzo baru sekali gagal menambah angka dan sudah 8 kali naik podium. Di sisi lain konsistensi bukanlah sobat Marquez musim ini karena ia sudah lima kali crash, sedangkan Iannone baru mampu dua kali naik podium tanpa kemenangan.

Maka persaingan berebut gelar juara dapat dibilang tinggal jadi milik Rossi dan Lorenzo di empat seri terakhir--Motegi, Phillip Island, Sepang, dan Ricardo Tormo.

Motegi, Jepang, akan menjadi balapan pertama dari empat final tersebut pada 11 Oktober depan. Phillip Island, Australia, menyusul sepekan berselang. Sepang, Malaysia, lalu dihelat pada 25 Oktober dan Ricardo Tormo, Valencia, menjadi seri pamungkas pada 8 November.

Sebagai catatan, musim lalu Lorenzo jadi pemenang di Motegi sedangkan Rossi finis ketiga. Sementara di Phillip Island 2014, Rossi-lah yang berjaya dengan Lorenzo finis di posisi dua. Di Sepang pada tahun yang sama, balapan dimenangi Marquez dengan Rossi dan Lorenzo secara berurutan finis di posisi dua dan tiga. Sedangkan di Ricardo Tormo tahun lalu, yang juga dimenangi Marquez, Rossi finis kedua sedangkan Lorenzo gagal finis.

Catatan-catatan tahun lalu itu setidaknya menjadi sedikit gambaran betapa duel Rossi versus Lorenzo di empat seri sisa berpotensi mencapai klimaksnya setelah 14 seri nan sengit telah berlalu.

Anda jagokan siapa?

Sumber: http://sport.detik.com