AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label pasar saham asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasar saham asia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2015

IHSG Kompak Menguat Bersama Pasar Saham Asia

IHSG Kompak Menguat Bersama Pasar Saham Asia
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 41 poin mengekor penguatan pasar saham Asia. Bursa global yang semalam positif juga memberi dorongan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat. Dolar AS berada di Rp 14.049 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 14.055.

Pada perdagangan preopening, IHSG menanjak 41,546 poin (0,94%) ke level 4.450,718. Sedangkan Indeks LQ45 melonjak 11,784 poin (1,56%) ke level 768,154.

Membuka perdagangan, Rabu (16/12/2015), IHSG menguat 39,738 poin (0,90%) ke level 4.448,910. Indeks LQ45 naik 10,592 poin (1,40%) ke level 766,962.

Aksi beli saham sudah marak sejak pembukaan perdagangan. Seluruh indeks sektoral kompak menguat di zona hijau.

Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG bertambah 31,458 poin (0,71%) ke level 4.440,630. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 7,357 poin (0,97%) ke level 763,727.

Kemarin IHSG rebound 34 poin berkat aksi beli investor domestik. Indeks berhasil tembus lagi level 4.400.

Wall Street naik cukup tinggi didorong penguatan saham-saham energi dan finansial. Penguatan ini terjadi jelang pertemuan The Federal Reserve (The Fed).

Bursa-bursa regional kompak menguat pagi ini. Sentimen positif datang dari bursa global yang semalam menguat.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 330,22 poin (1,78%) ke level 18.896,12.
  • Indeks Hang Seng menanjak 361,63 poin (1,70%) ke level 21.636,00.
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 12,92 poin (0,37%) ke level 3.523,27.
  • Indeks Straits Times naik 13,34 poin (0,47%) ke level 2.828,86.

Sumber: finance.detik.com/

Kamis, 01 Oktober 2015

Bursa Global dan Regional Dukung IHSG Menguat

Bursa Global dan Regional Dukung IHSG Menguat
Jakarta, Rifan Financindo Berjangaka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melaju 45 poin didorong aksi yang cukup ramai. Dana asing masuk lagi ke lantai bursa hampir Rp 300 miliar.

Menutup perdagangan, Rabu (30/9/2015), IHSG melaju 45,500 poin (1,09%) ke level 4.223,908. Sementara Indeks LQ45 menanjak 8,270 poin (1,19%) ke level 704,976.

Semalam bursa saham Wall Street naik tajam di akhir kuartal III-2015. Didorong aksi borong saham murah oleh investor, termasuk saham bioteknologi yang sudah jatuh harganya.

Indeks saham Dow Jones naik 235,57 poin (1,47%) menjadi 16.284,7. Indeks S&P 500 naik 35,94 poin (1,91%) ke 1.920,03. Sementara indeks Nasdaq naik 102,84 poin (2,28%) menjadi 4.620,17.

Hari ini IHSG diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatan. Sentimen yang beredar dari pasar global dan regional memberi dukungan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik 64,80 poin (0,37%) ke level 17.452,95.
  • Indeks Straits Times menguat 9,75 poin (0,35%) ke level 2.800,64.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
IHSG kemarin berhasil melanjutkan rebound tutup di atas 4200 yaitu di 4223,908 atau menguat 45,50 poin (1,1%) di 4223,908. Penguatan IHSG pada perdagangan akhir kuartal tiga kemarin terutama ditopang optimisme pasar terhadap paket kebijakan ekonomi tahap II yang diumumkan hari sebelumnya dan pergerakan positif di sejumlah pasar saham global dan kawasan. Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin turut menguat 0,5% di Rp14657 pasca pengumuman kebijkaan paket ekonomi tahap II. Membaiknya sentimen pasar juga tercermin dari mulai masuknya kembali dana asing di pasar saham setelah sejak 15 September lalu terus mencatatkan nilai penjualan bersih. Kemarin nilai pembelian bersih asing mencapai Rp288 miliar.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi penopang penguatan IHSG kemarin. Salah satu kebijakan pemerintah dalam paket ekonomi tahap II adalah memberikan potongan pajak atas deposito devisa hasil ekspor dinilai akan mendorong para eksportir untuk menyimpan devisa hasil ekspornya lebih lama di sistem perbankan dalam negeri. Apabila ini terjadi maka akan memberikan peluang penguatan rupiah atas dolar AS. Namun demikian pasar saham sepanjang September lalu melanjutkan tren bearish dengan koreksi hingga 6,34% melanjutkan koreksi bulan sebelumnya 6,10%. Sedangkan nilai tukar rupiah atas dolar AS sepanjang September anjlok hingga 4,5%.

Sementara itu bursa saham global tadi malam menutup akhir kuartal tiga berhasil rebound. Indeks Eurostoxx di zona Euro naik 2,34% di 3100,67. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street menguat masing-masing 1,47% dan 1,91% tutup di 16284,70 dan 1920,03. Harga minyak mentah naik tipis 0,29% di USD45,36/barel. Penguatan di Wall Street dipicu aksi window dressing pemodal menutup akhir 3Q15 dan rebound saham-saham berbasiskan teknologi dan bioteknologi setelah beberapa sesi terakhir tertekan.

Memasuki perdagangan awal Oktober ini, pemodal akan digerakkan dengan sejumlah sentimen data ekonomi makro seperti dari dalam negeri data inflasi dan dari kawasan data final manufacturing indeks China. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4170 dan resisten di 4270 berpeluang melanjutkan penguatannya, terutama juga ditopang potensi penguatan rupiah atas dolar AS.

OSO Securities
IHSG kembali melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan kemarin dengan naik sebesar 1.09% ke leve l 4,223.91. Mayoritas indeks sektoral berhasil menguat, dipimpin oleh sektor Finance dan Trade yang masing-masing mencatatkan penguatan sebesar 2.16% dan 2.1%. Sentimen positif pergerakan indeks kemarin dipicu oleh respon positif para pelaku pasar atas kebijakan paket ekonomi jilid II yang rilis dua hari lalu (29/09), serta paket kebijakan BI jilid II yang melengkapinya. Sinergi ini memunculkan persepsi bahwa BI dan pemerintah berjalan bersama mengatasi goncangan rupiah serta mendorong investasi dan mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pelaku pasar asing juga sudah mulai melakukan aksi beli, dimana kemarin Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 288.06 miliar.

Dari bursa Asia, semua indeks berhasil mencatatkan penutupan pada zona hijau. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh indeks Nikkei yang menguat cukup signifikan ke level 2.70% dan Hangseng yang naik sebesar 1.41%.

Seluruh bursa Wall Street mencatatkan penguatan pada perdagangan semalam. Indeks Dow Jones naik sebesar 1.47% ke level 16,284.70, indeks S&P 500 naik 1.91% ke level 1,920.03 dan indeks Nasdaq menguat sebesar 2.28% ke level 4,620.17. Penguatan yang terjadi pada bursa saham AS dipicu oleh kenaikan data Adp Employement Change bulan September yang naik menjadi 200K dari sebelumnya 186K, atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang hanya 194K.
Sementara itu, bursa Eropa yang sebelumnya mengalami koreksi, semalam berhasil ditutup rebound dengan mayoritas naik diatas 2%, ditengah rilisnya inflasi inti kawasan Zona Eropa bulan September yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar yaitu sebesar 0.9%. Indeks FTSE naik sebesar 2.58% ke level 6,061.61, indkes CAC 40 menguat 2.57% ke leve l 4,454.29 dan DAX menguat 2.22% ke level 9,660.44.

Kami perkirakan IHSG hari ini masih akan kembali melanjutkan penguatan. Secara teknikal, indikator stochastic oscilator dan RSI menguat, didukung oleh penguatan pada MACD histogram. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 4185- 4271.

Sumber: 

Selasa, 29 September 2015

Anjlok 2%, IHSG Balik ke Level 4.000

 
 
 
Anjlok 2%, IHSG Balik ke Level 4.000

Jakarta, Rifan Financindo Berjangaka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh cukup dalam terseret sentimen negatif pasar saham global dan regional. Indeks pun kembali ke level 4.000-an.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 14.731 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.695 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG jatuh 49,922 poin (1,21%) ke level 4.070,580. Sedangkan Indeks LQ45 anjlok 12,786 poin (1,88%) ke level 667,517.

Mengawali perdagangan, Selasa (29/9/2015), IHSG dibuka terpangkas 66,417 poin (1,61%) ke level 4.054,085. Indeks LQ45 terkoreksi 16,000 poin (2,35%) ke level 663,748.

Aksi jual sudah ramai sejak pembukaan perdagangan, menyeret IHSG jatuh ke zona merah. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.

Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG terjun 81,613 poin (1,98%) ke level 4.038,349. Sementara Indeks LQ45 menukik 17,268 poin (2,54%) ke level 663,035.

Kemarin IHSG masih belum berhenti melemah. Kali ini jatuh 88 poin akibat tekanan jual dari investor asing.

Bursa saham Wall Street turun tajam pada perdagangan Senin. Wall Street menuju kuartal terburuknya dalam 4 tahun terakhir, karena kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi di China, dan potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed).

Bursa-bursa regional membuka perdagangan dengan koreksi tajam akibat sentimen negatif dari bursa global. Aksi jual saham pun sulit dibendung.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:


  • Indeks Nikkei 225 anjlok 543,26 poin (3,08%) ke level 17,101.85.
  • Indeks Hang Seng terjun 757,34 poin (3,57%) ke level 20.428,98.
  • Indeks Komposit Shanghai terpangkas 35,64 poin (1,15%) ke level 3.065,11.
  • Indeks Straits Times jatuh 45,26 poin (1,62%) ke level 2.746,66.

Sumber: http://finance.detik.com/

Senin, 28 September 2015

Saham Perdana Victoria Insurance Naik 19 % Jadi Rp 125

Saham Perdana Victoria Insurance Naik 19 % Jadi Rp 125
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Saham PT Victoria Insurance Tbk (VINS) pada perdagangan perdananya dibuka naik di level Rp 125 per lembar dari posisi harga penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di level Rp 105 per lembar.

Saham VINS menyentuh level terendah di angka Rp 125 per lembar dan sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp 150 per lembar.

Saham ini ditransaksikan sebanyak 8 kali dengan volume 2.800 lot dan nilainya mencapai Rp 35 juta.

"Ini untuk memperkuat jaringan usaha kami ke masa yang akan datang. Pada tahun yang akan datang akan memasuki masa keterbukaan dan persaingan yang lebih keras," ujar Direktur Utama VINS Loekito Saggitariono saat pencatatan saham perdana VINS di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/9/2015).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyebutkan, VINS merupakan emiten ke-517 yang tercatat di BEI.

Pencatatan saham dilakukan untuk permodalan jangka panjang. Efisiensi bisa didapatkan. Ini adalah perusahaan insurance pertama yang melantai di bursa.

"Tolong jaga keterbukaan, transparansi, dan kejujuran. Sebanyak 400 ribu investor yang telah terdaftar di BEI akan mendoakan saham ini," katanya.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi umum ini melakukan penawaran umum perdana saham sejumlah 376.000.000 saham biasa yang merupakan saham baru yang berasal dari portepel atau sebesar 25,92% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham dengan nilai nominal Rp 100.

Bersamaan dengan itu, perseroan juga menawarkan waran seri I sebanyak 376.000.000 yang menyertai saham biasa atau sebanyak 34,99% terhadap keseluruhan modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 110 setiap waran yang dieksekusi.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal penjatahan yang dikeluarkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora sebagai biro administrasi efek dalam penawaran umum perdana saham tersebut.

Dana yang diperoleh dari hasil IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi efek seluruhnya akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja untuk memperkuat struktur pemodalan perseroan sehingga meningkatkan kemampuan perseroan perseroan dalam menaggung risiko sendiri yang lebih besar dan meningkatkan rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) dalam rangka mengantisipasi pertumbuhan bisnis asuransi perseroan.

Di mana dana-dana tersebut akan ditempatkan dalam instrumen-instrumen investasi seperti deposito, obligasi, saham, dan lain-lain.

Sumber: http://finance.detik.com/

Jumat, 25 September 2015

Sempat Dibuka Positif, IHSG Lalu Kembali ke Zona Merah

Sempat Dibuka Positif, IHSG Lalu Kembali ke Zona Merah
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik tipis 3 poin pada perdagangan pagi ini. Sektor consumer goods memimpin kenaikan. Namun 5 menit setelahnya kembali ke jalur negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka pada posisi Rp 14.680 per dolar AS.

Pada pre opening pagi ini, IHSG naik 6,303 poin (0,15%) ke 4.250,730.

Saat pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (25/9/2015), IHSG dibuka naik 3,794 poin (0,09%) ke level 4.248,221. Indeks LQ45 dibuka turun 0,961 poin (0,14%) ke level 708,825.

Namun hingga pukul 09.05 JATS, IHSG kembali ke zona merah, dengan turun 0,34% atau 14,373 poin, ke level 4.320,054.

Semalam, bursa saham Wall Street ditutup turun. Ini didorong oleh ketidakpastian soal kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed, dan perlambatan ekonomi dunia.

Bursa-bursa regional pagi ini bergerak bervariasi. Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:
  • Indeks Nikkei naik 10,73 poin (0,06%) ke 17.582,56
  • Indeks Komposit Shanghai turun 5,16 poin (0,16%) ke level 3.137,53
  • Indeks Straits Times turun 19,10 poin (0,38%) ke level 2.839,76

Sumber: http://finance.detik.com/

Senin, 31 Agustus 2015

Saham Bank Besar Berguguran, IHSG Dibuka Terkoreksi

terjun-bebas-ihsg-dibuka-turun-3-BYGzqt9UlG
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Pergerekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Pelemahan yang terjadi di saham-saham perbankan, membuat IHSG dibuka turun 0,4 poin menjadi 4.445.
Pagi ini, 14 saham menguat, 16 saham melemah dan 15 saham stagnan. Membuka perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp153,04 miliar dari 141 juta lembar saham diperdagangkan.
Managing Director Omni Invest, Andry Tjoe, mengatakan IHSG masih mempunyai potensi menguat terkait sentimen minggu lalu. Meski demikian, dia mengatakan akan ada aksi ambil untung hari ini.
"Sesi I akan naik, tapi kenaikan yang cukup tinggi akan membuat adanya profit takingjangka pendek. Kalau turun kita lihat apakan akan terjadi sesaat saja," jelas dia dalam acara Market Sight di iBCM, Jakarta, Senin (31/8/2015).
Indeks LQ45 turun 0,3 poin menjadi 756, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,8 poin atau 0,3 persen ke 587, indeks IDX30 turun 0,3 persen menjadi 393 dan indeks MNC36 turun 0,3 poin menjadi 243.
Sektor-sektor penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor perkebunan, konsumsi, tambang, manufaktur dan perdagangan menguat. Sementara industri dasar, keuangan, infrastruktur, aneka industri dan properti melemah.
Di Asia, indeks Nikkei turun 194 poin atau 1,02 persen menjadi 18.941, indeks Hang Seng turun 43 poin atau 0,2 persen menjadi 21.568, dan indeks Straits Times Turun menjadi 2.955.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp900 ke Rp38.900, saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp625 ke Rp18.700, dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp550 ke Rp42.550.
Sedangkan saham-saham yang berada dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp60 menjadi Rp4.950, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp50 menjadi Rp9.025 dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp25 menjadi Rp12.825.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Selasa, 28 Juli 2015

Pasar Saham Asia Saling Menguatkan

1630438Bursa780x390
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Pasar saham Asia akan saling menguatkan dan melanjutkan aksi jual pada Selasa, setelah di awal pekan, bursa saham China melemah tajam. Indeks saham China Shanghai turun sekitar 8,5 persen. Penurunan indeks saham ini terburuk sejak Juni 2007.
Ekuitas dalam perekonomian terbesar kedua di dunia membukukan penurunan terbesar satu hari dalam delapan tahun pada Senin. Data yang dirilis Senin menunjukkan keuntungan industri turun 0,3 persen tahun-ke-tahun di bulan Juni, sementara indeks China Caixin mengejutkan pasar dengan jatuh ke level terendah dalam 15 bulan.
"Panggilan margin, dan beberapa perhentian perdagangan saham, kerusakan sentimen sudah rapuh pada saat pertumbuhan China berada di bawah, " kata analis dari National Australia Bank dalam sebuah catatan, dilansir dari CNBC, Selasa, 28 Juli 2015.
Setelah saham jatuh, China Securities Regulatory Commission mengatakan bahwa pemerintah daerah akan meningkatkan pembelian saham dalam upaya untuk mendukung pasar ekuitas.
Sementara itu, di ruang komoditas, harga emas turun 0,5 persen pada US$1,093.06 per ons, merayap mendekati pekan lalu lima, sebagai harapan untuk kenaikan suku bunga di AS.
Minyak mentah berjangka mencapai posisi terendah empat bulan; Minyak mentah Brent menetap US$1,15 menjadi US$53,47 per barel, dan minyak mentah AS ditutup turun 75 sen pada US$47,39.
Nikkei Jepang 225 kemungkinan akan jatuh, setelah Chicago dan Osaka berjangka yang diperdagangkan di 20.170 dan 20.130, di bawah penutupan indeks sebelumnya dari 20.350.
Saham Australia turun 0,7 persen menjadi 5.496, 93-point diskon untuk indeks S & P ASX 200 yang mendasarinya. Kekhawatiran tentang pertumbuhan di daratan - pasar ekspor terbesar Australia - kemungkinan akan meredam sentimen.
Wall Street tenggelam semalam, dengan Nasdaq Composite turun hingga satu ersen. Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,7 persen, sementara S & P 500 ditutup turun 0,6 persen.

Kamis, 02 Juli 2015

Pasar Saham Asia Datar

Pasar Saham Asia Datar
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Pasar saham Asia disebut-sebut akan mengalami pergerakan pada perdagangan yang dibuka Kamis pagi. Hal tersebut dipicu adanya optimisme dari pasar saham Wall Street. Namun ketidakpastian utang Yunani masih membatasi investor untuk mengambil keuntungan.
Kurang dari 24 jam setelah ia menulis surat damai kepada kreditur meminta bailout baru, Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menyampaikan pidato agresif di televisi lokal, mendesak Yunani untuk memilih "No" pada referendum pada tanggal 5 Juli.
Pernyataan datang sehari setelah negara tersebut kekurangan uang dan merupakan negara kaya pertama yang default pada pada Dana Moneter Internasional (IMF).
Jepang Nikkei 225 yang diperdagangkan di 20.600 dan 20.510, keduanya lebih tinggi dari penutupan sebelumnya indeks dari 20.329.
Saham Australia ditetapkan sebagai futures lokal beringsut turun 0,1 persen menjadi 5.475, 40-point diskon untuk mendasari indeks S & P ASX 200.
Saham AS berakhir lebih tinggi, dengan bantuan data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Dow Jones Industrial Average dan S & P 500 naik 0,79 dan 0,69 persen, Nasdaq ditutup naik 0,53 persen.

Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/