AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label donal trump. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label donal trump. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2016

Trump & Strategi Disinformasi lewat Twitter | PT Rifan Financindo Berjangka


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) sudah hampir dipastikan akan dipegang oleh Donald Trump. Namun pengusaha ini disebut masih belum melepas strategi yang dipakainya di Twitter ketika kampanye, yakni disinformasi.

Sudah bukan rahasia umum kalau Pemilihan Presiden (Pilpres) AS tahun 2016 ini benar-benar memanfaatkan media sosial. Praktis layanan seperti Facebook dan Twitter jadi alat kampanye untuk menyebarkan informasi yang menguntungkan salah satu kandidat.

Masalahnya informasi yang disebar tak melulu valid, tak sedikit informasi palsu yang sengaja dilempar ke publik dengan tujuan propaganda untuk melemahkan lawan. Trump pun menjadi kandidat yang disebut paling getol melakukan ini di Twitter, demikian seperti dilansir The Verge.

Meski tinggal menunggu pelantikan, Trump masih terus menyebar kabar yang masuk kategori disinformasi. Yang terakhir, Presiden terpilih AS ini melontarkan kicauan mengenai pemilih ilegal ketika pilpres berlangsung.

"Selain memenangkan Pemilihan Tinggi di wilayah tertentu, saya memenangkan suara populer (meski) jika Anda memotong jutaan orang yang memilih secara ilegal," cuitnya.

In addition to winning the Electoral College in a landslide, I won the popular vote if you deduct the millions of people who voted illegally
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) November 27, 2016

Tuduhan Trump terkait jutaan pemilih ilegal dianggap tak beralasan dan mengada-ada. Apalagi tak ada bukti yang menyertai pernyataan tersebut. Ditambah lagi, menurut studi yang dilakukan seorang profesor dari Loyola Law School, hanya ditemukan sebanyak 31 pemilih yang terpaksa dianggap ilegal karena berbagai alasan, sejak tahun 2000 lalu.

Twitter Bisa Gantikan Kantor Berita Kepresidenan

Mengacu pada laporan lembaga riset Project on Computational Propaganda, studinya menemukan sebanyak 18,9 juta kicauan dengan hashtag berbau politik sepanjang kampanye pemilihan Presiden AS berlangsung. 

Kicauan soal Trump paling mendominasi. Dibanding untuk Hillary, Kicauan dukungan terhadap Trump bisa empat kali lebih banyak. Gampangnya, tiap satu kicauan Hillary akan dibalas dengan empat kicauan Trump. Secara angka, kicauan soal Trump mendominasi hingga 81,9%.

Meski tak sedikit automated account atau bot yang masuk di dalamnya. Banyak yang optimis kalau Trump akan benar-benar memanfaatkan Twitter ketika dinobatkan jadi presiden nanti. Media sosial ini dianggap jauh lebih cepat dan efektif menyebarkan informasi dibanding kantor berita kepresidenan.


Senin, 21 November 2016

Melania Trump Tidak Akan Pindah ke Gedung Putih | PT Rifan Financindo Berjangka


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Sudah menjadi tradisi presiden terpilih Amerika Serikat menetap di Gedung Putih di Washington bersama istri dan anak mereka. Namun khusus untuk Donald Trump yang baru saja memenangkan pemilihan presiden, tradisi tersebut tidak akan berlaku.

Dalam laporan yang ditulisnya Minggu (20/11/2016), New York Post mengungkapkan, istri Donald, Melania Trump tidak akan pindah ke Gedung Putih. Begitu juga putra Donald dan Melania, Baron, mengikuti langkah ibunya. Keduanya tak akan tinggal di rumah presiden Amerika Serikat tersebut setelah Donald resmi dilantik pada Januari 2016 mendatang.

Melania dan Baron dikabarkan memilih tetap tinggal di apartemen penthouse mereka yang mewah di Trump Tower, New York. Keputusan itu dibuat agar putra semata wayang Donald dan Melania yang berusia 10 tahun tersebut tidak pindah sekolah. Saat ini Baron merupakan siswa di sebuah sekolah di Upper West Side, Manhattan.

"Melania sangat dekat dengan Baron dan mereka menjadi semakin dekat selama kampanye. Masa kampanye kemarin adalah masa yang sulit untuk Baron, jadi dia (Melania) berusaha meminimalkan adanya perubahan," kata sumber.

Meskipun akan tetap tinggal di New York, sumber menegaskan Melania tidak akan melupakan perannya sebagai first lady Amerika Serikat. Dia siap terbang ke Gedung Putih kapanpun dibutuhkan.

Sedangkan menurut TMZ, Melania dan anak bungsu Donald pada akhirnya akan pindah ke Gedung Putih. Namun hal itu baru akan terjadi setelah Juni 2017, ketika Baron sudah menyelesaikan kelas empat di sekolahnya.

Direktur komunikasi Donald Trump, Jason Miller, saat dikonfirmasi Us Weekly, seolah membenarkan kabar tidak pindahnya Melania dan Baron ke Gedung Putih tersebut. "Keluarga Trump sangat bersemangat dengan tugas baru mereka melayani negara. Tapi sampai saat ini memang belum ada pernyataan resmi dari keluarga Trump terkait masalah perpindahan. Memang seperti orangtua pada umumnya, mereka pun mempertimbangkan jika harus membuat anak 10 tahun mereka keluar dari sekolah di pertengahan semester," ujar Jason.


Selasa, 15 November 2016

Trump Diperkirakan jadi Topik Hangat dalam Lawatan Terakhir Obama | PT Rifan Financindo Berjangka


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Presiden Amerika Barack Obama hari Senin mengawali perjalanan ke luar negeri dalam masa terakhir kepresidenannya, dan para penasihatnya memperkirakan Presiden terpilih Donald Trump akan menjadi topik utama diskusi dengan para pemimpin lainnya.

Deputi Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengatakan jadwal dengan persinggahan di Yunani, Jerman dan Peru itu adalah sinyal solidaritas bagi sekutu terdekat Amerika dan merupakan cara untuk menunjukkan Å“dukungan bagi Eropa yang bersatu, terintegrasi dan kuat.

Satu-satunya pidato yang direncanakan adalah di Yunani, hari Rabu, di mana Presiden Obama akan berbicara mengenai upaya yang tetap harus dilakukan untuk mengatasi tantangan ekonomi di negara itu dan di tempat-tempat lain di dunia sementara menggalakkan pertumbuhan yang inklusif dan memerangi ketidakadilan.

Rhodes mengatakan dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, Obama juga akan menyatakan dukungan terhadap apa yang telah dialami oleh rakyat Yunani dalam menanggapi krisis ekonomi yang memerlukan dana talangan internasional dan persyaratan yang ketat untuk memangkas pengeluaran dan layanan publik.

Kanselir Jerman Angela Merkel anak menerima Obama untuk melakukan pembicaraan hari Kamis. Rhodes menyoroti pentingnya hubungan itu, dan menyebut Merkel Å“mitra terdekat Obama selama masa kepresidenannya.

Para pemimpin Inggris, Perancis, Italia dan Spanyol juga akan berada di Berlin untuk menghadiri pertemuan hari Jumat yang diperkirakan akan membahas berbagai hal termasuk perang melawan ISIS, isu-isu yang berkaitan dengan migrasi, situasi di Ukraina, dan pemilu Amerika pekan lalu.


Kamis, 10 November 2016

Trump Menang Pilpres AS, Pasar Perdagangan RI Berisiko | PT Rifan Financindo Berjangka


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) sudah memberi reaksi yang beragam ke pasar Indonesia. Kemenangan Donald Trump membuat pasar saham dan nilai tukar rupiah terdepresiasi cukup tajam.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melorot hingga 1,6%, sedangkan nilai tukar rupiah melemah 0,33% menjadi Rp 13.127/dolar AS. Itu masih efek sementara, untuk jangka menengah, Ekonom Bahana Securities, Fakhrul Fulvian menilai, akan memberi risiko ketidakpastian terhadap pasar perdagangan Indonesia. Pasalnya, Trump dalam kampanyenya berusaha untuk memberikan prioritas terhadap produksi rakyat Amerika Serikat.

Bila melihat data statistik dari BPS, sejak 2013, share export Indonesia ke AS naik cukup signifikan dari hanya 7,9% pada tahun 2013 menjadi 11,3% pada Agustus 2016, dibanding periode yang sama tahun lalu.

Apalagi Presiden Joko Widodo telah mengatakan keinginannya untuk bergabung dengan Trans Pacific Partnership (TPP), guna mendukung industri tekstil dan lainnya. Bila Trump mengimplementasikan semua janji-janji kampanyenya akan ada beberapa potensi risiko perdagangan yang mungkin timbul.\