AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label bmkg Gempa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bmkg Gempa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2016

Ini Analisis BMKG Soal Gempa 6,5 SR di Sumbar

Ini Analisis BMKG Soal Gempa 6,5 SR di Sumbar
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR mengguncang pesisir selatan Sumatera Barat. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), intensitas gempa tektonik itu terjadi cukup keras di sekitar Painan, Bengkulu, Kepahiyang, Padang dan Padang Panjang.

Gempa bumi terjadi pada pukul 05.56 WIB. Gempa berkekuatan 6,5 Magnitude dengan kedalaman 72 km berada tepat di lokasi 2.29 Lintang Selatan (LS) dan 100.46 Bujur Timur (BT).

Setelah diperbarui, BMKG mencatat gempa tektonik itu memiliki kekuatan 6,5 Magnitude dengan kedalaman 70 km. Lokasinya berada di 2.16 Lintang Selatan (LS) dan 100.70 Bujur Timur (BT).




BMKG memastikan gempa bumi yang berpusat di laut 79 Km Barat Daya Pesisir Selatan Sumatera Barat (Sumbar) tidak berpotensi tsunami karena kedalamannya cukup dalam (72 km). Dari hasil monitoring BMKG, selama satu jam belum ada gempa bumi susulan.

"Sesuai dengan laporan masyarakat yang diterima BMKG bahwa gempa bumi dirasakan cukup keras di Painan, Kepahiyang, Padang dan Padang Panjang, Sumatera Barat dan Bengkulu," terang Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi melalui keterangan tertulis, Kamis (2/6/2016).

Berdasarkan parameter, lanjut Riyadi, gempa bumi disebabkan oleh aktivitas subduksi penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber memperlihatkan, gempa bumi ini dibangkitkan oleh aktivitas sesar yang naik.



BMKG mengungkapkan, sementara ini belum ada laporan informasi mengenai kerusakan. Meski demikian, BMKG akan terus memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggungjawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

"Agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil," pungkasnya.



Sumber: http://news.detik.com/

Kamis, 03 Maret 2016

Analisis Awal BMKG Terkait Gempa 7,8 SR dan Potensi Tsunami

Analisis Awal BMKG Terkait Gempa 7,8 SR dan Potensi Tsunami
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendata bahwa patahan gempa 7,8 skala richter di perairan Mentawai, Sumatera Barat, mendatar. Potensi tsunami memang kecil, namun masyarakat diminta tetap waspada.

Kabid tsunami BMKG Daryono mengatakan, bila patahannya berbentuk vertikal maka potensi tsunaminya cukup tinggi. Namun khusus untuk kejadian di Mentawai saat ini, posisinya mendatar.

"Ini mendatar, hanya saja kita belum tahu apakah gempa bumi ini akan menimbulkan longsoran di dasar laut atau tidak," kata Daryono kepada detikcom, Rab (2/3/2016).

Bila menimbulkan longsoran, maka ada potensi-potensi lain yang cukup membahayakan. Karena itu, pihak BMKG masih terus melakukan pemantauan. BMKG akan terus mengupdate kondisi terkini gempa.
Gempa berkekuatan 7,8 SR ini berjarak 800 Km dari kota Padang. Titiknya berada di lautan dengan kedalaman 10 km.


Sumber: http://news.detik.com/