AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label ponsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ponsel. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juni 2017

Ini Cara Mengisi Baterai Handphone di Motor Yang Benar | PT Rifan Financindo

Jakarta, Rifan Financindo - Mengisi baterai telepon genggam atau smartphone kini juga bisa dilakukan di motor, dengan fitur bernama Power Charger. Namun pengecasan tidak dapat dilakukan saat kondisi motor mati.

Salah satu motor yang sudah menggunakan fitur tersebut adalah Honda Scoopy anyar, motor asal Jepang tersebut, menjadikan Power Charger sebagai salah satu fitur unggulan.

"Pakai power charger saat mesin motor hidup, saat mau pergi. Karena saat itu sistem pengisian baterai berjalan," ujar Technical Trainning Instructor PT Wahana Makmur Sejati, Mukti Abdul Rahman, saat ditemui di Wahana Training Center Jatake, Tangerang.

Lebih lanjut Mukti menjelaskan, jika pengisian baterai memakan waktu yang lama, maka hal tersebut justru akan mengurangi muatan arus pada baterai.


"Intinya, pengecesan boleh kok semau konsumen, tapi disarankan lebih baik dilakukan saat mesin motor hidup," katanya.

Fitur power charger yang ada pada Scoopy anyar, terletak pada bagian kiri bodi motor bagian dalam, persis di bawah stang sebelah kiri. Bentuknya seperti box yang tertutup, yang juga dapat menyimpan barang-barang seperti air mineral kemasan.



Rabu, 01 Maret 2017

Ponsel Pertama dengan Prosesor Xiaomi | PT Rifan Financindo


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Prosesor Surge S1 tidak sendirian diumumkan Xiaomi. Produsen China ini turut meluncurkan ponsel pertama yang dibenamkan prosesor pertama bikinannya tersebut.

Ponsel yang dimaksud dinamai Mi 5c. Mengacu pada sebutannya, bisa dipastikan kalau ponsel ini merupakan varian baru flagship Xiaomi, meski bisa dibilang sebagai varian terendah.

Mi 5c menjadi ponsel pertama yang dibekali Surge S1, prosesor pertama bikinan Xiaomi. Prosesor ini mengusung teknologi octa core dengan kecepatan yang mencapai 2,2 Ghz. Surge S1 juga dipadukan dengan chip grafis quad core.

Demi performa optimal, prosesor Surge S1 ditandem dengan besaran RAM 3GB. Sedangkan memori internalnya berada di angka 64 GB. Adapun layarnya sendiri menawarkan bentang seluas 5,15 inch dengan resolusi full HD (1.920 x 1.080 pixel).

Beralih ke kamera, Xiaomi membenamkan kemampuan 12 MP bagi pengguna yang hobi jeprat-jepret. Kemampuan ini sejatinya lebih rendah dari Mi 5 dan Mi 5s yang dibekali kamera 16 MP, namun secara kualitasnya belum tentu lebih rendah. Apalagi Xiaomi mengklaim kalau penggunaan prosesor Surge S1 mampu menyodorkan improvisasi pada hasil jepretan.

Selain itu kelebihan lainnya penggunaan Surge S1 juga diklaim terletak pada improvisasi performa dan konsumsi daya yang lebih efisien.

Penasaran harganya? Meski tergolong ponsel flagship, Xiaomi hanya membanderol Mi 5c di harga USD 220 atau sekitar Rp 2,9 juta (USD 1 = Rp 13.300), demikian seperti detikINET kutip dari Tech Crunch, Rabu (1/3/2017).



Jumat, 09 Desember 2016

Ponsel Axioo Sudah Go International | PT Rifan Financindo Berjangka


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Merk Axioo boleh saja dipandang sebelah mata. Namun sejumlah produk buatannya, seperti smartphone dan tablet sudah dijual di beberapa negara.

Setidaknya itulah yang dipaparkan oleh CEO PT. Tera Data Indonusa Samuel Law selepas acara peletakkan batu pertama pabrik ketiga Axioo yang terletak di Cakung, Jakarta Timur. Menurutnya, merk Axioo sudah beredar di kurang lebih delapan negara, seperti Turki, Rusia, India, Vietnam, Filipina, dan beberapa negara lain.

Sayang, ponsel dan tablet itu bukan hasil ekspor dari dua pabriknya yang sudah berdiri di Pulo Gadung dan Bizpark. Karena Axioo hanya menjual lisensi dan desain.

"Kami punya kantor di Shenzhen dan Singapura. Jadi design center kami di Singapura, di mana desain yang kami buat dipakai di sejumlah pasar di beberapa negara. Untuk perakitannya ya di negara terkait," tutur Samuel di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (8/12/2016).

Untuk pelabelannya sendiri, Axioo mengaku tak harus menggunakan label Axioo. Beberapa produsen menggunakan nama yang berbeda.

"Tidak harus pakai nama Axioo. Tapi tetap lisensinya dari Axioo," pungkasnya.

Lebih lanjut Samuel mengatakan bahwa untuk saat ini pihaknya akan fokus menggarap smartphone. Bisnis PC yang dulu membesarkan namanya tak terlalu diseriusi.

Hal ini karena memang penjualan terbesar diraih oleh smartphone. "Kalau kami lihat dalam beberapa tahun memang bisnis PC mengalami penuruan. Di Axioo sendiri porsi terbesar dipegang oleh smartphone yakni 40%, tablet 30%, dan PC 30%.



it - rfbaxa

Senin, 30 Mei 2016

Perubahan Desain Ponsel Jangkrik Google Dikritik

Perubahan Desain Ponsel Jangkrik Google Dikritik
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Google mengumumkan perubahan konsep Project Ara di gelaran Google I/O 2016 lalu, dan perubahan tersebut dikritik oleh Dave Hakkens, yang merupakan orang di balik Phonebloks.

Perubahan yang dikritik oleh Hakkens adalah membuat prosesor, baterai, antena, sensor dan layar dalam satu kesatuan, sehingga aksesoris modular yang bisa diganti-ganti terbatas pada modul seperti kamera, speaker dan proyektor.

Menurut Hakkens, ini bukanlah konsep yang ia bayangkan ketika pertama membuat Phonebloks. Yaitu setiap komponen ponsel akan terpasang dalam modul berbeda dan bisa diganti-ganti.

Phonebloks adalah proyek besutan Hakkens yang pertama dipamerkan pada September 2013. Di waktu yang sama, Motorola ternyata mengembangkan konsep serupa. Kemudian keduanya bergabung berkolaborasi dalam Project Ara.

Hakkens menyebut konsep awalnya itu berfungsi untuk mengurangi limbah elektronik, karena pengguna cukup mengganti komponen tertentu ketika sudah usang. Namun dengan konsep yang baru, karena komponen utamanya menyatu, pengguna akan tetap 'membuang' ponselnya saat sudah kuno.

Pria asal Belanda itu percaya kalau Google harus bekerja sama dengan perusahaan lain dalam membuat ekosistem modul ponsel, ketimbang mengerjakan semuanya sendiri, demikian dikutip detikINET dariEngadget, Senin (30/5/2016).

Project Ara sendiri adalah proyek ponsel modular ala Google. Ponsel jangkrik ini rencananya akan rilis tahun depan, jika tidak ada aral melintang.


Sumber: http://inet.detik.com/\

Selasa, 25 November 2014

Waspada 'Text Neck' Karena Terlalu Sering Lihat Ponsel


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Ponsel yang tak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari membawa efek buruk bagi penggunanya. Baru-baru ini sejumlah dokter menyebut Text Neck, sebagai penyakit yang menyerang pengguna ponsel.
Text Neck merupakan penyakit di leher karena terlalu sering menunduk karena melihat ponsel berjam-jam lamanya. Penyakit ini menyerang tulang belakang di bagian lehar karena terlalu seringnya menunduk.
Bahkan menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Kenneth Hansraj di National Library of Medicine, saat kepala menuduk dengan sudut 60 derajat maka beban tekanan di leher bisa mencapai 27 kilogram. Demikian yang dikutip detikINET dari Chicago Tribune, Selasa (25/11/2014).
Dalam kajian itu, pengguna smartphone menghabiskan rata-rata 2-4 jam per hari membungkuk untuk membaca email, mengirim teks atau memeriksa situs media sosial.
Itu artinya sama dengan 700 sampai 1.400 jam per tahun orang menempatkan tekanan pada punggung dan leher mereka.
Untuk mencegah sakit yang semakin buruk, pengguna smartphone pun diminta untuk menegakan kepala saat melihat ponsel dan tidak terus-terusan menunduk.


Sumber : http://inet.detik.com/