AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2018

Polisi Razia Pemotor di Depan Mako Brimob Depok Usai Rusuh | PT Rifan Financindo

Jakarta, RifanFinancindo - Belasan polisi merazia pengendara motor yang melintas di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Polisi mengecek bagasi motor hingga meminta pengendara melepas jaket.

Razia ini dilakukan sekitar pukul 00.50 WIB, Rabu (9/5/2018). Ada polisi yang dilengkapi senjata, ada juga yang membawa alat penerang saat mengecek bagasi motor.

Razia ini dilakukan setelah terjadi kerusuhan di Mako Brimob. Polri menyebut kerusuhan itu melibatkan tahanan dan petugas. 

Pasca kerusuhan, penjagaan di Mako Brimob diperketat. Ada lebih dari 20 polisi yang berjaga. 

Kawat berduri juga dipasang di depan Mako Brimob. Polisi mensterilasasi kawasan pintu masuk dengan radius 100 meter. PT Rifan Financindo


sumber: detik


Baca juga:

Jumat, 26 Mei 2017

Jelang Ramadan, Polisi akan Ubah SOTR Jadi Sahur on The Mosque | Rifan Financindo

Jakarta, Rifan Financindo - Sahur on The Road (SOTR) seperti sudah menjadi tradisi di bulan puasa. Menghadapi Ramadan ini, Polda Metro Jaya ingin mengubah SOTR menjadi Sahur on The Mosque (SOTM).

"Kita akan ubah konsep SOTR itu menjadi Sahur on The Mosque (SOTM). Kita akan bikin program bersama para ulama, kita sama-sama nanti sahur kita pindahkan ke masjid," ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Suntana mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan SOTR itu dengan kegiatan yang lebih positif seperti memakmurkan masjid. Polisi menggandeng ulama dan tokoh agama dalam kegiatan tersebut.

"Kita sama-sama sahur di masjid, kita ceramah, kita bukber (buka bersama) seperti itu. Jadi teman-teman bisa ditanyakan kepada ulama dan kiai," imbuhnya.

Suntana menilai SOTR selama ini lebih banyak ekses negatifnya ketimbang positifnya. Polda Metro Jaya mencermati setiap tahunnya di bulan Ramadan, sejumlah gangguan kamtibmas terjadi pada saat SOTR.

"Masyarakat ada budaya SOTR yang secara angka kamtimbas 3 tahun terakhir ini, sehabis atau selagi SOTR terjadi ada perkelahian," lanjutnya.

Untuk itu, Suntana mengimbau kepada masyarakat untuk mempertimbangkan kembali tradisi SOTR tersebut. Polisi khawatir SOTR justru malah menimbulkan gangguan kamtibmas.


"Kami mengimbau kepada masyarakat (agar) SOTR untuk sementara SOTR ini dipikirkan kembali, karena takut menghadapi masalah yang timbul akibat SOTR," lanjutnya. 

Di sisi lain, SOTR di Jakarta tidak hanya dilakukan oleh warga DKI. Sejumlah kelompok dari wilayah perbatasan kerap datang ke Jakarta untuk melakukan SOTR.

"Teman-teman atau masyarakat dari wilayah Depok, Bekasi, Tangerang, kami sarankan melakukan SOTR itu di wilayah masing-masing, tidak perlu ke Jakarta," ujarnya.

Bila ada masyarakat yang tetap ingin melakukan kegiatan SOTR dengan maksud yang positif, disarankan untuk memberitahukan ke polisi terlebih dahulu agar mendapat pengawalan.

"Kalau memang (mau) SOTR beritahu polisi, tidak menutup jalan, tidak terjadi keributan dengan kelompok lain, tidak perlu membawa bendera sehingga terjadi merasa tidak enak dengan kelompok SOTR yang lain sehingga tidak jadi masala-masalah," pungkasnya. 


Selasa, 11 April 2017

Tembak Penyandera Ibu-Bayi di Angkot, Polisi Ini Raih Penghargaan | PT Rifan Financindo


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -  Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memberi penghargaan kepada Ajun Inspektur Satu Sunaryanto, Polisi Lalu Lintas yang melumpuhkan penyandera di dalam angkot, Minggu malam kemarin. Peristiwa penodongan dan berakhir penyanderaan ibu dan balita itu terjadi di depan Bioskop Buaran, Jalan Raden Intan, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Wakil Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan, Aiptu Sunaryanto merupakan anggota Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur. Memang saat itu dia tengah dalam perjalanan untuk piket malam.

Namun, karena melihat kejadian di depan mata, Sunaryanto turun membantu upaya penyelamatan ibu dan balita tersebut.

"Tidak mudah untuk menembak ke pelaku penodongan, apalagi pelaku yang terus menempelkan pisau di leher korban, perlu perhitungan matang dan ketenangan," kata Indra saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (10/4/2017).

Atas pertolongan tersebut, kata mantan Kapolres Cirebon Kota ini, Sunaryanto akan diganjar penghargaan dari Polri.

"Secara adminstrasi ini sedang kami proses, dari Bapak Kapolda Metro Jaya, dari Bapak Kapolri, (penghargaan) karena kepekaan, kepedulian yang bersangkutan dan tanggungjawab besar," kata Indra.

Seorang saksi mata, Edi, menuturkan detik-detik penyanderaan Minggu 9 April malam, seorang penodong mendadak masuk ke dalam angkot. Pelaku yang diperkirakan berusia 27 tahun itu lalu menyandera ibu dan anaknya yang menumpang di angkot tersebut.

"Dia lari dari arah Klender, tapi sampai di depan Bioskop Buaran dia langsung masuk ke dalam angkot," ujar Edi, Jakarta, Minggu.

Penodong itu langsung menempelkan pisau ke leher si ibu hingga mengeluarkan darah. Sempat terjadi negosiasi antara polisi lalu lintas yang melintas dengan pelaku, namun gagal.

Begundal jalanan itu akhirnya ditembak oleh anggota polisi berpakaian sipil. Peluru yang tiba-tiba datang itu bersarang di tangan pelaku.

"Waktu lagi mau nancepin pisau, ada polisi yang tidak pakai seragam langsung nembak pelaku," ujar Edi.

Penjambret itu langsung tersungkur. Sementara polisi berpakaian bebas itu langsung mengevakuasi korbannya. Karena terluka di leher akibat sayatan pisau, sang ibu langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan kejadian tersebut. Namun pihaknya belum bisa mengungkapkan identitas si penodong, karena masih menjalani perawatan di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

"Masih diidentifikasi, anggota juga masih ada di lapangan dan RS tempat korban dirawat," ujar Argo.

Saat ini, pihaknya masih memeriksa saksi-saksi terkait kasus penyanderaan itu. Polisi masih menggali keterangan apakah aksi itu murni penyanderaan atau ada motif lain.

"Pastinya akan kita cari tahu lebih lanjut, sekarang masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lapangan," terang dia.



Kamis, 17 November 2016

Polisi Indikasikan Ada Cyber Troops yang Sengaja Provokasi di Medsos | PT Rifan Financindo Berjangka


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Perang cyber di linimasa media sosial dalam tahapan Pilkada DKI semakin riuh. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun menyebut adanya indikasi pasukan cyber (cyber troops) yang sengaja membuat provokasi di media sosial.

"Saya minta hati-hati di sosial media ya, kita sudah mengindikasi bahwa sosmed-sosmed itu ada yang memiliki kelompok-kelompok cyber troops, cyber army, kelompok yang memang sengaja di mereka merencanakan, menyeting agar masyarakat terprovokasi sedemikian rupa," jelas Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan.

Hal itu diungkapkan Tito usai menghadiri peluncuran buku 'Maximus dan Gladiator Papua' di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/11/2016). Tito menyebut, kelompok cyber tersebut mencari peluang untuk mengadu domba bahkan mengacaukan negara.

"Jadi apa pun yang bisa dicari peluang, cari peluang untuk membuat negara menjadi kacau, membuat masyarakat jadi bingung teradu domba, jangan mau diadu domba," ujar Tito. 

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) itu mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh gerakan cyber troops tersebut di media sosial.

"Jangan mau terprovokasi, kita semua sudah memilih iklim demokrasi seperti ini, kita sudah bagus bergerak berjalan, pembangunan kita sudah berjalan, sudah baik, jangan lagi side back mundur," lanjutnya.

Tito juga berharap masyarakat lebih kritis dan tidak mudah termakan oleh isu-isu yang belum tentu kebenaran dan sumbernya yang tersebar di media sosial.

"Jangan mudah, sekali lagi terpengaruh sosmed yang mungkin diseting oleh pihak-pihak tertentu dan kemudian cerna betul, kalau enggak akurat enggak usah di-share, dan gunakan betul-betul akal yang jernih melihat permasalahan-permasalahan ini," papar Tito.