AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label minyak mentah WTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minyak mentah WTI. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2016

Minyak Mentah Naik Seiring Perkiraan Abu Dhabi Harga Tembus $ 60

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Minyak naik seiring Abu Dhabi memperkirakan harga bisa menyentuh $ 60 per barel di tengah berkurangnya pasokan yang melebihi proyeksi.
Kontrak berjangka menguat sebanyak 1,1 % di New York dan 0,9 % di London. Surplus global turun menjadi 1,2 juta ke 1,5 juta barel per hari dan telah dikontrak lebih cepat dari yang diharapkan, kata Ali Majed Al Mansoori, ketua Abu Dhabi Departemen Ekonomi Pembangunan. Pengeboran minyak di AS rebound dari level terendah dalam lebih dari enam tahun terakhir, menurut data dari Baker Hughes Inc.
Harga minyak telah melonjak sekitar 85 % dari level 12-tahun terendah pada awal tahun ini karena gangguan dan penurunan output AS di bawah tekanan dari kebijakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang mempertahankan produksi mereka. Anggota kelompok tersebut menolak usulan untuk menerapkan output baru pada minggu lalu, dengan Sekretaris Jenderal Abdalla El-Badri mengatakan bahwa sulit untuk mencapai target karena meningkatnya pasokan minyak di Iran dan volume di Libya yang secara signifikan dihentikan.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik sebanyak 54 sen ke level $ 49,16 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 49,10 pada pukul 12:54 siang waktu Hong Kong. Kontrak turun 55 sen ke level $ 48,62 pada hari Jumat, hentikan penurunan mingguan sebesar 1,4 %. Total volume perdagangan sekitar 41 % di bawah 100-hari rata-rata.
Brent untuk pengiriman Agustus meningkat sebanyak 45 sen ke level $ 50,09 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga Brent merosot 40 sen menjadi ditutup pada level $ 49,64 di hari Jumat. Minyak mentah acuan global dengan premi 48 sen dibandingkan WTI untuk bulan Agustus. (knc)


Sumber: http://www.rfbnews.com/

Kamis, 25 Juni 2015

Persedian Meningkat, Harga Minyak Mentah Turun

\Persedian Meningkat, Harga Minyak Mentah Turun\
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Harga minyak dunia turun karena laporan mingguan industri AS menunjukkan produksi domestik masih tinggi dan persediaan bahan bakar komersial berlimpah.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, kehilangan 74 sen menjadi ditutup pada 60,27 dolar AS per barel di perdagangan New York Mercantile Exchange.
Di perdagangan London, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 96 sen menjadi menetap di 63,49 dolar AS per barel.
Laporan mingguan resmi minyak AS menunjukkan produksi minyak mentah domestik naik tipis ke rekor 9,6 juta barel per hari dalam seminggu yang berakhir 19 Juni, dan bahwa stok minyak mentah, meskipun dalam pekan itu turun 4,9 juta barel, masih berada dekat rekor tertinggi di 463 juta barel.
Tidak ada dalam data yang menunjukkan bahwa industri minyak AS, ketika negara itu memasuki musim mengemudi liburan musim panas, berkurang kembali dalam menghadapi harga rendah.
"Sementara penarikan minyak mentah yang cukup besar, membangun persediaan bensin telah lebih dari mengimbangi itu," kata analis John Kilduff dari Again Capital.
"Bensin adalah fokus sepanjang tahun ini, dan persediaan mereka berlimpah. Kilang secara jelas memproduksi bensin pada volume tinggi ... dalam menghadapi permintaan yang sudah kuat." Namun demikian, harga minyak tetap dalam kisaran yang sama dalam dua bulan terakhir atau lebih, tertahan tanda-tanda peningkatan permintaan atau pemotongan oleh produsen-produsen besar, yang keduanya telah terjadi.
Pedagang juga telah memfokuskan perhatian mereka pada perundingan nuklir Iran, dengan enam hari untuk Teheran dan negara-negara besar untuk mencapai kesepakatan guna mengekang program nuklir negara itu yang akan memungkinkan pencabutan kontrol pada ekspor minyaknya.

Sumber: http://economy.okezone.com/