AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label harga minyak naik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harga minyak naik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Januari 2015

Harga Minyak Akhirnya Naik Meski Masih di Bawah 50 Dollar AS

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Harga minyak mentah dunia "rebound" atau berbalik naik pada Rabu (7/1/2015) waktu setempat (Kamis pagi WIB), karena para pedagang mulai membeli setelah penurunan tajam baru-baru ini.

Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Februari naik 0,72 dollar AS menjadi menetap di 48,65 dlolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari naik lima sen menjadi ditutup pada 51,15 dollar AS per barel.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pada Rabu bahwa stok minyak mentah AS turun 3,1 juta barel menjadi 382,4 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Januari. Penurunan tak terduga ini mendukung harga minyak.

Produksi minyak mentah AS naik 11.000 barel per hari menjadi 9,13 juta barel pada pekan lalu, terbesa dalam data mingguan yang dimulai pada Januari 1983.

Harga minyak anjlok sekitar 10 persen dalam tiga hari perdagangan 2015, karena pasar memperkirakan pasokan global melampaui permintaan.

Tidak ada tanda-tanda bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memangkas produksi mereka untuk menangani kemerosotan harga.

Juru bicara Kementerian Perminyakan Irak Asim Jihad, Minggu, mengatakan negaranya berencana untuk meningkatkan ekspor minyak mentah menjadi 3,3 juta barel per hari bulan ini. Negara itu mengekspor 2,94 juta barel per hari pada Desember, terbesar sejak tahun 1980-an.

Produksi OPEC turun sebesar 122.000 barel per hari dari November menjadi 30,24 juta barel pada bulan lalu, menurut  survei Bloomberg.

Harga minyak mentah telah jatuh lebih dari 50 persen dari puncak pada Juni 2014.


Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/

Rabu, 22 Oktober 2014

Minyak mentah WTI Naik Untuk Hari Kedua


Rifan Financindo, Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik untuk hari kedua jelang laporan yang mungkin menunjukkan persediaan bahan bakar bermotor menyusut ke level 2 tahun terendahnya di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar.
Kontrak berjangka yang berakhir pada bulan Desember naik 0,5 % di New York. Persediaan bensin kemungkinan turun 1,45 juta barel menjadi 204.200.000, menurut survei Bloomberg News jelang rilis data Administrasi Informasi Energi hari ini. Merupakan level terendahnya sejak November 2012 lalu. Persediaan turun sebesar 500.000 barel sampai 17 Oktober kemarin, American Petroleum Institute melaporkan kemarin, menurut Bain Energi.
Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Desember menguat 38 sen ke level $ 82,87 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 82,73 pukul 10:16 pagi waktu Sydney. Kontrak pada bulan November yang berakhir kemarin setelah sebelumnya naik 10 sen ke level $ 82,81. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sebesar 57 % di bawah rata-rata 100-hari. Bulan depan harga menurun 16 % tahun ini.
Minyak Brent untuk pengiriman bulan Desember naik 82 sen, atau 1 % ke level $ 86,22 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange kemarin. Minyak mentah acuan Eropa mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 3,73 dibandingkan minyak WTI pada bulan yang sama.


Sumber : Bloomberg