AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label BOM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2016

Serangan bom bunuh diri di masjid Syiah di Kabul | PT Rifan Financindo Berjangka


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Seorang pengebom bunuh diri menewaskan sedikitnya 27 orang di sebuah masjid milik umat Syiah di ibu kota Afghanistan, Kabul.

Ledakan di Masjid Baqir ul Olum di sebelah barat ibu kota tersebut, Senin (21/11), juga menyebabkan 35 orang lainnya cedera.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS sudah mengatakan berada di belakang serangan bom yang berlangsung ketika umat Syiah berkumpul untuk sebuah upacara keagamaan.

Serangan di Kabul ini merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan atas umat Syiah di Afghanistan yang diakui dilakukan oleh ISIS, yang beraliran Islam Sunni.

Pihak berwenang mengatakan penyerang datang dengan berjalan kaki dan meledakkan dirinya di dalam masjid.

Para saksi mata mengatakan upacara untuk mengenang kematian Imam Hussein -yang merupakan cucu Nabi Mohammad, sudah hampir berakhir ketika bom meledak.

"Saya berada di dalam masjid dan mullah sedang memimpin doa," kata Ewaz Ali, yang menderita luka ringan, kepada kantor berita AP.

"Tiba-tiba ada ledakan besar dan semuanya menjadi gelap," tambah pria berusia 50 tahun itu.

Pengunjung lainnya, Nadir Ali, menjelaskan kepada kantor berita AFP bahwa ledakan menimbulkan awan debu yang tebal di dalam masjid.

"Ketika awan debu menghilang, saya melihat masjid penuh dengan potongan tubuh manusia dan darah. Saya sendiri terluka di bagian pinggang dan harus merangkak untuk ke luar dari masjid."

alau tidak pernah ada sensus yang memadai dalam waktu lebih dari 40 tahun belakangan, diperkirakan populasi umat Syiah mencapai sekitar 20% dari total penduduk Afghanistan, yang mayoritas adalah orang Sunni.

Kelompok militan Taliban sudah membantah terlibat dalam serangan di Masjid Baqir ul Olum.

"Kami mengecam ledakan itu," kata seorang juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, kepada BBC. "Aksi ini bukan kerjaan kami dan tidak ada hubungan dengan kami.


Rabu, 15 Juni 2016

Buka Puasa 'Seru' WNI di Lebanon, Dikagetkan Ledakan Bom












Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Ledakan bom yang terjadi di depan kantor pusat Bank Blom, kawasan Hamra, Beirut, Lebanon, mengejutkan para umat muslim yang sedang berbuka puasa. Sebab, kejadian tersebut hanya berjarak beberapa kilometer dari lokasi bersandarnya KRI Bung Tomo 357 di Dermaga III Pelabuhan Internasional Beirut yang sedang menyelenggarakan kegiatan seminar dan dialog wawasan kebangsaan.
Menurut Duta Besar RI untuk Lebanon, Chozin Khumaidy, situasi yang terus bergejolak tersebut selalu mewarnai Satgas Maritim TNI Konga XXVIII H / Unifil Lebanon sepanjang penugasannya sebagai pasukan pemelihara perdamaian di sana.
Apalagi, kata dia, setelah sejumlah transaksi perbankan Hizbullah dibekukan di sejumlah bank, termasuk Bank Sentral Lebanon, serta penghentian bantuan militer kepada Lebanon dari sejumlah negara besar.
"Situasi ini makin memperuncing kondisi keamanan Lebanon yang hingga kini masih menghadapi konflik internal yang telah berlangsung lebih dari 2,5 tahun. Apalagi, Lebanon belum berhasil memilih presiden," kata Chozin, melalui keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Rabu, 15 Juni 2016.
Meski begitu, Chozin mengungkapkan bahwa situasi dan kondisi di KRI Bung Tomo 357 aman dan terkendali. Sebuah bom meledak pada Minggu lalu sekitar pukul 20.00 malam waktu setempat. Bank Blom adalah salah satu bank yang ditutup karena pemiliknya dicurigai terkait dengan grup Hizbullah.
Memang, sektor perbankan Lebanon menjadi pusat perhatian utama dalam krisis di negara tersebut. Krisis dimulai sejak Amerika Serikat mengharuskan semua bank untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah aliran dana terkait Hizbullah. Bank Sentral Lebanon mendesak semua bank komersial untuk mengikuti aturan Paman Sam.


Sumber: Viva

Rabu, 18 November 2015

Ada Ancaman Bom di Jerman, Wall Street Stagnan

Ada Ancaman Bom di Jerman, Wall Street Stagnan
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Pasar saham Wall Street berakhir stagnan setelah ada ancaman bom di pertandingan bola antara Jerman dan Belanda. Padahal tiga indeks utama di bursa Paman Sam sempat positif di awal perdagangan.

Kinerja emiten, seperti Wal-Mart dan Home Depot, sempat membuat Wall Street positif. Sayangnya ancaman bom di Hanover langsung membuat investor ketakutan.

"Situasi seperti ini menimbulkan ketidakpastian, dan ketidakpastian membuat investor ingin pegang uang tunai," ujar Mohannad Aama, Managing Director Beam Capital Management LLC di New York, seperti dikutipReuters, Rabu (18/11/2015).

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 0,04% ke level 17.489,5 dan Indeks S&P 500 kehilangan 0,13% ke level 2.050,44. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 0,03% ke level 4.986,02.

Sumber: http://finance.detik.com/