AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label ekonomi AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi AS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

Yellen Melihat Keuntungan Ekonomi Didorong Pasar Tenaga Kerja yang Kuat


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan keuntungan ekonomi akhirnya meningkatkan standar hidup bagi mayoritas warga Amerika karena menguatnya pasar tenaga kerja memberikan kontribusi untuk upah yang lebih tinggi.

Sambutannya terjadi kurang dari sepekan setelah para pembuat kebijakan Fed mengisyaratkan meningkatnya kepercayaan dalam pertumbuhan ekonomi AS dengan menaikkan suku bunga pinjaman acuan bank sentral sebesar seperempat persentase poin dan meningkatkan jumlah kenaikan yang hampir sama seperti yang mereka harapkan pada tahun 2017 untuk tiga dari sebelumnya dua. Yellen baik memuji pasar tenaga kerja yang kuat dan berkata tingkat akan membantu masyarakat untuk mengambil keuntungan dari peluang dunia modern.

Tingkat pengangguran bagi mereka dengan gelar sarjana atau lebih tinggi turun menjadi 2,3 persen, yang terendah sejak 2008. Sementara tingkat pengangguran secara keseluruhan di AS adalah dua kali, pada 4,6 persen, itu berada di level terendahnya dalam lebih dari sembilan tahun terakhir.

Pejabat The Fed mengatakan pekan lalu mereka mengharapkan tingkat pengangguran hanya akan menurun sedikit selama tiga tahun ke depan. Beberapa anggota Komite Pasar Terbuka Federal, bagaimanapun telah menganjurkan laju yang lebih cepat dari kenaikan suku bunga dibandingkan kekhawatiran bahwa risiko Fed memicu inflasi yang lebih tinggi jika tingkat pengangguran didorong terlalu rendah.



Rabu, 30 September 2015

Kepercayaan Konsumen AS Naik, Harga Emas Turun

\Kepercayaan Konsumen AS Naik, Harga Emas Turun\
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun untuk sesi ketiga berturut-turut, karena data menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik secara tak terduga pada September.
Seperti dilansir Xinhua, Rabu (30/9/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember kehilangan USD4,9 atau 0,43 persen menjadi menetap di USD1.126,8 per ounce.
Harga emas terus jatuh, sehari setelah logam mulia mencatat penurunan terbesar satu hari sejak awal September, karena laporan sektor swasta yang dirilis menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik dan jauh di atas perkiraan pada September, mengangkat kekhawatiran tentang keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga tahun ini.
Para analis mengatakan kepercayaan konsumen tidak persis sama dengan pengeluaran, tetapi pembuat kebijakan Federal Reserve percaya itu adalah sebuah indikasi positif.
Beberapa analis percaya jika laporan ketenagakerjaan pada Jumat membuktikan sekuat penilaian sekarang dalam laporan ini, maka kemungkinan kenaikan suku bunga untuk pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Oktober akan pasti terlihat menguntungkan.
Umumnya, kenaikan suku bunga akan mengirimkan dolar AS lebih tinggi. Analis mengatakan emas dan greenback biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti melemahnya dolar AS dapat menjadi positif bagi harga komoditas dalam dolar, sementara dolar yang lebih kuat dapat membebani komoditas.
Di antara logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 3,5 sen, atau 0,24 persen, menjadi ditutup pada 14,573 dolar AS per ounce, sementara platinum untuk pengiriman Januari merosot 4,4 dolar AS, atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 918,1 dolar AS per ounce.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Kamis, 17 September 2015

Sektor Energi Berhasil Dorong Wall Street

The Wall Street sign is seen outside the New York Stock Exchange
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Saham sektor energi menjadi bahan bakar Wall Street untuk melaju lebih jauh. Kenaikan sektor energi terjadi setelah harga minyak mentah melompat hampir 6 persen.
Indeks saham energi memimpin reli di indeks S&P 500 dengan peningkatan 2,8 persen, karena harga minyak mentah ditutup naik 5,7 persen setelah penurunan tidak terduga dalam stok minyak AS.
"Sektor energi menjadi pendorong dan fakta bahwa rally disebabkan sektor energi memberi orang kepastian bahwa mereka bisa masuk ke sektor lain juga," kata co-chief Oakbrook Investments LLC, Peter Jankovskis, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (17/9/2015).
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 140,1 poin atau 0,84 persen ke 16.739,95, indeks S&P 500 naik 17,22 poin atau 0,87 persen ke 1.995,31 dan Nasdaq Composite menguat 28,72 poin atau 0,59 persen ke 4.889,24.
Perdagangan relatif tipis dengan hanya 6,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS pada hari Rabu, di bawah rata-rata harian 8,030 miliar selama 20 hari perdagangan.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Rabu, 16 September 2015

Wall Street Tancap Gas Didukung Data Penjualan Ritel

Traders work on the floor of the NYSE in New York
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham di Amerika Serikat (AS) menguat lebih dari 1 persen setelah data menunjukkan pertumbuhan yang sehat dalam belanja konsumen. Meski demikian, keuntungan sedikit dibatasi ketidakpastian terkait the Federal Reserve yang akan menaikkan suku minggu ini.
Spekulasi tentang kapan Fed akan mengakhiri suku bunga 0 persen dalam tujuh tahun terakhir telah terjadi selama beberapa bulan ini, dan memberikan gejolak pasar baru-baru ini.
"Perdebatan terkait the Fed terus terjadi, tetapi Fed akan melakukan lebih banyak data hingga Desember ini untuk memulai proses normalisasi," kata kepala strategi pasar Wunderlich Securities, Art Hogan, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (16/9/2015).
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 228,89 poin atau 1,4 persen menjadi 16.599,85 poin. indeks The S&P 500 naik 1,28 persen menjadi 1.978,09 dan Nasdaq Composite menguat 1,14 persen menjadi 4.860,52.
Departemen Perdagangan mengatakan penjualan ritel naik 0,4 persen pada Agustus setelah kenaikan 0,6 persen ke atas revisi pada Juli. Ini menjadi tanda terbaru dari momentum ekonomi yang kokoh dan memperlihatkan bahwa aksi jual pasar saham baru-baru ini tidak memiliki dampak langsung ke belanja rumah tangga AS.
Sekira 5,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 8,0 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Jumat, 28 Agustus 2015

Harga Minyak Melonjak Setelah Data Ekonomi AS Membaik

minyak turun
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 10 persen setelah data pertumbuhan Amerika Serikat (AS) yang kuat mengangkat kepercayaan tentang ekonomi dan pengguna bahan bakar minyak terbesar di dunia itu.
Sperti dilansir AFP, Jumat (28/8/2015), patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober melompat 3,96 dolar AS menjadi berakhir pada 42,56 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 4,42 dolar AS menjadi menetap di 47,56 dolar AS per barel di perdagangan London. Kedua kontrak WTI and Brent ditutup naik 10,3 persen dari penyelesaian Rabu.
Harga minyak AS telah berada pada atau dekat tingkat terendah enam setengah tahun sepanjang pekan, dengan WTI ditutup di bawah 40 dolar AS pada Senin lalu untuk pertama kalinya sejak 2009 dan tinggal di posisi tersebut hingga Rabu.
Reli terjadi setelah Departemen Perdagangan melaporkan ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 3,7 persen pada kuartal kedua, jauh di atas estimasi awal naik 2,3 persen.
Pertumbuhan periode April-Juni terutama didorong investasi, belanja pemerintah pusat dan daerah serta belanja konsumen yang lebih tinggi daripada yang dilaporkan dalam estimasi awal.
"Data benar-benar membangunkan orang tentang fakta bahwa negara itu (AS) sedang meningkat dan permintaan akan menjadi lebih baik," kata Carl Larry dari Frost & Sullivan.
"Kami sedang melihat banyak permintaan di sana, pertumbuhan ekonomi telah menguat. Kami sedang melihat banyak angka yang menunjukkan tanda-tanda reaksi positif." Angka ekonomi AS yang kuat juga menambah momentum terhadap reli pasar saham global, mengangkat bursa-bursa yang telah mengalami kerugian triliunan dolar dalam sebuah gejolak selama pekan lalu.
Para analis mengatakan kontrak minyak juga diuntungkan dari faktor-faktor teknikal setelah perdagangan baru-baru ini membuat komoditas dalam keadaan "oversold" dan lama bertahan di bawah tingkat psikologis penting 40 dolar AS per barel.
"Para pembeli yang telah mundur dari mencoba menangkap penurunan dinamis sebelumnya, sekarang melangkah kembali masuk," kata Tim Evans, analis pada Citi Futures.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Pertumbuhan Ekonomi Membaik, Dolar AS Kembali Menguat

Ilustrasi-uang-dollar-AS
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Kurs dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya setelah pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua naik tajam menjelang pertemuan puncak para gubernur bank sentral yang digelar Federal Reserve.
Pertumbuhan produk domestik bruto AS direvisi naik menjadi 3,7 persen untuk periode April-Juni dari perkiraan sebelumnya 2,3 persen, sebuah revisi yang Robert Brusca dari FAO Economics sebut sebagai "menghirup udara segar."
Kenaikan dolar terjadi ketika para gubernur bank sentral dan pakar lainnya dari seluruh dunia menuju ke Jackson Hole, Wyoming, untuk mengikuti simposium tahunan Fed.
Saat ini investor juga memonitor informasi tentang kapan The Fed akan mulai menaikkan tingkat suku bunga Federal Fund. Sebuah kenaikan suku bunga secara umum akan mengangkat dolar karena investor mencari keuntungan yang lebih tinggi.
Ketua Fed Janet Yellen tidak akan menghadiri pertemuan Jackson Hole sehingga semua mata akan tertuju pada wakilnya, Stanley Fisher, yang dijadwalkan akan berbicara tentang perkembangan inflasi AS.
Pelaku pasar valas akan "mewaspada pertemuan tahunan Fed akhir pekan di Jackson Hole, yang akan menjadi tempat ideal untuk mengetahui apakah kenaikan suku bunga pada September akan dilakukan atau tidak," kata analis XE.com dalam sebuah blog.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Kamis, 20 Agustus 2015

Data Ekonomi AS Positif, Harga Emas Dunia Turun

emas stabil
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Selasa (18/8/2015) waktu setempat (Rabu pagi WIB), karena data perumahan AS yang positif mendukung spekulasi bahwa Federal Reserve akan segera meningkatkan suku bunganya.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 1,5 dollar AS, atau 0,13 persen, menjadi menetap di 1.116,90 dollar AS per ounce.

Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa jumlah rumah baru yang dibangun (housing starts) pada Juli meningkat 0,2 persen dari Juni menjadi 1,206 juta, tingkat tertinggi sejak Oktober 2007.

Para analis percaya bahwa peningkatan di pasar properti dapat mempengaruhi waktu kenaikan suku bunga AS.

Karena logam mulia tidak mengenakan tingkat suku bunga, kenaikan suku bunga akan memicu para investor menjauh dari emas dan menuju ke aset-aset yang memberikan tingkat pengembalian. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006.

Emas berada di bawah tekanan tambahan ketika indeks dollar AS naik 0,21 persen menjadi 97,02 pada pukul 18.50 GMT.

Emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah, jika mata uang AS ini menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dollar AS, menjadi lebih mahal bagi investor.

Sementara perak untuk pengiriman September turun 50,8 sen, atau 3,32 persen, menjadi ditutup pada 14,79 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 6,6 dollar AS, atau 0,66 persen, menjadi ditutup pada 994,10 dollar AS per ounce.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/

Rabu, 19 Agustus 2015

Rilis Data Perumahan AS Bikin Harga Emas Jatuh

Gold bars are displayed at the Ginza Tanaka store in Tokyo
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Harga emas kembali jatuh setelah rilis data perumahaan Amerika Serikat dan rencana bank Federal mengumumkan kenaikan suku bunga pada awal September.

Perumahan AS mulai naik setelah delapan tahun. Hal ini menunjukkan perekonomian di Negara Paman Sam tersebut mulai membaik pada semua lini.

Departemen Perdagangan AS mengatakan, penjualan perumahan pada Juli meningkat menjadi 1.206.000 atau naik 0,2 persen dari bulan Juni, level tertinggi sejak Oktober 2007.

"Sepertinya dalam jangka sangat pendek data ini cukup positif, sehingga dolar telah dihargai," kata Mitsubishi Corp, Jonathan Butler seperti dikutip CNBC, Rabu 19 Agustus 2015.

Spot emas diperdagangan di level US$1,116 per ons, setelah jatuh sebanyak 0,7 persen. Emas untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,1 persen pada US$1,116.90 per ons.

Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/

Jumat, 07 Agustus 2015

Data Tenaga Kerja Pengaruhi Laju Dolar AS

data-ekonomi-negatif-dolar-kembali-melemah-ZYACCKdpJ0
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Kurs dolar AS diperdagangkan berfluktuasi terhadap mata uang utama lainnya pada karena data pekerjaan datang sedikit di bawah konsensus pasar.
Sepertri dilansir Xinhua, Jumat (7/8/2015), dalam pekan yang berakhir 1 Agustus, angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal disesuaikan secara musiman mencapai 270.000, meningkat 3.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya dan sedikit di bawah perkiraan pasar, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan.
Rata-rata pergerakan empat minggu adalah 268.250, turun 6.500 dari rata-rata tidak direvisi minggu sebelumnya 274.750.
Para investor juga akan mengamati laporan penggajian non pertanian pada Jumat untuk petunjuk lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga pertama Federal Reserve dalam hampir sembilan tahun terakhir.
Pada akhir perdagangan di New York, euro menguat menjadi 1,0922 dolar dari 1,0898 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5514 dolar dari 1,5599 dolar.
Dolar Australia turun menjadi 0,7341 dolar dari 0,7348 dolar. Dolar dibeli 124,71 yen Jepang, lebih rendah dari 124,88 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik ke 0,9810 franc Swiss dari 0,9792 franc Swiss, dan bergerak turun menjadi 1,3120 dolar Kanada dari 1,3191 dolar Kanada.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Selasa, 16 Juni 2015

Data Ekonomi Negatif, Laju Dolar AS Melemah

\Data Ekonomi Negatif, Laju Dolar AS Melemah\
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya karena data ekonomi yang keluar dari negara itu secara keseluruhan negatif.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (16/6/2015), Federal Reserve AS pada Senin melaporkan bahwa produksi industri AS turun 0,2 persen pada Mei setelah jatuh 0,5 persen pada bulan sebelumnya, gagal memenuhi konsensus pasar untuk kenaikan 0,2 persen, lapor Xinhua.
Sementara itu, Survei Manufaktur Empire State (Negara Bagian New York) Juni 2015 yang dirilis Senin menunjukkan bahwa kondisi bisnis sedikit memburuk untuk produsen New York. Indeks kondisi bisnis umum turun lima poin menjadi -2,0, angka negatif kedua dalam tiga bulan terakhir.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,23 persen menjadi 94,754 pada akhir perdagangan.
Investor juga terus mengawasi krisis utang Yunani. Pembicaraan dua hari di Brussel antara perwakilan pemerintah Yunani dan kreditor atas prasyarat untuk pencairan bantuan lebih lanjut untuk Yunani berakhir kurang dari satu jam pada Minggu.
Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1292 dolar dari 1,1259 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5612 dolar dari 1,5552 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7765 dolar dari 0,7735 dolar.
Dolar AS dibeli 123,37 yen Jepang, lebih rendah dari 123,46 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik tipis ke 0,9285 franc Swiss dari 0,9283 franc Swiss, dan menurun menjadi 1,2317 dolar Kanada dari 1,2325 dolar Kanada.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Senin, 15 Juni 2015

Dolar AS Masih Berada dalam Tekanan Jual

\Dolar AS Masih Berada dalam Tekanan Jual\
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tekanan, setelah kemarin gagal menembus ke atas area 123.80 per yen Jepang. Kendati adanya data ekonomi yang positif dari sisi inflasi dan sentimen konsumen, dolar AS masih rawan aksi profit-taking.
Monex Investindo Futures, tingkat harga produsen AS mencetak kenaikan terbesar dalam 2,5 tahunan di Mei, seiring kenaikan harga bensin dan makanan, menandakan tekanan turun pada inflasi oleh penurunan harga minyak sudah akan berakhir.
Namun, aksi jual sempat terhenti oleh kenaikan di atas ekspektasi pada indeks sentimen konsumen Juni dari University of Michigan. "Meski demikian, dolar AS kembali mendapatkan momentum bearish untuk anjlok ke bawah level 123,20," jelas riset tersebut Senin (15/6/2015).
Adapun tingkat harga produsen di AS yang mencetak kenaikan tersebut, menandakan tekanan turun akibat harga minyak akan segera berakhir. Menurut data Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat indeks harga produsen bertambah 0,5 persen bulan lalu, kenaikan terbesar sejak September 2012.
Data tersebut menyusul penurunan sebesar 0,4 persen pada April. Sementara tahun ini, hingga Mei indeks harga produsen turun sebesar 1,1 persen, mencetak penurunan tahun beruntun keempat.
Tingkat harga turun sebanyak 1,3 persen dalam 12 bulan hingga April, penurunan terbesar sejak 2010. Ekonom memperkirakan PPI naik sebanyak 0,4 persen bulan lalu dan turun sebesar 1,1 persen dari tahun lalu.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Jumat, 12 Juni 2015

Wall Street Positif

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) bergerak positif pada perdagangan Kamis. Ini didorong oleh naiknya data penjualan ritel, yang membuat saham konsumer dan kesehatan naik.
Data penjualan sektor ritel AS di Mei naik 1,2%, atau di atas perkiraan. "Pada musim dingin lalu, penjualan ritel lesu, dan sekarang sudah membaik," kata Analis, Tim Ghriskey seperti dilansir dari Reuters, Jumat (12/6/2015).
Indeks Dow Jones Industrial naik 38,97 poin (0,22%) ke 18.039,37. Indeks S&P 500 naik 3,66 poin (0,17%) ke 2.108,86. Sementara indeks Nasdaq naik 5,82 poin (0,11%) ke 5.082,51.
Solidnya data penjualan ritel ini, mengikuti positifnya pertumbuhan lapangan kerja, dan stabilnya aktivitas industri manufaktur di AS. Investor berharap ini jadi momentum perbaikan ekonomi AS, setelah dimulai lambat pada kuartal II ini.
Meski begitu, pasar tetap memantau kondisi penyelesaian utang di Yunani. Utusan dari IMF gagal menemui kesepakatan dengan Yunani soal pembayaran utang.
Transaksi perdagangan saham di Wall Street pada Kamis mencapai 5,8 miliar lembar, atau di bawah rata-rata transaksi harian sebesar 6,1 miliar lembar.

Sumber: http://finance.detik.com/

Positifnya Data Ekonomi AS Buat Harga Emas Tertekan

Ilustrasi+Harga+Emas
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah karena data ekonomi AS yang positif memberikan tekanan terhadap logam mulia.
Seperti dilansir Xinhua, Jumat (12/6/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus kehilangan 6,2 dolar AS, atau 0,52 persen, menjadi menetap di 1.180,40 dolar AS per ounce.
Emas berada di bawah tekanan karena laporan yang dirilis Kamis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran sangat rendah, dengan klaim pengangguran awal naik 2.000 menjadi 279.000 pada minggu yang berakhir 6 Juni.
Analis mencatat bahwa rata-rata empat minggu naik untuk kali ketiga berturut-turut tetapi hanya sebesar 3.750 menjadi 278.750.
Logam mulia itu diletakkan di bawah tekanan tambahan ketika laporan penjualan ritel yang dirilis oleh Departemen Sensus AS pada Kamis menunjukkan penjualan ritel meningkat 1,2 persen pada Mei.
Kedua laporan positif ini mungkin telah meningkatkan antisipasi untuk kemungkinan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS.
Analis awalnya percaya bahwa suku bunga bisa naik pada awal Juni, namun karena data pekerjaan yang lebih buruk dari yang diperkirakan pada bulan Maret, sekarang memperkirakan bahwa suku bunga akan naik ketika data pekerjaan membaik.
Pertemuan Fed berikutnya dijadwalkan 15 Juni ketika investor mengharapkan berita tambahan tentang waktu kenaikan suku bunga, tetapi analis mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga The Fed pada Juni masih mungkin.
Perak untuk pengiriman Juli naik 0,1 sen, atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 15,96 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 10 dolar AS, atau 0,90 persen, menjadi ditutup pada 1.105,20 dolar AS per ounce.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Kamis, 11 Juni 2015

Bursa Saham AS Melonjak Ditopang Sektor Teknologi & Keuangan

bursa-saham-as-melonjak-ditopang-sektor-teknologi-keuangan-RolQu41KY5
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham AS melonjak pada Rabu, ditopang kenaikan di sektor teknologi serta keuangan. Sementara itu optimisme Yunani akan mencapai kesepakatan memberikan sentimen positif.
seluruh sektor terbesar S&P 500 ditutup menguat, dengan sektor teknologi naik 1,6 persen. Serta keuntungan di sektor keuangan.
Mengutip laman reuters, New York, Kamis (11/6/2015), sektor keuangan S&P naik karena prospek dari suku bunga lebih tinggi, naik 1,4 persen dan berbalik positif untuk tahun ini.
Hal ini juga mendorong Dow kembali ke wilayah positif untuk tahun ini dan membalikan empat sesi yang berturut-turut melemah dalam indeks blue-chip.
"Positif terbesar untuk pasar ini sekarang adalah keuangan," kata presiden perusahaan investasi LibertyView Capital Management di Jersey City, New Jersey, Rick Meckler.
Di eksternal, menteri keuangan zona euro mengatakan kesepakatan cash-for-reformasi dengan Athena masih mungkin dalam waktu untuk pertemuan mereka di 18 Juni, dengan tinggal beberapa masalah yang masih harus diselesaikan, tetapi Yunani kontra dengan usulan yang belum memuaskan.
Dow Jones Industrial Average naik 236,36 poin atau 1,33 persen ke 18.000,4, S&P 500 naik 25,05 poin atau 1,2 persen ke 2.105,2 dan Nasdaq Composite menambahkan 62,82 poin atau 1,25 persen ke 5.076,69.
Kekhawatiran Federal Reserve bisa menaikkan suku cepat daripada nanti telah membebani pasar saham yang luas. The Fed mengatakan akan menaikkan suku hanya jika titik data untuk pemulihan pertumbuhan ekonomi AS, yang telah datang ke terhenti pada kuartal pertama.
Bursa saham AS mencatat, indeks S&P 500 membukukan 35 saham menguat dalam 52-minggu dan empat melemah, Nasdaq tercatat 167 menguat dan 34 melemah.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Selasa, 09 Juni 2015

Penguatan Dolar Buat Ekonomi AS Tak Nyaman

293781_nilai-tukar-rupiah_663_382
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih menguat dibandingkan dengan sejumlah mata uang lainnya. Namun penguatan tersebut berdampak pada pelemahan ekonomi AS.
Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengatakan, presiden AS Barrack Obama melakukan pertemuan dengan presiden Perancis, dan mengakui bahwa AS tidak nyaman dengan penguatan mata uang dolar.
"Mereka tidak nyaman dengan penguatan dolar saat ini, ini akan jadi masalah karena jika dolar menguat maka ekonomi AS bisa minus," ujarnya dalam Power Breakfast di MNC Bussiness, Selasa (9/6/2015).
Menurutnya dengan penguatan dolar maka impor menjadi murah, ketika itu barang impor murah dan barang lokal tidak akan dibeli sehingga harga turun.
"Penguatan dolar ini juga membuat ekonomi minus karena impor jadi murah, ketika barang lokal tidak dibeli jadi harga turun," jelasnya.
Kiswoyo juga menambahkan, AS oleh karena itu berencana menurunkan suku bunga, karena dikhawatirkan mengalami bubble.
"Harga suku bunga tidak dinaikkan takutnya bubble, karena kalau terlalu lemah suku bunga bubble bisa pecah,"kata dia.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Kamis, 04 Juni 2015

Data Ekonomi AS Positif, Dolar Berakhir Mixed

Ilustrasi-uang-dollar-AS
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Kurs dolar AS di New York diperdagangkan bervariasi (mixed) terhadap mata uang lainnya di tengah data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan.
Defisit perdagangan internasional barang dan jasa Amerika Serikat menurun dari 50,6 miliar dolar AS pada Maret menjadi 40,9 miliar dolar AS pada April, jauh di atas ekspektasi pasar, karena ekspor meningkat sedangkan impor menurun, kata Departemen Perdagangan.
Sementara itu, lapangan kerja sektor swasta pada Mei meningkat 201.000 pekerjaan dibandingkan pada April, paling besar dalam empat bulan dan sedikit di atas perkiraan, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP Mei yang dirilis Rabu.
Angka ADP dipandang sebagai pra-indikator untuk laporan penggajian (payrolls) non pertanian yang sangat diamati, yang akan diumumkan pada Jumat.
Para investor juga mengamati dengan seksama perkembangan situasi utang Yunani, tetapi sejauh ini tidak ada tanda-tanda kemajuan yang jelas.
Pada akhir perdagangan di New York, euro menguat menjadi 1,1250 dolar dari 1,1165 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5314 dolar dari 1,5352 dolar. Dolar Australia turun ke 0,7770 dari 0,7775 dolar.
Dolar AS dibeli 124,35 yen Jepang, lebih tinggi dari 124,06 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9357 franc Swiss dari 0,9323 franc Swiss dan bergerak naik menjadi 1,2460 dolar Kanada dari 1,2405 dolar Kanada.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Rabu, 13 Mei 2015

Data Ekonomi AS Negatif, Dolar Kembali Melemah

A picture illustration shows U.S. 100 dollar bank notes and Japanese 10,000 yen notes taken in Tokyo
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya karena data ekonomi yang keluar dari negara itu secara keseluruhan negatif.
Seperti dilasnir Xinhua, Rabu (13/5/2015), lowongan kerja di AS menurun menjadi 4,994 juta dari tingkat direvisi pada Februari di 5,144 juta, kata Departemen Tenaga Kerja pada Selasa. Angka terbaru itu di bawah konsensus pasar 5,158 juta.
Sementara itu, Federasi Nasional Bisnis Independen melaporkan bahwa indeks optimisme usaha kecil naik 1,7 poin menjadi 96,9 pada April, sebuah angka bulan-ke-bulan yang layak tetapi masih di bawah rata-rata historis.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,48 persen menjadi 94,554 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1220 dolar dari 1,1158 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5676 dolar dari 1,5590 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7991 dolar dari 0 7901 dolar.
Dolar AS dibeli 119,89 yen Jepang, lebih rendah dari 120,10 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS merosot ke 0,9286 franc Swiss dari 0,9335 franc Swiss, dan merosot ke 1,1998 dolar Kanada dari 1,2096 dolar Kanada.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Kamis, 30 April 2015

Dolar Perkasa Tapi Ekonomi AS Hanya Tumbuh 0,2%, Ini Penjelasannya

images (3)
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Perekonomian Amerika Serikat (AS) stagnan pada 3 bulan pertama di 2015 (kuartal I-2015), pertumbuhannya hanya 0,2%. Angka ini di bawah ekspektasi para analis ekonomi yang memperkirakan bisa sekitar 1%.
Dilansir dari BBC, Kamis (30/4/2015), musim dingin membuat konsumsi masyarakat menurun. Sementara perusahaan energi tengah tertimpa jatuhnya harga minyak, sehingga harus memangkas investasinya.
Belum lagi penguatan dolar yang membuat ekspor turun 7,2%. Karena dengan penguatan dolar, barang dari AS menjadi mahal sehingga tidak bersaing.
Namun Departemen Perdagangan AS menyatakan, ada sinyal aktivitas ekonomi meningkat di kuartal II-2015. Pertumbuhan ekonomi AS ini lebih rendah dari kuartal IV-2014 yang masih tumbu 2,2%.
Dolar terus menguat karena ekspektasi akan dinaikkannya suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS, yaitu The Fed. Bahkan dolar sempat menyentuh nilai tertingginya dalam 10 tahun terakhir.
Kondisi penguatan dolar membuat ekspor turun. Namun impor naik akibat dolar menguat. Impor AS tumbuh positif 1,8%.
Dalam kata lain, penguatan dolar membuat barang impor jadi murah dan harga di dalam negeri menjadi rendah. Meski begitu, konsumsi tertahan akibat cuaca dingin
Pendorong ekonomi AS yang positif adalah dari sisi investasi yang naik 2%. Pengeluaran pemerintah malah turun 0,8% karena pemangkasan anggaran yang dilakukan.
Jadi, konsumsi swasta dan investasi jadi penggerak ekonomi AS selama kuartal I-2015.
Cuaca dingin, berarti aktivitas konstruksi melambat. Sementara penurunan harga minyak membuat produksi melambar, dan ada pengurangan nilai investasi. Jadi, bisnis di sektor pertambangan serta eksplorasi migas turun 48,7% sepanjang kuartal I-2015.
Perusahaan penyedia jasa pengeboran migas asal AS, Schlumberger memangkas anggaran investasinya sebesar US$ 500 juta, menjadi US$ 2,5 miliar. Demikian juga dengan Halliburton, yang memangkas investasinya 15% menjadi 2,8 miliar.
Angka pertumbuhan ini, menurut Analis Ekonomi Paul Ashworth, membuat banyak pihak khawatir pemulihan ekonomi masih jauh.
"Selama 12 bulan terakhir, ekonomi tumbuh 3%, dan kami berharap akan terus tumbuh di kisaran itu juga pada tahun ini," ujar Ashworth.

Sumber: http://finance.detik.com/

Rabu, 29 April 2015

BI Nilai Hanya Perekonomian Amerika Yang Perkasa Saat Ini

images (2)
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Faktor melemahnya kondisi ekonomi global membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan 5,7 persen sesuai APBN-Perubahan 2015 akan terganggu. Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS-BI) Mirza Adityaswara, hanya ekonomi Amerika Serikat (AS) yang perkasa di dunia saat ini.
"Jadi di dunia ini semuanya melemah, kecuali di AS saja," ucap Mirza di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Mirza pun mencontohkan ekonomi China yang sangat melambat pada tahun ini, jika dibandingkan lima tahun lalu. Dengan melambatnya ekonomi China, tentu akan mengganggu pasar ekspor Indonesia.
"Di China lima tahun lalu tumbuh 10 persenan. Sekarang tumbuh 6,8 persenan, kan jadi lambat sekali," paparnya.
Saat ditanya berapa realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015, Mirza enggan menjawabnya. Dirinya hanya menyebut, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 akan lebih rendah.
"Kan angkanya belum keluar. Tunggu saja. Kalau kuartal I ini kan baru awal. Kuartal I ini memang pola pengeluaran itu selalu rendah, tetapi kuartal II dan III akan lebih cepat. Pengeluaran pemerintah di kuartal I memang biasanya masih rendah, tapi kuartal II-III cepat. Kalau lihat polanya, kuartal II-III lebih baik," tukasnya.

Sumber: http://economy.okezone.com/

Selasa, 28 April 2015

Harga Emas Dunia Naik


Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Senin (27/4/2015) waktu setempat (Selasa pagi WIB), karena aksi short covering(pembelian kembali emas yang telah dijual) para investor. 

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, melonjak 28,2 persen atau 2,40 persen menjadi menetap di 1.203,20 dollar AS per ounce.

Aksi short covering mendominasi pasar pada Senin karena kontrak emas untuk pengiriman Mei berakhir, sehingga mendorong harga emas naik.

Investor sedang menunggu bank sentral AS, Federal Reserve, mengisyaratkan waktu kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan mereka yang dijadwalkan pada Rabu. 

Jika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunganya pada Juni, itu akan memberikan tekanan pada emas, karena logam mulia tidak dikenakan bunga.

Emas juga mendapat dukungan karena indeks dollar AS, indikator dollar terhadap sekumpulan mata uang dunia utama, turun 0,36 persen menjadi 96,61 dalam perdagangan tengah hari. 

Emas dan dollar biasanya bergerak berlawanan arah, sehingga pelemahan mata uang AS akan membuat emas yang dihargakan dalam dollar lebih murah bagi investor.

Sementara itu, perak untuk pengiriman Mei naik 75,8 sen, atau 4,85 persen, menjadi ditutup pada 16,394 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli menambahkan 32 dollar AS, atau 2,85 persen, menjadi ditutup pada 1.153,40 dollar AS per ounce. 


Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/