AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label presiden Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label presiden Jokowi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juli 2017

Polda Metro Usut Pembuat E-Mail yang Catut Nama Presiden Jokowi | PT Rifan Financindo


Jakarta, Rifan Financindo - Pihak Istana Kepresidenan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai surat elektronik (e-mail) yang mengatasnamakan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Polda Metro Jaya akan mengusut siapa pembuat e-mail tersebut.

"Itu kita akan telusuri, saya juga baru dapat tadi. Pasti kita usut," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Kapolda menegaskan bahwa surat tersebut tidak benar. "Itu tidak benar. Tidak pernah lembaga presiden melakukan itu," ujarnya.


Untuk pengusutan e-mail maupun surat palsu tersebut, tidak perlu adanya laporan langsung dari Presiden Jokowi maupun ibu negara. "Enggak usah, itu langsung ditindaklanjuti," imbuhnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Istana Kepresidenan Johan Budi SP mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menerima surat maupun e-mail yang mengatas namakan Presiden Jokowi dan Ibu Negara. Surat tersebut dikirim melalui akun email jokowiiriana@gmail.com yang dibubuhi tanda tangan Presiden Jokowi, dan tentunya palsu.

"Sehubungan dengan beredarnya copy surat di berbagai media sosial, maupun yang dikirimkan ke sejumlah instansi/BUMN, di mana pengirim surat tersebut menggunakan alamat atau akun e-mail dengan nama jokowiriana@gmail.com. Surat tersebut seolah-olah berasal dan ditandatangani Presiden Jokowi," kata Johan dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (11/7/2017).

Istana menegaskan bahwa Presiden Jokowi ataupun pihak Istana Kepresidenan tidak pernah mengeluarkan surat sejenis itu. Johan juga menegaskan Presiden Jokowi tidak memiliki akun e-mail, baik resmi maupun pribadi, dengan nama jokowiiriana@gmail.com.

"Istana akan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan terhadap pemilik akun e-mail maupun pembuat surat tersebut," ujar Johan. 



Jumat, 04 Desember 2015

Jokowi Ingin di 2019 Seluruh Rakyat Sudah Menikmati Listrik

Jokowi Ingin di 2019 Seluruh Rakyat Sudah Menikmati Listrik
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt berjalan mulus. Targetnya pada 2019 nanti rasio eletrifikasi sudah mencapai 100%, artinya semua rakyat bisa menikmati listrik.

"Kita harapkan akhir 2019 rasio elektrifikasi dapat mencapai 100% yang sesuai dengan yang kita harapkan," kata Jokowi dalam rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/12/2015)

Posisi sekarang, rasio elektrifikasi baru mencapai sekitar 85%. Tentunya perlu banyak upaya untuk mengejar target 100%. Khususnya menjangkau area yang berada di pulau-pulau terpencil dan terluar Indonesia.

Maka dari itu, perlunya dipercepat pembangunan pembangkit listrik dengan total kapasitas 35.000 mw. Jokowi juga menyampaikan, banyak investor yang tertarik pada proyek tersebut. Sehingga tidak ada alasan untuk menunda.

"Saya meminta agar semuanya dipercepat, baik dilakukan oleh pemerintah, maupun oleh BUMN, tidak ada alasan-alasan lain lagi, jangan sampai ditunda-tunda," pungkasnya.

Sumber: http://finance.detik.com/

Selasa, 10 November 2015

Bukan Hanya Bangun 1 Juta Rumah, Jokowi Juga Sediakan Subsidi KPR

Bukan Hanya Bangun 1 Juta Rumah, Jokowi Juga Sediakan Subsidi KPR
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program 1 juta rumah mulai tahun 2015. Bukan hanya membangun rumah dan rumah susun di sisi penyediaan, Jokowi juga menyediakan dana untuk membantu pembiayaan perumahan dari sisi masyarakat pembeli.

Dana tersebut diberikan dalam bentuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias subsidi pemilikan rumah. Fasilitas yang diberikan dari mulai uang muka ringan hingga 1% dari harga rumah hingga bunga KPR Ringan hanya 5%.

Dana yang dicadangkan pemerintah di tahun 2015 untuk FLPP adalah sebesar Rp 5,1 triliun yang disalurkan lewat sejumlah Bank Pelaksana. PT Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi penyalur terbesar dana ini.

"Kontribusi dari realisasi bantuan pembiayaan perumahan melalui KPR-FLPP sebesar 87.683 unit rumah," jelas Direktur Jendral Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Bantuan ini, kata dia, sengaja diberikan dengan harapan dapat mempermudah masyarakat dalam membeli rumah. Tanpa bantuan ini maka 1 juta rumah yang dibangun pemerintah akan sulit diserap karena kemampuan pembiayaan masyarakat yang terbatas.

"Saat ini MBR masih mengalami kendal memperoleh rumah melalui KPR karena kesulitan menyediakan uang muka dan dana-dana lainnya," pungkas dia.

Ingin tahu syarat apa saja yang diperlukan untuk dapat subsidi KPR? Baca di berita selanjutnya.

Sumber: finance.detik.com

Senin, 24 November 2014

Jokowi Gelar Rakor dengan Seluruh Gubernur di Istana Bogor


Jakarta,Rifan Financindo Berjangka - Presiden Joko Widodo pagi ini menerima Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Perekonomian di Kantor Presiden. Pertemuan itu akan membahas agenda rakor Presiden dengan seluruh gubernur siang nanti.
"Nanti kan ada pertemuan dengan gubernur-gubernur," ujar Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (24/11/2014).
Sofyan mengatakan, pertemuan dia dengan Jokowi juga membahas apa saja pembahasan antara Jokowi dengan para gubernur. Agenda rakor tersebut akan digelar siang nanti di Istana Bogor, Jawa Barat.
"Saya akan dibriefing oleh presiden terlebih dahulu dalam rangka pertemuan-pertemuan nanti," ujarnya.
Agenda Jokowi hari ini memang padat. Dia pagi ini dijadwalkan bertemu Menkeu, Wamenkeu dan Menko Perekonomian. Siang nanti dia akan gelar rakor dengan seluruh gubernur di Istana Bogor. Sedangkan sore nanti, dia akan bertemu Menteri PDT dan Transmigrasi di Kantor Presiden.


Sumber : http://news.detik.com/