AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label harga bbm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harga bbm. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2016

ESDM: Harga Premium dan Solar Akan Turun Lebih Dari Rp 200/Liter

ESDM: Harga Premium dan Solar Akan Turun Lebih Dari Rp 200/Liter
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Pemerintah mengisyaratkan akan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar pada 1 April mendatang.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmadja mengungkapkan, besaran penurunan harga BBM jenis Premium dan Solar bisa di atas Rp 200/liter. Hitungan ini didasarkan pada penguatan kurs rupiah dan penurunan harga minyak dunia.

"Insya Allah turun. Lebih dari itu (Rp 200/liter). Pokoknya lebih lah," katanya, ditemui di proyek jaringan gas (Jargas) Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Minggu (20/3/2016).

Sebelumnya, Menteri ESDM, Sudirman Said menyatakan akan ada penurunan harga BBM pada 1 April 2016 mendatang.

"Kalau melihat dari seluruh aspek memang akan mengalami penurunan. Kalau lihat kondisi penurunan harga minyak dunia, dan penguatan rupiah maka BBM kecenderungannya pasti akan turun," kata Sudirman.


Sumber: http://finance.detik.com/

Selasa, 15 Maret 2016

Harga Pertamax Hingga Pertalite Turun Lagi, Ini Daftarnya

Harga Pertamax Hingga Pertalite Turun Lagi, Ini Daftarnya
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Hari ini, PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga bensin Pertamax Cs, besarannya Rp 200/liter. Penurunan harga ini dilakukan mengikuti tren harga minyak mentah dunia. Sebelumnya harga Pertamax Cs turun di 1 Maret 2016 lalu.

"Penurunan ini ditetapkan dengan memperhatikan perkembangan harga minyak mentah dan produk dunia. Besaran penurunan harga sebesar Rp200 per liter berlaku sama untuk seluruh daerah dan untuk produk Pertamax/Bio Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina Dex yang berlaku terhitung mulai 15 Maret pukul 00.00," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro dalam keterangannya, Selasa (15/3/2016).

Berikut harga Pertamax Cs untuk wilayah Jakarta:
  • Pertamax dari Rp 7.950 per liter turun menjadi Rp7.750 per liter
  • Pertamax Plus dari Rp 8.950 per liter menjadi Rp 8.750 per liter
  • Pertamina Dex dari Rp 8.800 per liter menjadi Rp 8.600 per liter
  • Pertalite dari Rp 7.700 per liter menjadi Rp 7.500 per liter
Untuk Pertamax Racing tidak mengalami perubahan harga. Sementar solar/Biosolar non subsidi mengalami penurunan lebih dalam yaitu Rp 400 per liter di seluruh daerah.


Sumber: http://finance.detik.com/

Rabu, 06 Januari 2016

Harga BBM dan Listrik Turun, Daya Beli Masyarakat RI Makin Tinggi di 2016

Harga BBM dan Listrik Turun, Daya Beli Masyarakat RI Makin Tinggi di 2016

Jakarta, RIfan Financindo Berjangka - Awal tahun 2016 dimulai dengan 'kado' dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) serta elpiji 12 kg. Dampaknya akan cukup besar terhadap perekonomian Indonesia ke depannya.

Eric Sugandi, Ekonom Kenta Institute menilai kebijakan ini akan memperbaiki daya beli masyarakat. Apalagi bila dikombinasikan dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ikut naik.

"Dampaknya akan positif dalam memperbaiki daya beli masyarakat jika dikombinasikan dengankenaikan UMP, dampaknya terhadap daya beli masyarakat akan lebih besar," ujarnya kepada detikFinance, Rabu (6/1/2016)

Diketahui dalam setahun kebelakang, daya beli masyarakat memang sedikit melambat. Ini seiring dengan makin rendahnya harga komoditas dan memukul industri utama di dalam negeri, yakni perkebunan dan pertambangan. Kemudian menular ke sektor lainnya, khususnya perhotelan, makanan dan minuman.

Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sempat kewalahan melihat kondisi tersebut, meski kemudian diambil langkah kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp 3 juta per bulan. Hingga akhirnya konsumsi rumah tangga tetap terjaga di sekitar 5%.

David Sumual, Ekonom PT Bank BCA Tbk memperkirakan konsumsi rumah tangga di 2016 bisa di atas 5%. Ini pun akan menjadi penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi 2015 yang ditargetkan pemerintah sebesar 5,3%.

"Dengan terjadi penurunan BBM, jadi mendorong daya beli masih tetap bagus. Pertumbuhan konsumsi sekitar 5% atau lebih," jelas David kepada detikFinance.

Meskipun demikian, pemerintah juga tetap menjaga harga-harga barang kebutuhan pokok tidak melonjak. Seperti beras, daging sapi, cabai, bawang dan yang lainnya. Inflasi harus dikendalikan pada batas yang sesuai APBN, yakni 4,7%.


Sumber: http://finance.detik.com/

Senin, 04 Januari 2016

'Kado' Awal Tahun: Tarif Listrik, Premium Hingga Pertamax Turun

Kado Awal Tahun: Tarif Listrik, Premium Hingga Pertamax Turun

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Awal 2016 ini, rakyat Indonesia seperti mendapatkan 'kado' tahun baru khususnya di sektor energi. Kado tersebut berupa turunnya tarif listrik hingga bahan bakar minyak (BBM).

Dihimpun detikFinance, Senin (4/1/2016), berikut kebutuhan di sektor energi yang mengalami penurunan harga.

1. Listrik
Menguatnya nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya harga Indonesian Crude Price (ICP) November dibanding Oktober, serta efisiensi PLN menurunkan Biaya Pokok Penyediaan Listrik (BPP), membuat penurunan tarif listrik khususnya untuk golongan tariff adjustment.

Sehingga, mulai 1 Januari 2016, tarif listrik tariff adjustment, turun, berikut daftarnya:
- Tarif listrik di tegangan rendah/TR (untuk Rumah Tangga), Bisnis skala menengah, Kantor Pemerintah skala menengah), turun dari Rp 1.509,38 kWh menjadi Rp 1.409,16 kWh.
- Tarif listrik di tegangan menengah/TM (untuk Bisnis skala besar, Kantor Pemerintah skala besar, industri skala menengah), turun dari Rp 1.104,73 kWh menjadi Rp 1.007,15 kWh.
- Tarif listrik di tegangan tinggi/TT (untuk Industri skala besar), turun dari 1059,99 Rp/kWh menjadi Rp 970,35 kWh.

Tarif listrik terbaru ini berlaku sejak 1 Januari 2016.

2. Harga Premium turun
Bensin premium turun Rp 150/liter, seperti yang diumumkan pemerintah pada Rabu (23/12/2015) lalu.

Harga Premium dari Rp 7.300/liter turun jadi Rp 6.950/liter. Lalu ada pungutan dana ketahanan energi Rp 200/liter untuk premium, maka harga premium jadi Rp 7.150/liter, atau turun Rp 150/liter.

Harga baru premium ini berlaku mulai 5 Januari 2016.

3. Harga Solar turun Rp 250
Selain premium, pemerintah juga mengumimkan penurunan harga solar dari Rp 6.700/liter harga keekonomiannya saat ini Rp 5.650/liter, itu sudah termasuk subsidi Rp 1.000/liter, kemudian ditambah dana ketahanan energi Rp 300/liter untuk solar, jadi harganya Rp 5.950/liter.

Harga baru solar ini juga berlaku mulai 5 Januari 2016.

4. Pertamax
Anjloknya harga minyak mentah global juga berdampak pada turunnya harga produk BBM di SPBU.

Mulai 5 Januari 2016, harga Pertamax turun dari Rp 8.650/liter menjadi Rp 8.450/liter. Atau turun Rp 200.

5. Pertalite turun Rp 250
Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, tak hanya Pertamax, harga bensin terbaru Pertamina yakni Pertalite RON 90 turun Rp 250.

"Pertalite turun jadi Rp 7.950 per liter, dan berlaku mulai 5 Januari 2016," kata Bambang.


Sumber: http://finance.detik.com/

Rabu, 17 Juni 2015

Dirut Pertamina Jamin Harga BBM Tak Naik Selama Puasa

\Dirut Pertamina Jamin Harga BBM Tak Naik Selama Puasa\
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Menjelang Ramadan dan Lebaran, PT Pertamina (Persero) memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis Premium.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, jika BBM dinaikkan maka beban masyarakat akan semakin bertambah, terutama karena selama Ramadan harga kebutuhan pokok juga meningkat.
"Menjelang Ramadan dan Lebaran, tidak ada kenaikan harga premium. Kasihan masyarakat, jika kita naikan. Bebannya akan bertambah, apalagi kebutuhan pokok juga akan naik,”tuturnya di Jakarta.
Sebelumnya, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang juga membenarkan bahwa Pertamina tidak akan menaikkan harga BBM.
"Enggak, kami belum berencana menaikkan harga karena menjelang puasa," singkat Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang.

Sumber: http://economy.okezone.com/