AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label samsung galaxy s7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label samsung galaxy s7. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2016

Samsung Siapkan Galaxy S7 Sport

Samsung Siapkan Galaxy S7 Sport
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Varian terbaru Samsung Galaxy S7 sepertinya tak hanya Galaxy S7 Active. Vendor ponsel asal Korea Selatan ini diperkirakan sudah menyiapkan satu varian Galaxy S7 lainnya bernama Galaxy S7 Sport.

Laporan mengenai Galaxy S7 Sport ini terkuak melalui situs ekspor Zauba dengan nama kode SM-G880. Namun sayangnya, seperti dikutip detikINETdari News Softpedia, Rabu (18/5/2016), tak banyak informasi yang terpampang dalam situs asal India tersebut.

Informasi yang tertulis hanya menyebutkan perangkat ini sebagai bagian dari riset dan pengembangan, masih dalam evaluasi, dan belum untuk dijual.

Tidak ada keterangan mengenai spesifikasinya. Namun Zauba menginformasikan perkiraan banderol Galaxy S7 Sport. Perangkat ini kabarnya akan dijual seharga USD 477 atau sekitar Rp 6,3 juta.

elum diketahui perbedaan Galaxy S7 Active dengan Sport. Apakah nantinya akan sama-sama ditujukan bagi pengguna tangguh atau hanya sekedar tambahan varian murah dari Galaxy S7.


Sumber: http://inet.detik.com/

Senin, 14 Maret 2016

Soal Fitur Ini, Galaxy S7 Masih Kalah dari G5

Soal Fitur Ini, Galaxy S7 Masih Kalah dari G5
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Sebagai ponsel premium, wajar kalau Galaxy S7 dibekali segudang fitur kelas wahid. Tapi ternyata tidak semuanya, karena ada satu fitur yang masih setingkat lebih rendah dibanding pesaingnya.Seperti diketahui Galaxy S7 hadir dalam dua pilihan spesifkasi, yakni yang pakai prosesor Snapdragon 820 dan Exynos 8890. Salah satu kelebihan yang ditawarkan Snapdragon 820 adalah fitur Quick Charging 3.0 yang diklaim bisa mengisi 80% baterai hanya dalam waktu 30 menit.
G5 yang menggunakan prosesor yang sama pun menyodorkan kemampuan Quick Charging 3.0 itu. Namun tidak demikian dengan Galaxy S7, karena seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Senin (14/3/2016), Samsung lebih memilih Quick Charging 2.0 untuk ponsel terbaiknya itu.
Bukannya tanpa alasan, Samsung disebut memutuskan bertahan dengan Quick Charging 2.0 karena penggunaan dua pilihan prosesor yang diusungnya. Snapdragon 820 mungkin mendukung fitur pengisian cepat teranyar itu, tapi tidak dengan Exynos 8890. Chip bikinan Samsung sendiri ini hanya mentok di Quick Charging 2.0.
Dengan tujuan ingin memberikan pengalaman penggunaan yang sama di Galaxy S7 versi Snapdragon 820 dan Exynos 8890, Samsung pun bertahan dengan Quick Charging 2.0.
Namun sebenarnya selisih kemampuan antara Quick Charging 2.0 dan Quick Charging 3.0 tidak jauh-jauh amat. Quick Charging 3.0 klaimnya bisa mengisi 80% daya baterai hanya dalam waktu 30 menit, sementara Quick Charging 2.0 bisa mengisi baterai hingga 60% di rentang waktu yang sama.
Bandingkan dengan ponsel tanpa fitur quick charging yang hanya memperoleh pasokan daya sebesar 12% dalam waktu pengisian baterai 30 menit.
Jakarta - Sebagai ponsel premium, wajar kalau Galaxy S7 dibekali segudang fitur kelas wahid. Tapi ternyata tidak semuanya, karena ada satu fitur yang masih setingkat lebih rendah dibanding pesaingnya.
Seperti diketahui Galaxy S7 hadir dalam dua pilihan spesifkasi, yakni yang pakai prosesor Snapdragon 820 dan Exynos 8890. Salah satu kelebihan yang ditawarkan Snapdragon 820 adalah fitur Quick Charging 3.0 yang diklaim bisa mengisi 80% baterai hanya dalam waktu 30 menit.G5 yang menggunakan prosesor yang sama pun menyodorkan kemampuan Quick Charging 3.0 itu. Namun tidak demikian dengan Galaxy S7, karena seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Senin (14/3/2016), Samsung lebih memilih Quick Charging 2.0 untuk ponsel terbaiknya itu.
Bukannya tanpa alasan, Samsung disebut memutuskan bertahan dengan Quick Charging 2.0 karena penggunaan dua pilihan prosesor yang diusungnya. Snapdragon 820 mungkin mendukung fitur pengisian cepat teranyar itu, tapi tidak dengan Exynos 8890. Chip bikinan Samsung sendiri ini hanya mentok di Quick Charging 2.0.
Dengan tujuan ingin memberikan pengalaman penggunaan yang sama di Galaxy S7 versi Snapdragon 820 dan Exynos 8890, Samsung pun bertahan dengan Quick Charging 2.0.
Namun sebenarnya selisih kemampuan antara Quick Charging 2.0 dan Quick Charging 3.0 tidak jauh-jauh amat. Quick Charging 3.0 klaimnya bisa mengisi 80% daya baterai hanya dalam waktu 30 menit, sementara Quick Charging 2.0 bisa mengisi baterai hingga 60% di rentang waktu yang sama.
Bandingkan dengan ponsel tanpa fitur quick charging yang hanya memperoleh pasokan daya sebesar 12% dalam waktu pengisian baterai 30 menit.
Jakarta - Sebagai ponsel premium, wajar kalau Galaxy S7 dibekali segudang fitur kelas wahid. Tapi ternyata tidak semuanya, karena ada satu fitur yang masih setingkat lebih rendah dibanding pesaingnya.
Seperti diketahui Galaxy S7 hadir dalam dua pilihan spesifkasi, yakni yang pakai prosesor Snapdragon 820 dan Exynos 8890. Salah satu kelebihan yang ditawarkan Snapdragon 820 adalah fitur Quick Charging 3.0 yang diklaim bisa mengisi 80% baterai hanya dalam waktu 30 menit.G5 yang menggunakan prosesor yang sama pun menyodorkan kemampuan Quick Charging 3.0 itu. Namun tidak demikian dengan Galaxy S7, karena seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Senin (14/3/2016), Samsung lebih memilih Quick Charging 2.0 untuk ponsel terbaiknya itu.
Bukannya tanpa alasan, Samsung disebut memutuskan bertahan dengan Quick Charging 2.0 karena penggunaan dua pilihan prosesor yang diusungnya. Snapdragon 820 mungkin mendukung fitur pengisian cepat teranyar itu, tapi tidak dengan Exynos 8890. Chip bikinan Samsung sendiri ini hanya mentok di Quick Charging 2.0.
Dengan tujuan ingin memberikan pengalaman penggunaan yang sama di Galaxy S7 versi Snapdragon 820 dan Exynos 8890, Samsung pun bertahan dengan Quick Charging 2.0.
Namun sebenarnya selisih kemampuan antara Quick Charging 2.0 dan Quick Charging 3.0 tidak jauh-jauh amat. Quick Charging 3.0 klaimnya bisa mengisi 80% daya baterai hanya dalam waktu 30 menit, sementara Quick Charging 2.0 bisa mengisi baterai hingga 60% di rentang waktu yang sama.
Bandingkan dengan ponsel tanpa fitur quick charging yang hanya memperoleh pasokan daya sebesar 12% dalam waktu pengisian baterai 30 menit.
Sumber: http://inet.detik.com/

Jumat, 19 Februari 2016

Galaxy S7 Dibekali Layar yang 'Tak Pernah Mati'

Galaxy S7 Dibekali Layar yang Tak Pernah Mati
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Tak melulu soal penampakan, bocoran Galaxy S7 kali ini bicara soal fitur di layarnya. Calon flagship Samsung ini disebut akan dibekali layar yang tak pernah mati. Maksudnya?

Jadi kalau biasanya layar ponsel akan mati selepas penggunanya menekan tombol power/standby, layar Galaxy S7 disebut bakal tetap beroperasi dengan daya yang sangat rendah. Namun tampilannya memang jadi mentok cuma bisa menmpilkan warna hitam dan putih.

Karena cuma bisa menampilkan dua warna netral tersebut, dalam kondisi ini layar Galaxy S7 pun disebut hanya akan menampilkan notifikasi bagi penggunanya, seperti WhatsApp, BBM, email, dan yang lainnya.

Sebenarnya teknologi layar ini bukanlah hal baru. Perangkat seperti YotaPhone dan smartch Pebble telah membenamkam layar yang dinamai Always-On ini. Di YotaPhone layar Always-On yang berteknologi Electronic Paper Display (EPD) atau yang populer dengan sebutan E-Ink ini diposisikan sebagai layar keduanya.

Namun karena Samsung belum punya rencana membenamkan layar kedua di Galaxy S7, kabarnya produsen Korea Selatan ini ingin melebur teknologi Always-On ke dalam layar besutannya sendiri yang berbasis OLED.

Yang membuatnya mungkin, karena untuk membuat warna hitam di layar OLED hanya perlu mematikan backlight-nya. Di sisi daya, konsumsinya juga dipastikan bisa ditekan sangat signifikan. Berbeda dengan layar LCD yang masih butuh backlight meski ketika layar menampilkan warna hitam.

Meski demikian informasi ini masih sebatas spekulasi. Pembuktiannya akan terjawab pada 21 Februari mendatang yang disebut-sebut sebagai waktu kelahiran Galaxy S7. Produsen lain yang kabarnya juga akan membenamkan teknologi layar Always-On di flagship-nya dalam waktu dekat ini adalah LG di G5.


Sumber: http://inet.detik.com/