AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Tampilkan postingan dengan label Bloomberg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bloomberg. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2015

Rupiah Masih di Kisaran 13.000

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih dibayangi pelemahan pada perdagangan Jumat (6/3/2014) ini. Di pasar spot seperti dikutip dari data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka melemah ke posisi Rp 13.007 per dollar AS, dibanding penutupan kemarin pada 12.990. Namun hingga sekitar pukul 08.30 WIB, rupiah berhasil merangkak naik ke level 12.980.

Laju mata uang garuda masih rawan melemah seiring belum adanya sentimen positif di tengah penguatan indeks dollar AS. Meski dikabarkan otoritas Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi, namun menurut riset NH Korindo Secuurities, hal itu tidak banyak berpengaruh pada peningkatan laju rupiah. 

Selain itu, pernyataan dari BI maupun pemerintah yang terkesan tidak terlalu khawatir dengan pelemahan rupiah justru turut mendukung mata uang garuda semakin melemah. "Laju rupiah berada di atas target level support Rp 13.075 per dollar AS," demikian riset NH Korindo Securities, pagi ini. 

Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana laju rupiah masih memperlihatkan pelemahan, maka jika belum ada sentimen positif maka tekanan pun menguat. Rupiah diiperkirakan berada di rentang level Rp 13.075-13.000 per dollar AS. (kurs tengah BI).

Kemarin rupiah sempat melorot hingga 13.047 per dollar AS, posisi terlemah sejak tahun 1998 silam. Namun kabar intervensi BI, berhasil membuat rupiah pada penutupan perdagangan, kembali di bawah level 13.000.

Sementara untuk kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia Kamis kemarin berada di posisi 13.022, melemah dibanding sebelumnya pada 12.963.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/

Selasa, 24 Februari 2015

Kembali Terpuruk, Rupiah Makin Mendekati Rp 13.000 Per Dollar AS

0800374-uang-rupiah-780x390

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot kembali terpuruk hingga menembus level Rp 12.900. Data Bloomberg, hingga pukul 09.38 WIB, menunjukkan, mata uang Garuda ini melorot ke posisi Rp 12.902 per dollar AS atau melemah 66 poin dibanding penutupan kemarin pada Rp 12.836.

Hari ini rupiah diperkirakan akan kembali menghadapi tekanan pelemahan. Penguatan indeks dollar AS memberi tekanan bagi mata uang di tingkat global, termasuk atas mata uang Garuda. 

Berkurangnya sentimen negatif dari Zona Euro tidak berarti bahwa tekanan penguatan dollar AS berkurang. Dollar AS menguat menjelang pernyataan Gubernur The Federal Reserve, Janet Yellen, kepada Senat walaupun data AS mayoritas diumumkan memburuk malam tadi.  

Harga minyak mulai kembali ke tren penurunan setelah malam tadi kembali ke bawah 60 dollar AS per barrel. Sore nanti ditunggu data inflasi Zona Euro yang diperkirakan masih tetap rendah.   

Rupiah sendiri, menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, hanya berhasil mengurangi tekanan pelemahannya, tetapi gagal menguat. Terlihat beberapa mata uang di Asia berhasil menguat hingga kemarin sore.

"IHSG yang sempat melemah di saat bursa saham lain di Asia menguat cukup tajam akhirnya berhasil ditutup menguat. Tekanan rupiah pun diperkirakan bertahan hari ini," sebutnya.



Sumber: http://bisnisekonomi.kompas.com/

Senin, 23 Februari 2015

Rupiah Masih Stagnan di Level Rp12.800-an

rupiah tertekan

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat cenderung stagnan. Rupiah menguat tipis di Rp12.813 per USD.
Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (23/2/2015), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 11 poin atau 0,09 persen ke Rp12.813 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp12.824 per USD.
Rupiah dibuka pada level Rp12.830 per USD. Dalam pergerakan awal Rupiah bergerak di kisaran Rp12.807-Rp12.833 per USD.
Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, Rupiah bergerak mendatar hingga penutupan Jumat dengan kecenderungan menguat. Hal ini karena mata uang Asia merespons situasi pembicaraan Yunani dan Zona Euro yang belum mencapai kesepakatan.
"Hari ini rupiah diperkirakan mendapatkan sedikit sentimen positif untuk menguat memfaktorkan tercapainya kesepakatan pemberian bailout kepada Yunani," ujarnya

Sumber: http://economy.okezone.com/