JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah akan kembali diuji kekuatannya pada perdagangan Kamis (15/8/2013). Potensi tekanan terhadap rupiah terlihat di tengah penurunan cadangan devisa dan ditunggunya tanggapan atas itu atas tingkat suku bunga acuan atau BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur BI siang ini.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat di Rp 10.297 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg) kemarin di tengah pelemahan sebagian besar mata uang Asia lainnya. Sementara itu indeks saham di BEI ditutup menguat menjadi 4.699,73 (1,02 persen) mengikuti penguatan pada bursa utama Asia.
Sedangkan bursa global ditutup turun. Indeks Dow turun menjadi 15.337,5 (0,73 persen). Sedangkan yield obligasi pemerintah AS (Treasury Bond – TB) yang bertenor 10 tahun turun menjadi 2,714 persen.
Menurut riset Trust Securities, nilai tukar rupiah tidak beranjak dari zona merah seiring ekspektasi akan tetapnya level BI Rate dalam pertemuan BI pada Kamis ini. Pelaku pasar menilai jika BI tidak meningkatkan level BI rate maka pelemahan rupiah akan tetap tertekan karena tidak adanya daya tarik dalam memegang mata uang rupiah.
Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menyatakan untuk hari ini kemungkinan pasar Asia akan variatif terlihat dari indeks futurenya. Sedangkan rupiah berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp 10.310-10.350 per dollar AS merespon cadangan devisa yang turun.
Sumber :Klik disini







0 komentar:
Posting Komentar