Pasar saham Asia mengalami koreksi hari ini mengikuti kerugian di Wall Street tadi malam dimana fokus perhatian beralih ke perdebatan mengenai anggaran pemerintah federal di Washington yang bisa mengancam penutupan sebagian aktivitas ekonomi Amerika.
Euro yang mendapatkan manfaat dari kemenangan Angela Merkel dalam pemilihan umum di Jerman akhir pekan lalu juga mundur setelah kepala bank sentral Eropa (ECB) mengungkapkan kekhawatirannya terkait suku bunga.
Bursa saham Tokyo berakhir turun 9.81 poin di level 14,732.61 pada awal perdagangan pekan ini setelah Senin masih ditutup untuk libur umum, dengan apresiasi kecil pada yen memberatkan sebagian besar saham-saham eksportir. Saham di Sydney turun 0.35 persen atau 18.3 poin ke 5,234.2 dan KOSPI Korea Selatan kehilangan 0.11 persen atau 2.31 pon ke 2,007.10.
Indeks komposit Shanghai turun sebesar 0.61 persen atau 13.51 poin ke 2,207.53 sementara Hong Kong melemah 0.82 persen di 23179.04.
Saham-saham Asia juga tertekan oleh aksi profit taking pasca reli Kamis pekan lalu yang dimotori oleh keputusan yang mengejutkan hasil FOMC the Fed untuk tetap mempertahankan program stimulus moneternya.
Dengan tahun fiskal AS yang akan berakhir pada 30 September mendatang, pada pembuat kebijakan di negera tersebut masih belum mencapai kata sepakat terkait anggaran pemerintah. Presiden Obama menolak untuk menyetujui permintaan dari Partai Republik untuk melakukan pemangkasan besar-besaran atas undang-undang kesehatannya.
Bila mereka gagal untuk mencapai kompromi politik maka beberapa instansi pemerintah akan ditutup pada 1 Oktober dan akan berdampak pada ketidakmampuan pembayaran cuti dari ribuan pegawai non-staf.
Obama juga menghadapi pertarungan sengit seputar aturan batas pagu utang negara sejalan dengan ekspektasi bahwa pemerintah AS akan kekurangan dana tunai bulan depan - yang artinya adalah gagal bayar atas pembayaran obligasi.
Sumber :AFP, (24/9)







0 komentar:
Posting Komentar