Dolar jatuh ke level terendah delapan bulan terhadap euro karena berlanjutnya partial shutdown pemerintah AS yang menambah perhatian kepada memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menunda tapering stimulus moneter.
Index Bloomberg dolar AS jatuh terendah selama dua minggu terakhir setelah juru bicara parlemen, John Boehner mengisyaratkan kurangnya perkembangan pada penyelesaian kebuntuan fiskal setelah petinggi-petinggi kongres bertemu Presiden Barack Obama. Parlemen AS masih membutuhkan persetujuan atas kenaikan batas hutang untuk menghindari default setelah 17 Oktober mendatang. Permintaan terhadap Euro meningkat sebelum laporan perkiraan menunjukkan penjualan retail pada blok mata uang tunggal tersebut naik pada bulan Agustus.Yen melemah seiring kenaikan pada saham-saham Asia.
Fokus pasar berada di AS, dan kelanjutan tekanan yang kita lihat pada ekspektasi tapering, dan dampaknya terhadap imbal hasil obligasi AS dan dolar Amerika, menurut Mike Jones, perencana keuangan dari Bank of New Zealand Ltd. Di Wellington.
Dolar turun 0.2% ke level 1.3608 per Euro pada 12:50 siang waktu Tokyo setelah mencapai 1.3623 dolar, terlemah sejak 4 Februari. Greenback naik 0.3% ke level 97.63 yen setelah jatuh 0.9% selama lebih dari dua hari hingga kemarin. Sementara itu, mata uang Jepang melemah 0.5% ke level 132.85 terhadap euro.
Indek Bloomberg Dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sepuluh mata uang utama global sedikit berubah pada level 1,008.03 setelah jatuh ke level terendahnya sejak tanggal 19 September.
Acuan imbal hasil Treasury 10 tahun berada pada 2.62%, setelah mencapai terendah selama tujuh minggu sebesar 2.59% pada tanggal 30 September lalu. Sementara itu, saham-saham Indek MSCI Asia Pasifik naik 0.4%.
Sumber :Bloomberg, (3/10)







0 komentar:
Posting Komentar