Emas diperkirakan naik 8,8 persen menjadi $ 1,405 per ounce dalam waktu sekitar satu tahun kedepan, sesuai dengan respon rata-rata dalam survei peserta pada konferensi London Bullion Market Association (LBMA) di Roma.
Perkiraan tersebut adalah 27 persen di bawah rekor $ 1,921.15 yang tercatat pada September 2011. Perak, platinum dan paladium juga akan naik pada saat LBMA melakukan pertemua lagi di Lima pada bulan November tahun 2014, berdasarkan survei yang ditunjukan hari ini.
Bullion siap untuk mencatat penurunan tahunan pertamanya dalam 13 tahun terakhir karena sebagian investor sudah kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai tempat penyimpan nilai kekayaan tengah tanda-tanda penguatan ekonomi. Kepemilikan reksadana emas yang diperdagangkan di bursa adalah yang terendah dalam tiga tahun terakhir pada spekulasi bahwa Federal Reserve yang masih mempertahankan stimulus moneter bulan lalu, akan mulai mengurangi skala pembelian obligasinya.
"Moneter dan argumen investasi untuk emas adalah negatif, tapi dari sisi pembelian fisik umumnya adalah positif," kata James Steel, analis komoditas dari HSBC Securities (USA) Inc dalam sebuah wawancara di Roma. "Kelanjutan permintaan dari China pada tingkat yang tinggi tetap akan mendukung harga. Ekspektasi tapering dari the Fed sebagian besar telah dicerna pasar. Tekanan akan meningkat bila tapering menjadi lebih cepat dan lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya."
Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,291.88 yang tercatat pukul 16:23 di London dan siap untuk penurunan sebesar 23 persen tahun ini. Survei dari peserta pada konferensi pada tahun lalu di Hong Kong pada bulan November telah memperkiraan bahwa bullion akan naik menjadi $ 1,849 hingga pertemuan tahun ini .
Lebih banyak Bukti
The Fed mengatakan pada 18 September lalu bahwa mereka ingin lebih banyak bukti terhadap pemulihan ekonomi sebelum menurunkan skala pembelian obligasi senilai $ 85 milyar per bulan. Ben S. Bernanke telah mengejutkan para analis yang memperkirakan adanya pemangkasan sebesar $ 5 miliar, mengatakan bahwa ia khawatir bahwa suku bunga pasar, yang naik karena didorong oleh spekulasi pemangkasan skala stimulus, akan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Emas naik sebanyak 21 persen dari posisi terendah 34 - bulan pada bulan Juni sampai akhir Agustus karena harga yang lebih rendah mendorong permintaan untuk perhiasan, emas batangan dan koin, khususnya di Asia.
Lima puluh persen dari mereka yang disurvei mengatakan investor akan menjadi net buyer dari exchange-traded product yang diperdagangkan di bursa pada tahun 2014. Holdings turun 27 persen tahun ini dari 27 September.
Di antara mereka yang disurvei, 17 % persen mengatakan emas akan menjadi logam mulia berkinerja terbaik tahun depan, 16 % mengatakan perak , 33 % mengatakan platinum , dan 34 % mengatakan paladium.
Perak akan naik 20 persen menjadi $ 25 per ounce pada pertemuan tahunan ke depan, menurut survei. Platinum akan meningkat 22 persen menjadi $ 1.675 per ounce dan paladium akan gain 17 persen menjadi $ 837 per ounce.
Sumber :Bloomberg, ( 2/10)
.jpg)






0 komentar:
Posting Komentar