Kamis, 02 Januari 2014

Yen Pertahankan Penurunan Tahunan Terburuk Sejak 1979


Yen tetap rendah setelah mengalami penurunan tahunan terbesar sejak tahun 1979 di tengah prospek Bank of Japan akan melanjutkan langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendukung perekonomian dan mengakhiri deflasi lebih dari satu dekade terakhir.
Mata uang Jepang memperpanjang kerugian setelah Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan, dalam wawancara yang diterbitkan di surat kabar Yomiuri kemarin, bahwa pembuat kebijakan akan terus menstimulus sampai inflasi stabil di 2 persen. Kebijakan moneter di Jepang divergen dari Amerika Serikat, di mana Federal Reserve diperkirakan akan mengakhiri pembelian obligasi pada tahun ini. Dolar Australia melemah pasca data dari survei swasta resmi bergema kemarin yang menunjukkan pertumbuhan manufaktur di China dimoderasi.
Yen diperdagangkan di 105,28 per dolar pada pukul 12:04 siang di Singapura setelah ditutup pada 105,31 pada tanggal 31 Desember kemarin. Yen turun 18 persen pada tahun 2013. Mata uang Jepang diperdagangkan di 144,92 per euro dari 144,73 pada akhir tahun lalu. Euro berada di $ 1,3763.
Dolar Australia dibeli 89,23 sen AS, sedikit berubah setelah jatuh 14 persen pada tahun 2013. Pasar Jepang ditutup hari ini untuk liburan.
BOJ mempertahankan janji untuk memperluas basis moneter tahunan Jepang sebesar 60 triliun � 70 triliun yen ( $ 665 miliar ) pada mengumpulkan di bulan lalu. Pada bulan April mendatang, para pembuat kebijakan akan menaikan dua kali lipat pembelian obligasi bulanannya lebih dari 7 milyar yen untuk mengakhiri penurunan harga dalam 15 tahun.


Sumber :Bloomberg, (02/01)

0 komentar:

Posting Komentar