Dollar AS pertahankan perolehan gain sejak kemarin terhadap yen menjelang dimulainya rapat dua hari the Fed yang besar diperkirakan akan memangkas kembali program pembelian asset yang cenderung akan menurunkan nilai greenback (USD).
Namun yen pun tetap berada di level yang lebih rendah terhadap sebagian besar mata uang lainnya terkait menurunnya kegelisahan krisis pemisahan wilayah Crimea dari Ukraina.
Pihak Uni Eropa dan A.S siap mengenakan sanksi terhadap para individu di Rusia karena disinyalir melakukan pencaplokan atas wilayah Crimea dari Ukraina. Dolar Australia gain pasca rilis notulen rapat bank sentral bulan ini yang menegaskan kemungkinan terjadinya periode penguatan suku bunga.
Sejak hari kemarin yen sedikit berubah dilevel 101.76 per dollar pada 10:33 pagi di Tokyo yang sebelumnya melemah sebesar 0.4%. Mata uang Jepang tersebut menguatan 1.9% pekan lalu terhadap greenback, gain terbesar sejak lima hari yang berakhir 24 Januari lalu. Terhadap euro, yen turun sejak kemarin sebesar 0.1 % di level 141.79.
Sedangkan mata uang bersama 18 negara Eropa tersebut sedikit berubah di level $1.3931 dibandingkan penutupan New York kemarin pada level $1.3922.
Hari ini dan juga besok pihak otoritas keuangan AS akan mengadakan pertemuan dalam pertemuan pertama FOMC (Federal Open Market Committee) yang dipimpin oleh ketua the Fed baru, Janet Yellen sejak menggantikan Ben S. Bernanke pada bulan lalu.
Tahun ini bank sentral AS tersebut telah memangkas pembelian obligasi ke $65 milyar, dari $85 milyar di 2013. Bulan lalu Yellen telah menjanjikan langkah terukur yang lebih jauh guna memperlambat pembelian obligasi jika perbaikan ekonomi berlanjut.
Sumber : Bloomberg







0 komentar:
Posting Komentar