
Analis PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, mengatakan jika laju Rupiah masih tergantung dari pasar Amerika Serikat (AS) yang telah terlihat aneh. Pasalnya, ada kepanikan mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.
"Mereka panik karena ada asumsi Juni akan naik, membuat semua mata uang menjadi bermasalah terutama Euro," jelas Satrio kepada Okezone di Jakarta, Kamis (12/3/2015).
Lebih lanjut Satrio menjelaskan, bila pelemahan mata uang itu merupakan sebuah fenomena global. Sedangkan strategi pasif dari pihak Bank Indonesia (BI) yang tidak melakukan perlawanan agresif memang sudah benar.Lantaran kita juga harus menghemat secara fundamental ekonomi.
"Kondisi ekonomi kita memang masih bagus, kalau saya lihat memang Rupiah sedang dalam trend melemah. Rupiah memang sedang turun terhadap dolar AS, perlu digaris bawahi melihat ini harus sebagai penguatan dolar bukan sebagai pelemahan Rupiah," pungkas dia.
Sumber: http://economy.okezone.com/






0 komentar:
Posting Komentar