Kamis, 08 Agustus 2013

Emas berjangka rebound, akhiri kemerosotan terpanjang dalam 11 minggu



New York,Emas berjangka naik dan mengakhiri kemerosotan terpanjang dalam 11 minggu terakhir karena penurunan dolar meningkatkan permintaan untuk logam sebagai alternatif investasi.
The Bloomberg Dollar Index turun 0,3 persen, menuju kemerosotan terpanjangnya dalam tujuh minggu terakhir terhadap sekeranjang (10) mata uang pasangannya. Emas telah jatuh 23 persen tahun ini, sementara indeks dollar telah naik 3,5 persen di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan skala pembelian obligasi.
Melemahnya dolar telah membantu rebound emas," kata Sterling Smith, seorang spesialis komoditas berjangka dari Citigroup Inc, dalam sebuah wawancara telepon. "Namun, pasar akan terus tetap gelisah sampai kita mendapatkan kejelasan tentang jadwal penurunan skala stimulus" dari the Fed, katanya.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,2 persen untuk menetap di $ 1,285.30 per ounce pada pukul 2:07 p.m. di Comex, New York. Sebelumnya, harga menyentuh $ 1,271.80, terendah untuk kontrak paling aktif sejak 17 Juli. Logam tersebut turun dalam enam sesi sebelumnya, kemerosotan terpanjang sejak pertengahan Mei lalu.
Pada bulan Juli, emas naik 7,3 persen, terbesar sejak Januari 2012 setelah Ketua the Fed, Ben S. Bernanke mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memutuskan apakah akan menurunkan skala pembelian asetnya bulan depan. Presiden the Fed Bank of Chicago, Charles Evans, yang terkenal telah mendukung stimulus moneter AS kemarin mengatakan bahwa pasar tenaga kerja menunjukkan "peningkatan yang baik," dan ia menunjukan bahwa penurunan dalam pembelian obligasi dapat dimulai pada bulan September.

Sumber :(Bloomberg), 7/08

0 komentar:

Posting Komentar