Boston, Rumah sakit harusnya menjadi tempat di mana orang yang sakit berharap dapat sembuh usai mendapatkan perawatan. Namun tidak sedikit pasien yang karena kesalahan medis harus pulang dengan membawa penyakit tambahan usai menjalani perawatan medis.
Penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health (HSPH) baru-baru ini mengkalkulasikan total jumlah dari tindakan perawatan yang merugikan setiap tahunnya yang disebabkan kesalahan medis. Mereka menemukan bahwa setiap tahun lebih dari 43 juta orang dirugikan oleh perawatan medis yang tidak aman di seluruh dunia, di mana hal ini mengakibatkan hilangnya hampir 23 juta tahun kehidupan sehat.
"Kami menemukan bahwa jutaan orang di dunia sakit, cacat, dan kadang-kadang bahkan mati akibat kesalahan medis," ujar penulis Ashish Jha, profesor kebijakan kesehatan dan manajemen di HSPH, dalam siaran pers, dikutip dari Daily Mail, Kamis (19/9/2013).
Para peneliti HSPH menggunakan data dari lebih dari 4.000 artikel yang telah diterbitkan selama beberapa dekade sebelumnya serta dari studi epidemiologi diselanggarakan oleh World Health Organization yang mendukung penelitian ini. Para peneliti memeriksa tujuh hasil negatif umum yang mungkin terjadi di rumah sakit seperti:
1. Cedera karena obat
2. Infeksi kateter terkait saluran kemih
3. Infeksi aliran darah kateter
4. Pneumonia yang didapat saat di rumah sakit
5. Pembekuan darah di vena
6. Jatuh
7. Luka karena berbaring
Selanjutnya penulis mencontohkan dampak dari kejadian negatif dengan menggunakan metrik yang disebut "Kehidupan cacat yang disesuaikan bertahun-tahun" (DALYs), yang mengukur hilangnya hidup sehat karena sakit, cacat, atau kematian dini.
Anehnya, negara berpenghasilan tinggi melampaui negara berpenghasilan rendah dan menegah dalam hal insiden; untuk 100 rawat inap, 14,2 peristiwa negatif yang terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi, sementara 12,7 terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Kejadian buruk yang paling umum di negara-negara berpenghasilan tinggi adalah peristiwa efek samping dari obat, seperti ketika seseorang diberikan obat yang salah atau memiliki reaksi yang buruk (tingkat kejadian lima persen). Kejadian paling buruk yang paling umum di negara berpenghasilan rendah dan menengah adalah pembekuan darah di vena (tingkat kejadian tiga persen).
Meskipun orang dengan kondisi cacat lebih umum meninggal karena penyakitnya, penelitian menemukan bahwa kematian yang prematur adalah pedorong terbesar DALYs. 78,6 Persen dari kejadian buruk karena kesalahan medis terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi, sementara 80,7 persen di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Para penulis mencatat ada banyak jenis kejadian buruk lainnya yang bahkan tidak tersentuh sebelumnya. Misalnya saja jarum yang terinfeksi, produk darah yang terinfeksi, atau obat palsu.
"Penemuan ini adalah tanda penting bahwa kita perlu berinvestasi dengan meningkatkan kualitas dan keamanan dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia," kata penulis senior, David Bates, wakil presiden senior untuk kualitas dan keamanan di Brigham and Women's Hospital.
Sumber







0 komentar:
Posting Komentar