Dolar tahan gain dua pekannya terhadap yen menjelang pidato resmi Federal Reserve ditengah tanda-tanda ekonomi AS cukup kuat bagi bank sentral untuk memangkas stimulus moneternya.
Dolar AS masih tinggi pasca rilis data pekerjaan pada pekan lalu yang melebihi dari perkiraan para ekonom, mendorong acuan imbal hasil obligasi Treasury. Federal Reserve Bank dari Minneapolis President Narayana Kocherlakota dan Dennis Lockhart dari Atlanta akan berpidato besok. Yen menahan penurunan terhadap mayoritas mata uang lain rekor laporan Jepang musiman menyesuaikan defisit neraca berjalan di bulan September dan sebuah gap perdagangan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya .
Dolar berada pada level 98.99 yen pada pukul 6:45 pagi di London pasca kenaikan 1% ke level 99.05 pada tanggal 8 November. Dolar gain sebesar 1.7% dalam dua pekan terakhir. Maat uang AS sedikit berubah pada level $1.3364 per euro. Mata uang 17 negara eropa jatuh 0.1% ke level 132.30 yen.
Kocherlakota dijadwalkan akan berpidato besok terkait kebijakan moneter dan akan mengambil pertanyaan mengikuti pidatonya. Dia mengatkan pada tanggal 17 Oktober bahwa pembuat kebijakan harus mengambil apapun itu guna mendorong bagi pengembalian yang lebih cepat terhadap tenaga kerja ketika mempertahankan inflasi mendekati 2%, meliputi kemungkinan menggelontorkan stimulus yang lebih. Lockhart mengatakan pada tanggal 8 November bahwa Federal Reserve akan mempertimbangkan pengurangan program pembelian obligasinya pada pertemuan kebijakan bulan depan.
Tenaga kerja AS naik sebesar 204,000 pekerja di bulan Oktober, dibanding dengan rata-rata survey Bloomberg News kenaikan sebesar 120,000, laporan yang dirilis pada pekan lalu Tingkat pengangguran naik sebesar 7.3% dari hampir lima tahun terendahnya.
Sumber :Bloomberg, (11/11)







0 komentar:
Posting Komentar