Minyak WTI (West Texas Intermediate) jatuh untuk hari kedua terkait spekulasi bahwa cadangan minyak A.S mengalami peningkatan untuk pekan ke-11 yang diimbangi oleh optimisme terhadap ekspansi ekonomi China. Brent menguat di London. Kontrak berjangka di New York jatuh 0.3% setelah kehilangan sebanyak 1% Maret kemarin, yang terbesar empat bulan terakhir. Cadangan minyak mentah pekan lalu kemungkinan naik hingga 2.5 Juta barel, berdasarkan survey Bloomberg menjelang laporan dari pihak Energy Information Administration pada hari esok. Index PMI (manufacturing purchasing managers) China bulan lalu naik ke level 50.3, mengalahkan perkiraan turun ke level 50.1 dalam polling yang dilakukan secara terpisah. WTI untuk pengiriman Mei jatuh 25 sen ke level $101.33 per barel dalam perdagangan elektronik pada New York Mercantile Exchange dan berada dilevel $101.41 pada 12:40 siang waktu Sidney. Kontrak tersebut kemarin turun 9 sen ke level $101.58. volume perdagangan seluruh kontrak berjangka berada dikisaran 67% dibawah rata-rata 100-hari, dengan kenaikan harga sebesar 3.2% dikuartal pertama. Brent untuk settlement Mei turun 6 sen ke level $107.70 per barel pada ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. acuan minyak mentah Eropa berada dilevel premium $6.29 bagi WTI. Dengan spread kemarin yang menyempit untuk hari keempat menuju penutupan dilevel $6.18. Cadangan bahan bakar di A.S, kemungkinan menyusut hingga 2 Juta barel dalam pekan yang berakhir 28 Maret bulan lalu, berdasarkan survey estimasi median dari 7 analis menjelang laporan dari pihak EIA. Unit penyulingan umumnya ditutup untuk maintenance dalam musim dingin terakhir sebelum kembali mulai di musim semi nanti guna memenuhi tingkat permintaan di musim panas terhadap bahan bakar mesin.
Sumber : Bloomberg







0 komentar:
Posting Komentar