Senin, 05 Mei 2014

WTI Menguat; Brent Bertahan Dekati 3-Hari Tertinggi


Minyak jenis Brent terayun diantara gain dan juga loss mendekati 3-hari tertinggi menjelang rilis data China, sebagai konsumen minyak mentah terbesar kedua didunia.
Sedangkan minyak WTI (West Texas Intermediate) di New York mengalami penguatan.
Kontrak berjangka di London sedikit berubah setelah naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir pada 2 Mei pekan lalu yang berada ditengah maraknya ketegangan di Ukraina.
Sementara hasil pembacaan akhir index PMI (Purchasing Managers Index) China dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics kemungkinan menempati level 48.4 pada periode April kemarin, memberikan sinyal kontraksi bulan keempat berturut, berdasarkan survey Bloomberg.
Selain itu output minyak mentah Libya turun setelah para demonstran meminta bayaran yang lebih besar untuk penutupan ladang minyak.
Minyak mentah jenis Brent untuk settlement Juni berada dilevel $108.55 per barel pada ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, turun 4 sen pada 11:26 pagi waktu Sidney.
Kontrak tersebut naik 0.8% ke level $108.59 pada 2 Mei pekan lalu, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 29 April lalu, dengan volume perdagangan seluruh kontrak berjangka yang berada dikisaran 23 % dibawah rata-rata 100-hari.
WTI untuk pengiriman Juni berada sebanyak 14 sen lebih tinggi dilevel harga $99.90 per barel dalam perdagangan elektronik pada New York Mercantile Exchange, yang naik 0.3% pada 2 Mei lalu, sementara kontrak di New York menempati level diskon diposisi harga $8.72 bagi minyak jenis Brent.


Sumber : Bloomberg

0 komentar:

Posting Komentar