Jumat, 21 September 2018

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - 5 Fakta Tentang Asia Sentinel, Media yang Bikin Geram SBY



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA  Saat ini media Asia Sentinel menjadi sorotan di Indonesia.

Sebab, salah satu pemberitaannya menyinggung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang 

Yudhoyono yang dikaitkan dengan kasus Century.

Dalam artikel tersebut, Asia Sentinel menulis bahwa SBY terlibat dalam skandal Bank Century. Artikel itu, 
seperti dalam pernyataan Asia Sentinel, ditulis pemimpin redaksinya, John Berthelsen.

Setelah berita yang mereka buat tersebar dan menjadi kontroversi, kemarin Asia Sentinel akhirnya 
meminta maaf dan mencabut artikel tersebut.

 Berikut 4 fakta soal Asia Sentinel yang buat geram SBY:

1. Media online yang berkantor di Hong Kong

Asia Sentinel berkantor pusat di Hong Kong. Media ini didirikan oleh empat wartawan senior ekspatriat yang berpengalaman di wilayah tersebut. Beberapa artikel dari Asia Sentinel juga muncul dalam media Asian Correspondent. Media tersebut juga berkantor di Hong Kong.
Para editornya tinggal di Asia, termasuk Vietnam, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Hong Kong, Cina, Thailand dan Indonesia. Koresponden untuk situs ini diambil dari wartawan di seluruh wilayah di Asia.

2. Pemberitaannya mencakup isu se-Asia

Asia Sentinel menulis berbagai pemberitaan regional Asia yang berfokus pada berita, bisnis, seni dan budaya. Situs ini diluncurkan pada Agustus 2006.
"Asia Sentinel diciptakan untuk menyediakan platform untuk berita, analisis dan opini tentang isu-isu nasional dan regional di Asia. Ini adalah independen dari semua pemerintah dan perusahaan media besar. Ini terbuka untuk kontribusi, tidak hanya dari wartawan tetapi dari para profesional di bidang-bidang seperti keuangan, diplomasi, sains, dan seni." kata pendiri media ini.

3. Isu yang Pernah Diliput

Asia Sentinel pernah meliput tentang kuatnya Hong Kong, melalui pemberitaan tentang struktur kekuasaan dan kebijakan pembangunan ramah taipan di wilayah itu. Lalu tentang Singapura, dengan pemerintahan yang terpusat di negara dan kota.
Pejabat di negara Thailand juga pernah diulas. Media itu menerbitkan informasi yang menyelidiki peran Raja Thailand dalam acara-acara politik. Para jurnalis arus utama dilarang meliput karena ada undang-undang lse majest di Thailand.

4. Menulis soal SBY dan kasus Bank Century

Asia Sentinel pernah mempublikasikan artikel investigasi terkait konspirasi pada kasus Bank Century. Dalam tulisan itu mengait-ngaitkan nama SBY dan 30 pejabat lain. Dan ada tulisan tuduhan soal pencucian uang.
Artikel itu ditulis langsung oleh pendiri Asian Sentinel John Berthelsen berdasarkan laporan investigasi sebanyak 488 halaman sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauitius pekan lalu.
Terkait artikel ini langsung mengundang reaksi para politis Demokrat. Mereka menganggap tulisan di media Asia Sentinel itu fitnah.

5. Langsung mengeluarkan artikel berisi permohonan maaf

Setelah pemberitaan Asia Sentinel tentang kasus Bank Century dan SBY geger, akhirnya media tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat.
"Asia Sentinel ingin menarik kembali artikel yang terbit pada 10 September 2018 yang ditayangkan di situs tentang pemerintahan Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia," demikian isi permintaan maaf yang dikutip merdeka.com, dari situs asiasentinel.com
Dijelaskan juga, Asia Sentinel mengakui jika artikel yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi John Berthelsen, secara tidak adil telah menyampaikan berbagai tuduhan terkait gugatan kasus century yang sedang berjalan. Sebagai tindak lanjut permintaan maaf, Asia Sentinel juga menyatakan telah mencabut artikel itu dari situs mereka.
"Kami mengakui bahwa kami tidak meminta konfirmasi terhadap nama-nama yang disebut dalam artikel itu. Artikel itu juga sangat sepihak dan telah melanggar praktik jurnalisme yang adil."

Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

krs/fyk)
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA (Palembang) | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
  • RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
Sumber: Liputan 6
Ed – rifanfinancindo

0 komentar:

Posting Komentar