PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Selasa (6/10/2020), Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Soembarto, mendatangi Polda Metro Jaya. Ia melaporkan Najwa Shihab terkait aksi wawancara kursi kosong yang viral pada 28 dan 29 September 2020.
“Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela Presiden karena Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Joko Widodo,” kata Silvia kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta.
Laporan ini ditolak Polda Metro Jaya. Silvia disarankan menyambangi Dewan Pers. Kabar ini sampai ke kuping Najwa Shihab. Pada hari yang sama, Najwa Shihab merespons via akun Instagram terverifikasi miliknya.
Berasal dari Publik
Presenter kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977 ini menjelaskan bahwa media massa perlu menyediakan ruang untuk mendiskusikan dan mengawasi kebijakan-kebijakan publik.
BACA JUGA : CELEBRITY NEWS UPDATE - Inilah Alasan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Soal Sering Prank Rafathar
“Pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan juga berasal dari publik, baik para ahli/lembaga yang sejak awal concern dengan penanganan pandemi maupun warga biasa,” beri tahu Najwa Shihab.
Usaha Perankan Fungsi
“Itu semua adalah usaha memerankan fungsi media sesuai UU Pers yaitu ‘mengembangkan pendapat umum’ dan ‘melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum,’” ia menyambung.
Najwa Shihab mengingat, treatment kursi kosong belum pernah dilakukan di Indonesia, tapi lazim di sejumlah negara yang punya sejarah kemerdekaan pers cukup panjang. Amerika Serikat, misalnya.
Dilakukan Piers Morgan
“Di Amerika sudah dilakukan bahkan sejak tahun 2012, di antaranya oleh Piers Morgan di CNN dan Lawrence O’Donnell di MSNBC’s dalam program Last Word,” papar Najwa Shihab, panjang.
Pada 2019, di Inggris, Andrew Neil, wartawan BBC, menghadirkan kursi kosong yang sedianya diisi Boris Johnson, calon Perdana Menteri Inggris, yang kerap menolak undangan BBC.
Trending Lagi
Hal serupa juga dilakukan Kay Burley di Sky News ketika Ketua Partai Konservatif James Cleverly tidak hadir dalam acara yang dipandunya,” urai Najwa Shihab. Polemik ini membuat video wawancara kursi kosong kembali tren.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Why







0 komentar:
Posting Komentar