Selasa, 10 September 2013

Dollar AS jatuh pada prospek perdamaian di Suriah



Dollar AS turun untuk hari kedua terhadap pasangan-pasangan utamanya ditengah prospek penawaran Rusia untuk membuat Suriah menyerahkan senjata kimianya guna menghindari serangan militer dari Amerika, meredam permintaan terhadap mata uang safe haven.
Barack Obama akan melakukan pidato televisi hari ini terkait kredibilitas Amerika yang dipertaruhkan jika dugaan penggunaan senjata kimia dari rezim kekuasaan Suriah tidak terbukti. Yen jatuh ke level terendah dua pekan terhadap euro setelah risalah rapat Bank of Japan menunjukan bahwa para pembuat kebijakan di Jepang setuju bahwa kebijakan pelonggaran moneter telah memberikan pengaruh kedalam perekonomian.
Dolar tergelincir 0,1 persen menjadi $ 1,3271 per euro pada 6:42 pagi di London setelah jatuh 0,6 persen kemarin, ketika menyentuh $ 1,3281, terlemah sejak 29 Agustus. Mata uang tersebut diperdagangkan pada 99,63 yen dari 99,58 yen sebelumnya. Sementara, mata uang bersama Eropa naik 0,2 persen menjadi 132,23, terbesar sejak 26 Agustus.
Rusia menanggapi santai pernyataan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry yang mendesak agar Suriah menyerahkan gudang senjata kimianya untuk pengawasan internasional .
"Jika pembentukan kontrol internasional senjata kimia di negara itu akan membantu menghindari serangan militer, kami akan segera mulai bekerjasama dengan Damaskus," kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov setelah pertemuan dengan sejawatnya dari Suriah di Moskow kemarin. Pemerintah Suriah mengatakan telah menyambut baik gagasan itu.
Tony Blinken, deputi penasehat keamanan nasional Obama mengatakan bahwa pemerintah AS akan meninjau usul Rusia tersebut, namun sambil menambahkan bahwa reputasi Assad tidak memberi kita banyak keyakinan."
Namun, penurunan dolar dapat terbatas atas ekspektasi pemangkasan pembelian obligasi bulanan the Fed hingga menjadi $ 75 miliar dari yang ada saat ini sebesar $ 85 milyar pada pertemuan September FOMC tanggal 17-18 September mendatang, menurut perkiraan rata-rata ekonom yang disurvei Bloomberg News pada 6 September.
Tingkat upah di AS meningkat 169.000 pada bulan lalu, kurang dari 180.000 yang diperkirakan dalam survei Bloomberg, berdasarkan angka dari Departemen Tenaga Kerja AS pada 6 September lalu.
"Bahkan setelah data payrolls AS yang mengecewakan di hari Jumat lalu, fundamental masih mendukung untuk the Fed memangkas stimulusnya minggu depan," kata Kazuo Shirai, pedagang dari Union Bank NA di Los Angeles. "Meski begitu, kenaikan suku bunga tidak akan terjadi hingga 2014 atau 2015." tambahnya
Dolar akan "secara bertahap" naik hingga 100 yen dan kemudian dapat menembus target 105, katanya .
Produksi industri China meningkat 10,4 persen pada bulan Agustus dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan kenaikan 9,7 persen pada bulan sebelumnya, kata Biro Statistik Nasional mengatakan hari ini di Beijing. Estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg adalah untuk kenaikan 9,9 persen. Penjualan ritel naik 13,4 persen setelah kenaikan 13,2 persen pada bulan Juli, melampaui estimasi untuk kenaikan 13,3 persen.
Sementara, dolar Australia naik 0,5 persen menjadi 92,77 sen AS, dan menyentuh 92,90, terkuat sejak 26 Juli. Mata uang Selandia Baru naik 0,4 persen menjadi 80,50 sen AS , setelah mencapai 80,61, tertinggi sejak 20 Agustus.


Sumber :Bloomberg, (10/9)

0 komentar:

Posting Komentar