Rabu, 11 September 2013

Minyak WTI Turun Untuk Hari Ketiga seiring AS Serukan Penundaan Terhadap Suriah


Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) turun untuk hari ketiga setelah Presiden Barack Obama menyerukan penundaan pada otorisasi serangan militer terhadap Suriah, ini mengurangi kekhawatiran bahwa konflik akan mengganggu ekspor minyak Timur Tengah.
Minyak WTI Berjangka turun sebanyak 0,8% di New York setelah mencapai yang level terendahnya dalam tiga minggu kemarin. Obama mengatakan dalam pidato ditelevisi bahwa ia meminta Kongres untuk menunda pemungutan suara pada penggunaan kekuatan militer sedangkan administrasi mengejar proposal bagi Suriah untuk menyerahkan senjata kimianya. Suriah telah menyetujui rencana Rusia untuk menyerahkan senjata kimianya, menurut kantor berita Interfax.
Minyak WTI untuk pengiriman Oktober turun sebanyak 86 sen ke level $ 106,53 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 11:45 waktu Sydney. Kontrak minyak tersebut jatuh sebanyak $2,13 untuk $107,39 kemarin, ini menjadi penutupan terendah sejak 4 September. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 17% di bawah rata-rata 100 hari.
Minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun sebanyak 23 sen, atau sebesr 0,2%, ke level $111,02 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Selisih minyak mentah patokan Eropa dengan WTI berjangka lebih tinggi sebesar $ 4,40 untuk setelah ditutup pada $ 3,86%, kesenjangan tersempit di sekitar tiga minggu.


Sumber :Bloomberg, (11/9)

0 komentar:

Posting Komentar