Harga minyak naik di perdagangan Asia pada hari Rabu namun tekanan yang dihadapi dari kekhawatiran permintaan AS dan spekulasi atas masa depan program stimulus Federal Reserve, kata para analis.
Minyak West Texas Intermediate ( WTI ) untuk pengiriman Desember naik 41 sen ke level harga US$ 93,78 per barel di perdagangan Asia pertengahan pagi, setelah tenggelam ke level harga US$ 1,25 menjadi ditutup pada level terendahnya dalam lima bulan terakhir di New York.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember naik 45 sen menjadi US$ 105,78.
EIA mengharapkan laporan persediaan AS meningkat 1,9 juta barel pada pekan ini yang berakhir 1 November, menurut analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires.
Persediaan minyak di Amerika Serikat telah meningkat selama enam minggu terakhir, dengan sekitar 28 juta barel, meningkatkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan di ekonomi terbesar dunia tersebut dan konsumen terbesar minyak mentah.
Lennox menambahkan bahwa pasar juga melihat ke depan untuk rilisdata pada hari Kamis dari produk domestik bruto kuartal ketiga AS (GDP) yang diperkirakan meningkat.
Hasil laporan GDP akan memberikan investor ide yang lebih baik tentang rencana The Fed untuk program stimulus, dengan pertumbuhan yang kuat Bank Sentral akan memangkas program stimulus
AS optimis data sektor layanan pada hari Rabu menambahkan harapan akan dimulainya pemangkasan pembelian obligasi senilai US$ 85 miliar perbulan pada awal tahun depan.
Sumber :AFP, (06 /11)







0 komentar:
Posting Komentar