Minyak mentah WTI berayun diantara gain dan loss mendekati level $103 per barrel ditengah spekulasi cadangan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, penurunan disertai udara dingin yang memicu tingkat permintaan bahan bakar dalam konsumen terbesar didunia.
Kontrak berjangka berfluktuasi di New York setelah kenaikan yang pertama selama tiga hari terakhir kemarin. Sementara cadangan di Cushing, yang merupakan hub penyimpanan minyak terbesar dinegara itu, kemungkinan turun untuk minggu keempat, berdasarkan survey Bloomberg.
Temperatur disekeliling Midwest diperkirakan berada dibawah angka Nol Fahrenheit terkait dengan putaran kedua dari udara kutub utara yang menyapu kawasan Selatan dari Kanada.
Minyak Brent kemarin naik di London setelah after National Oil Corp. milik negara Libya mengatakan bahwa output minyak mentah telah menurun seiring terhentinya ladang minyak di Sharara.
WTI untuk pengiriman April berada dilevel $102.67 per barrel, turun 15 sen, dalam perdagangan elektronik pada the New York Mercantile Exchange 11:51 pagi waktu Sidney, dengan kenaikan kontrak kemarin sebesar 0.6% dilevel $102.82, volume perdagangan kontrak berjangka berada dikisaran 75% dibawah rata-rata 100-hari.
Brent oil untuk penetapan April turun 11 sen, atau sebanyak 0.1%, ke level $110.53 per barrel pada the ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London setelah kemarin naik 0.7%. sementara minyak mentah acuan Eropa berada dilevel premium $7.92 untuk WTI.
Sumber : Bloomberg







0 komentar:
Posting Komentar