Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan
kembali diuji kekuatannya pada perdagangan Kamis (12/3/2014) ini. Pada
awal perdagangan di pasar spot, seperti dikutip dari data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka menguat ke posisi Rp 13.174 per dollar AS, atau naik 18 poin dari penutupan kemarin pada 13.192.
Rupiah
masih rawan melemah seiring belum adanya sentimen positif di tengah
penguatan tajam indeks dollar AS. Indeks dollar AS naik tajam ke level
tertinggi dalam 12 tahun.
Penguatan dollar AS hingga dini hari
tadi masih diiringi oleh aksi jual di S&P 500 yang melemah tipis.
Harapan kenaikan suku bunga the Fed masih menjadi penyebab utama di
tengah minimnya rilis data ekonomi. Mata uang Asia yang melemah hingga
sore kemarin menunjukkan kuatnya dollar AS juga terjadi di Asia.
Data
ekonomi Tiongkok yang kurang baik menambah tekanan dollar AS kuat di
Asia. Malam ini penting ditunggu data penjualan ritel AS serta monthly
budget statement pemerintah AS. Rupiah kembali melemah bersama mata uang
lain di Asia.
Pelemahan rupiah juga masih dibarengi oleh aksi
jual hebat di IHSG serta SUN. Dana asing juga terlihat lebih banyak
melakukan aksi jual dibandingkan aksi beli.
Riset Samuel
Sekuritas Indonesia melihat adanya intervensi Bank Indonesia baik di
pasar valas maupun pasar SUN dengan jumlah yang semakin besar dari hari
ke hari. Walapun dikatakan jika dibandingkan total perdagangan besaran
intervensi itu masih sangat terbatas.
"Hari ini rupiah masih
akan tertekan terhadap dollar AS menyusul indeks dollar AS yang naik
tajam," demikian Riset Samuel Sekuritas Indonesia pagi ini.
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/







0 komentar:
Posting Komentar