Selasa, 01 September 2020

PT Rifan - Beredar Kabar Zoom Menjual Data Penggunanya ke Dark Web


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Aplikasi Zoom saat ini menjadi salah satu aplikasi andalan dalam berkomunikasi dengan rekan kerja. 

Bahkan aplikasi zoom sudah banyak diterapkan untuk membuat acara webinar atau talkshow online yang melibatkan banyak partisipan.

Namun sempat beredar kabar miring jika aplikasi ini  tidak memiliki keamanan data yang kuat bagi penggunanya, sehingga bisa dijadikan celah oleh para peretas untuk melakukan pencurian data.

Belakangan ini juga telah beredar kabar yang mengklaim bahwa aplikasi Zoom telah menjual data pribadi ke Facebook dan dark web, bahkan pemilik dari aplikasi Zoom telah meminta maaf.

Namun setelah ditelusuri, kabar yang beredar tersebut merupakan informasi hoaks.

BACA JUGA : PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Update Harga Emas Batangan Galeri 24 Hari Ini Selasa 1 September 2020, Rp.1.046.000 per Gram

Dilansir oleh  Pikiranrakyat-Cianjur.com dari akun instagram Jabar Saber Hoaks pada Kamis, 30 Juli 2020, terdapat keterangan dan fakta sebenarnya untuk meluruskan informasi hoaks tersebut.

Faktanya, Chief Legal Officer aplikasi Zoom, Aparna Bawa, mengklaim bahwa pihaknya tidak melakukan aktivitas ilegal, termasuk penjualan data pribadi.

Ia menyebut, pihak perusahannya hanya mendapatkan data pengguna ketika mereka ingin bermitra dengan Zoom ataupun menghubungi langsung perusahaan.

Sementara itu mengutip dari pernyataan Eric S Yuan seorang pendiri atau CEO Zoom yang dirilis melalui laman blog.zoom.us pada 1 April 2020, pihaknya telah melakukan berbagai perbaikan.

Sebagai langkah untuk menghadang munculnya insiden pelecehan alias zoombombing di platformnya, pada 27 Maret 2020 pihaknya telah mengambil tindakan untuk menghapus Facebook SDK di klien iOS-nya.

Zoombombing adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan aksi penyusupan di tengah telekonferensi yang dilakukan lewat aplikasi Zoom.

Penyusup, biasanya membagikan konten tidak senonoh atau bernada ancaman kepada peserta telekonferensi.

Tak hanya itu, Eric juga telah mengkonfigurasi ulang untuk mencegah pengumpulan informasi perangkat yang tidak perlu dari para pengguna Zoom.

Untuk meningkatkan keamanan, Eric juga telah memperbarui kebijakan privasi, agar lebih jelas dan transparan tentang data apa yang kami kumpulkan dan bagaimana data itu digunakan.

Eric pun mengklarifikasi, bahwa Zoom sama sekali tidak pernah menjual data penggunanya, baik data pengguna di masa lalu ataupun data pengguna yang sekarang. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ada niat untuk menjual data ke platform lain termasuk dark web.


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Why

0 komentar:

Posting Komentar