PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Kami mencermati pasangan mata uang GBP/USD bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, seiring dominasi dolar Amerika Serikat yang masih bertahan kuat di pasar global. Pound sterling gagal membangun momentum lanjutan, meskipun tekanan jual tidak berkembang agresif. Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi utama Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya. Pergerakan harga yang relatif sempit menunjukkan pasar berada dalam fase konsolidasi, di mana kekuatan fundamental dolar masih menjadi faktor dominan sementara pound sterling kekurangan katalis positif jangka pendek.
Dolar AS tetap berada pada posisi unggul berkat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Kami menilai pasar masih memperhitungkan risiko inflasi yang persisten di Amerika Serikat, sehingga peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat menjadi terbatas. Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi terus menarik arus modal global, memperkuat indeks dolar dan menekan mata uang utama lainnya, termasuk pound sterling. Selama ekspektasi suku bunga tinggi bertahan, dolar cenderung tetap menjadi aset favorit.
Pound Sterling Kehilangan Daya Dorong Fundamental
Dari sisi Inggris, pound sterling menghadapi tekanan struktural akibat ketidakpastian prospek pertumbuhan ekonomi. Kami mengamati bahwa data ekonomi Inggris belum memberikan sinyal pemulihan yang cukup kuat untuk menyaingi kekuatan dolar. Selain itu, kebijakan Bank of England yang cenderung berhati-hati menambah beban bagi pound. Pasar menilai ruang pengetatan lanjutan relatif terbatas, sementara risiko perlambatan ekonomi tetap membayangi.
Fokus Pasar pada Data Ekonomi Amerika Serikat
Arah selanjutnya pasangan GBP/USD sangat bergantung pada data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis. Kami menilai beberapa indikator utama menjadi perhatian pasar:
Data Inflasi AS
Angka inflasi akan menjadi penentu utama arah kebijakan The Fed. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar lebih lanjut.
Data Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja yang solid memperkuat narasi ekonomi AS yang tangguh, sekaligus mendukung sikap hawkish bank sentral.
Data Aktivitas Manufaktur dan Jasa
Indikator ini memberikan gambaran kekuatan ekonomi riil, yang berdampak langsung pada sentimen risiko global. Seluruh data tersebut berpotensi memicu volatilitas signifikan pada pasangan GBP/USD.
Analisis Teknikal GBP/USD: Konsolidasi dalam Zona Kritis
Secara teknikal, kami melihat GBP/USD bergerak dalam rentang support dan resistance yang jelas. Kegagalan menembus resistance utama mengindikasikan lemahnya tekanan beli, sementara support masih mampu menahan penurunan lebih dalam. Level teknikal penting yang kami perhatikan:
- Resistance utama: area psikologis yang menjadi penghalang reli lanjutan
- Support kunci: zona penahan tekanan jual jangka pendek
- Indikator momentum: cenderung netral hingga negatif, menegaskan fase konsolidasi
Selama harga bertahan di bawah resistance, risiko pelemahan tetap terbuka.
Sentimen Global dan Dampaknya terhadap GBP/USD
Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan fluktuasi pasar saham global turut memengaruhi pergerakan mata uang. Dalam kondisi ketidakpastian, dolar AS cenderung diuntungkan sebagai aset safe haven, sementara pound sterling kurang diminati. Kami menilai bahwa perubahan signifikan pada sentimen risiko global dapat menjadi pemicu pergerakan tajam, terutama jika dibarengi data ekonomi yang mengejutkan.
Proyeksi Arah GBP/USD Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, kami memandang GBP/USD berpotensi tetap bergerak sideways dengan bias melemah, selama dolar AS mempertahankan kekuatannya. Sinyal pembalikan arah baru akan lebih valid jika didukung perubahan ekspektasi kebijakan moneter atau data ekonomi yang kontras. Pasar diperkirakan menahan posisi besar hingga kejelasan arah kebijakan The Fed semakin terlihat.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Glh
Sumber : NewsMaker







0 komentar:
Posting Komentar