Rabu, 18 Februari 2026

CPI dan Dampaknya terhadap Harga Perak Global

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga perak (silver) global kembali menghadapi tekanan serius setelah gagal mempertahankan momentum penguatan sebelumnya. Di tengah ketidakpastian makroekonomi, data Consumer Price Index (CPI) menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan selanjutnya. Pasar kini bersiap menghadapi volatilitas lanjutan seiring ekspektasi kebijakan suku bunga yang semakin sensitif terhadap angka inflasi. Perak, sebagai aset safe haven sekaligus logam industri, memiliki karakter unik. Ketika inflasi meningkat dan mendorong bank sentral bersikap hawkish, yield obligasi naik dan dolar AS menguat. Kombinasi ini menciptakan tekanan signifikan terhadap harga logam mulia, termasuk perak.


Data CPI dari Bureau of Labor Statistics menjadi fokus utama pelaku pasar. Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi akan memperkuat peluang pengetatan moneter lanjutan oleh Federal Reserve. Dampaknya langsung terasa pada:

  • Penguatan dolar AS
  • Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah
  • Tekanan jual pada logam mulia

Sebaliknya, CPI yang melandai membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan dan berpotensi menjadi katalis rebound perak.

Struktur Teknikal Silver: Sinyal Pelemahan Berlanjut

Secara teknikal, harga silver menunjukkan pola pelemahan yang konsisten. Breakdown dari level support kunci memperkuat risiko penurunan lanjutan.

Level Penting yang Harus Diperhatikan:

  • Resistance kuat: Area supply jangka pendek yang gagal ditembus
  • Support utama: Zona psikologis yang menjadi penentu tren menengah
  • Breakdown support: Konfirmasi potensi bearish lanjutan

Indikator teknikal seperti RSI dan MACD mengindikasikan momentum negatif masih dominan. Volume perdagangan juga menunjukkan tekanan distribusi lebih besar dibanding akumulasi.

Faktor Fundamental Tambahan yang Membebani Perak

Selain CPI, terdapat beberapa faktor lain yang menambah tekanan:

1. Permintaan Industri Melambat

Perak memiliki porsi besar dalam sektor industri, termasuk elektronik dan energi surya. Perlambatan manufaktur global menekan permintaan fisik.

2. Arus Modal ke Aset Berimbal Hasil

Kenaikan suku bunga mendorong investor beralih ke instrumen berbasis yield, mengurangi daya tarik perak yang tidak memberikan imbal hasil.

3. Sentimen Risiko Global

Perbaikan sentimen risiko mengurangi kebutuhan lindung nilai terhadap aset safe haven.

Skenario Pergerakan Silver ke Depan

Skenario Bearish (CPI Tinggi)

  • Dolar menguat tajam
  • Yield obligasi melonjak
  • Silver berpotensi menembus support kunci
  • Target penurunan ke level teknikal berikutnya

Skenario Bullish (CPI Melandai)

  • Dolar melemah
  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga meningkat
  • Short covering terjadi
  • Silver rebound menuju resistance terdekat

Strategi Menghadapi Volatilitas Silver

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan disiplin menjadi kunci:

  • Fokus pada level teknikal utama
  • Perhatikan jadwal rilis CPI
  • Gunakan manajemen risiko ketat
  • Hindari overexposure menjelang data inflasi

 

Sumber : NewsMaker

0 komentar:

Posting Komentar