Jumat, 19 September 2025

Harga Emas Dunia Kembali Tertekan

 

PT Rifan Financindo Berjangka  - Harga emas dunia kembali tertekan setelah Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat memberikan sinyal kehati-hatian terhadap kebijakan suku bunga. Logam mulia yang sebelumnya sempat menguat karena pelemahan dolar kini menghadapi tekanan baru akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter. Pada perdagangan terbaru, harga emas spot turun di bawah level psikologis penting, mencatat pelemahan harian signifikan. Kontrak emas berjangka di Comex New York juga mengalami penurunan serupa seiring dengan meningkatnya imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun.

Faktor Tekanan: Suku Bunga dan Dolar AS

The Fed menegaskan bahwa meskipun inflasi mulai menunjukkan tanda penurunan, jalur pemangkasan suku bunga tetap akan dilakukan dengan hati-hati. Hal ini memicu penguatan imbal hasil obligasi, sehingga menekan minat investor terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas. Selain itu, indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama, memperburuk tekanan pada emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, mengurangi permintaan fisik global.

Dampak pada Investor dan Pasar Asia

Investor di Asia, termasuk Indonesia, mencermati perkembangan ini dengan saksama. Permintaan emas di pasar Asia biasanya meningkat saat terjadi ketidakpastian global. Namun, sentimen hati-hati dari The Fed membuat sebagian investor mengalihkan portofolio mereka ke aset berisiko rendah seperti obligasi pemerintah AS. Di India dan China, dua pasar konsumen emas terbesar, harga lokal juga mengalami volatilitas akibat fluktuasi nilai tukar dan dinamika pasar global.

Prospek Jangka Pendek Harga Emas

Dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan menghadapi tekanan jika The Fed tetap mempertahankan retorika ketat terhadap inflasi. Namun, peluang pemulihan tetap terbuka jika data ekonomi AS menunjukkan pelemahan lebih lanjut, sehingga memperbesar kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih cepat.

PT Rifan Financindo Berjangka  - Glh

Sumber : NewsMaker

0 komentar:

Posting Komentar