PT Rifan Financindo Berjangka -Dolar Amerika Serikat terus menguat menjelang pertemuan tahunan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming, yang menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Investor menilai bahwa pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) akan memberikan sinyal lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.
Dolar AS Mendapat Dukungan dari Ekspektasi Pasar
Kenaikan dolar didorong oleh meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring dengan ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan lebih lama guna menekan inflasi yang masih berada di atas target 2%.
Pergerakan dolar tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan The Fed, tetapi juga oleh perkembangan global, antara lain:
- Lemahnya permintaan dari Tiongkok yang menekan harga komoditas dunia.
- Pelemahan euro dan yen akibat kebijakan moneter longgar di Eropa dan Jepang.
- Ketidakpastian geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah, yang mendorong dolar sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Kombinasi faktor-faktor tersebut menambah kekuatan dolar di pasar mata uang internasional.
The Fed dan Proyeksi Kebijakan Suku Bunga
Para analis menilai bahwa Jerome Powell, Ketua The Fed, kemungkinan besar akan tetap berhati-hati dalam memberikan sinyal kebijakan. Meski inflasi mulai menunjukkan tren melandai, pasar tenaga kerja AS yang kuat memberi ruang bagi The Fed untuk tidak terburu-buru memangkas suku bunga. Skenario yang mungkin muncul dari pidato Powell di Jackson Hole:
- Hawkish Moderat: Suku bunga dipertahankan lebih lama, dengan penekanan pada risiko inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.
- Dovish Terukur: Indikasi pemangkasan suku bunga pada 2025 jika data inflasi terus konsisten menurun.
- Netral: Menyampaikan kesiapan menghadapi data terbaru tanpa memberikan arah pasti, sehingga pasar tetap waspada.
Reaksi Pasar Saham, Obligasi, dan Mata Uang
Pergerakan dolar memberikan efek domino pada instrumen keuangan global:
- Pasar Saham AS: Cenderung terkoreksi karena biaya pinjaman tetap tinggi.
- Obligasi AS: Imbal hasil tenor 10 tahun bergerak naik, menekan harga obligasi.
- Mata Uang Global: Yen Jepang dan euro melemah terhadap dolar, sementara mata uang pasar berkembang menghadapi tekanan keluar modal.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh
Sumber : NewsMaker






0 komentar:
Posting Komentar