Jumat, 08 Agustus 2025

Prospek Jangka Pendek dan Menengah untuk Harga Emas

 


PT Rifan Financindo Berjangka -  Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya, khususnya Tiongkok, terus memberikan tekanan terhadap sentimen pasar global. Dalam konteks ini, harga emas dunia menunjukkan pergerakan stabil karena investor beralih ke aset safe haven guna mengantisipasi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Konflik perdagangan yang semakin memanas berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Hal ini mendorong pelaku pasar untuk mengamankan portofolio mereka dengan menempatkan dana pada instrumen seperti emas, yang dikenal sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi dan inflasi.

Pergerakan Harga Emas Dunia: Tren dan Faktor Penggerak

Berdasarkan data terbaru dari pasar komoditas internasional, harga spot emas bergerak stabil di kisaran USD 2.030 hingga USD 2.045 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka di bursa COMEX mengalami sedikit penguatan, naik sekitar 0,2% menjadi USD 2.037 per ons. Faktor-faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas saat ini meliputi:

  • Ketegangan Perdagangan AS-Tiongkok: Sanksi ekonomi, tarif impor baru, dan pembatasan ekspor teknologi terus menciptakan ketidakpastian.
  • Kebijakan Suku Bunga The Fed: Ekspektasi pelonggaran moneter memperkuat daya tarik emas sebagai aset non-yielding.
  • Pergerakan Dolar AS: Dolar yang lebih lemah mendukung penguatan harga emas karena membuat logam mulia ini lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
  • Permintaan Fisik Global: Negara-negara seperti India dan Tiongkok mencatatkan peningkatan permintaan emas fisik menjelang musim perayaan dan pernikahan.

Komentar Pasar: Pelaku Investasi Fokus pada Data Ekonomi AS

Investor kini memfokuskan perhatian pada rilis data ekonomi utama dari AS, seperti:

  • Indeks Harga Konsumen (CPI)
  • Tingkat Pengangguran
  • Pertumbuhan GDP Kuartalan
  • Laporan Penjualan Ritel

Data-data ini akan memberi petunjuk terkait langkah Federal Reserve selanjutnya. Jika data menunjukkan pelambatan ekonomi, maka kemungkinan penurunan suku bunga akan semakin besar, yang dapat mendorong harga emas lebih tinggi.


Dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan akan tetap bergerak dalam kisaran sempit dengan kecenderungan bullish. Investor dan trader akan menanti keputusan kebijakan The Fed pada FOMC mendatang sebagai penentu arah pasar selanjutnya. Sementara itu, dalam jangka menengah, arah harga emas akan sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, kebijakan moneter global, serta sentimen investor terhadap risiko makroekonomi.

Strategi Investasi Emas di Tengah Ketidakpastian

Kami merekomendasikan pendekatan diversifikasi aset dengan alokasi sebagian portofolio ke instrumen emas, baik dalam bentuk fisik, reksa dana emas, maupun ETF berbasis logam mulia. Beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan:

  • Buy on Dip: Memanfaatkan koreksi harga untuk akumulasi.
  • Trailing Stop: Mengunci keuntungan saat tren naik berlangsung.
  • Hedging: Menggunakan emas sebagai perlindungan terhadap risiko inflasi dan depresiasi mata uang.

PT Rifan Financindo Berjangka - Glh

Sumber : NewsMaker

0 komentar:

Posting Komentar