Jumat, 01 Agustus 2025

Revisi KORUS FTA: Penyesuaian Tarif Otomotif dan Ekspor Baja

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Amerika Serikat dan Korea Selatan resmi menyepakati perjanjian perdagangan yang diperbarui, menandai momen penting dalam hubungan bilateral ekonomi dan strategi global. Presiden AS saat itu, Donald Trump, mengumumkan penyelesaian negosiasi yang memodifikasi ketentuan dalam Perjanjian Perdagangan Bebas Korea Selatan-AS (KORUS FTA), memberikan keuntungan strategis bagi kedua negara di tengah dinamika perdagangan internasional yang semakin kompleks.

Salah satu poin krusial dalam revisi ini adalah terkait ekspor kendaraan dan baja:

  • Korea Selatan setuju untuk meningkatkan kuota ekspor baja ke AS menjadi 70% dari rata-rata tahunan 2015–2017, dengan pengenaan tarif 25%.
  • AS berhasil memperpanjang durasi tarif 25% untuk kendaraan impor dari Korea Selatan selama 20 tahun.
  • Peningkatan standar keselamatan otomotif AS juga disetujui oleh Korea Selatan untuk diadopsi secara lebih fleksibel oleh produsen mobil Korea.

Perlindungan Kekayaan Intelektual dan Persaingan Teknologi

Perjanjian juga mencakup ketentuan perlindungan kekayaan intelektual dan teknologi informasi, mencerminkan dorongan AS untuk memperkuat posisi perusahaan teknologi domestik dalam menghadapi kompetitor Asia.

Dampak Ekonomi Bagi Amerika Serikat

Penguatan Industri Otomotif dan Baja Domestik

Perjanjian ini memberikan perlindungan tambahan bagi industri otomotif dan baja AS yang selama ini mengalami tekanan dari impor murah. Dengan pengetatan kuota dan penambahan tarif, produsen dalam negeri memperoleh ruang untuk tumbuh tanpa kompetisi yang berlebihan.

Peningkatan Daya Saing Ekspor AS

Revisi perjanjian mendorong pembukaan pasar Korea Selatan yang lebih luas untuk produk pertanian dan layanan keuangan AS. Ini berarti peluang baru bagi eksportir AS untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Keuntungan Strategis Korea Selatan

Jaminan Stabilitas Perdagangan Dengan Mitra Utama

Dengan mempertahankan hubungan dagang yang kuat dengan AS, Korea Selatan mendapatkan kestabilan dalam rantai pasok dan ekspor, terutama untuk sektor otomotif, baja, dan elektronik.

Penguatan Aliansi Politik dan Pertahanan

Perjanjian ini tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga memperkuat aliansi pertahanan strategis kedua negara, terutama di tengah ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea.

Dampak Terhadap Perdagangan Global dan Asia Pasifik

Perjanjian ini menciptakan preseden bagi negosiasi ulang perjanjian dagang lain di kawasan Asia Pasifik. Banyak negara mulai menilai kembali ketergantungan pada pasar ekspor tunggal dan memperkuat diversifikasi mitra dagang.

Tanggapan Pasar dan Proyeksi Ekonomi

Respon Pasar Saham dan Valuta

Pengumuman perjanjian tersebut disambut positif oleh pasar saham di kedua negara. Nilai tukar won Korea menguat terhadap dolar AS, mencerminkan keyakinan investor terhadap kestabilan ekonomi domestik Korea Selatan.

Proyeksi Jangka Menengah

Dalam 3–5 tahun ke depan, analis memperkirakan:

  • Peningkatan PDB AS sebesar 0,2% dari sektor ekspor manufaktur dan pertanian.
  • Pertumbuhan ekspor Korsel tetap stabil di tengah penurunan permintaan global.
  • Terjadinya peningkatan investasi bilateral lintas sektor seperti energi, teknologi, dan infrastruktur digital.

Analisis Risiko dan Tantangan

Potensi Friksi Dengan Mitra Dagang Lain

AS menghadapi risiko pembalasan dari negara lain yang merasa dirugikan oleh pendekatan bilateral yang agresif. Ini berpotensi memicu sengketa dagang di WTO.

Ketergantungan Korsel pada Pasar AS

Korea Selatan juga menghadapi tantangan strategis karena semakin tergantung pada pasar AS. Diversifikasi ekspor menjadi penting untuk mengurangi risiko geopolitik.

PT Rifan Financindo Berjangka - Glh

Sumber : NewsMaker

0 komentar:

Posting Komentar