PT Rifan Financindo Berjangka - Kondisi terkini menunjukkan bahwa dolar AS mengalami tekanan pelemahan. Hal ini utamanya dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan kebijakan moneter tahun ini. Data pekerjaan yang melambat dan sinyal inflasi yang agak terkendali telah memicu penyesuaian dalam prediksi pelaku pasar. (Reuters)
1. Kelemahan Pasar Tenaga Kerja AS
- Klaim pengangguran (“jobless claims”) meningkat secara signifikan—merupakan level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. (Reuters)
- Angka tenaga kerja nonfarm payroll dan revisi data pekerjaan menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah dari prakiraan sebelumnya. (Reuters)
2. Inflasi yang Mulai Terlihat Lebih Terkendali
- Indeks Harga Konsumen (CPI) AS menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari ekspektasi di beberapa sektor, khususnya dalam aspek inti (core inflation). (Reuters)
- Data harga produsen (PPI) juga melemah, memperkuat asumsi bahwa tekanan inflasi mungkin mulai mereda. (Indo Premier)
3. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Pasar kini hampir yakin The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan berikutnya. Beberapa data:
- Survei Reuters menunjukkan hampir semua ekonom (107 responden) memperkirakan pemangkasan ini akan dilakukan pada tanggal 16–17 September. (Reuters)
- Alat pemantau seperti CME FedWatch menempatkan probabilitas pemangkasan 25 bps pada level sangat tinggi. (Indo Premier)
- Beberapa bank dan lembaga keuangan juga mulai menempatkan prediksi tambahan pemangkasan di bulan-bulan akhir tahun (misalnya Desember) jika data ekonomi tetap menunjukkan kelemahan. (Reuters)
Dampak Pada Pasar Keuangan Global dan Mata Uang Negara Berkembang
Pengaruh Terhadap Dolar AS dan Indeks Dolar (DXY)
- Faktor permintaan investor terhadap aset safe haven melemah karena prospek penurunan suku bunga, yang membuat dolar kurang menarik dibanding sebelumnya. (Reuters)
- Yield obligasi jangka pendek di AS diperkirakan turun, yang akan memperlemah spread suku bunga antara AS dan negara lain. (Reuters)
Reaksi Mata Uang Negara Berkembang, Termasuk Rupiah
- Rupiah menguat tipis terhadap dolar, menuju kisaran Rp 16.461 per USD, terdorong oleh ekspektasi pemangkasan 25 bps oleh The Fed. (Indo Premier)
- Uang negara-negara emerging market lainnya juga memperoleh keuntungan dari arus modal yang keluar dari AS, karena investor mencari return yang lebih baik di pasar dengan risiko lebih besar tetapi kesempatan apresiasi mata uang.
Implikasi di Pasar Ekuitas dan Obligasi
- Indeks saham global naik—termasuk Asia—didukung optimisme bahwa suku bunga akan turun dan biaya pendanaan akan lebih ringan. (Reuters)
- Yield obligasi AS jangka pendek cenderung turun, sementara kurva imbal hasil (yield curve) diperkirakan melebar jika pemangkasan suku bunga benar-benar dilakukan, mencerminkan ketidakpastian jangka panjang. (Reuters)
Risiko dan Hambatan yang Perlu Diwaspadai
| Risiko | Penjelasan |
|---|---|
| Inflasi yang Menolak Turun | Jika inflasi tetap tinggi—terutama di sektor jasa—The Fed mungkin menahan pemangkasan atau bahkan menaikkan suku bunga. |
| Kekhawatiran Ekonomi Global | Krisis di luar AS (misalnya ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok) bisa memicu arus safe haven kembali ke dolar. |
| Ketidakpastian Kebijakan Moneter dan Politik AS | Intervensi atau pernyataan pejabat The Fed atau pemerintah yang tak terduga bisa menggoyahkan ekspektasi pasar. |
| Reaksi Pasar Lebih Agresif Jika Pemangkasan 50 bps Terlalu Dinanti | Meski beberapa lembaga memperkirakan kemungkinan pemangkasan 50 bps, pasar umumnya memperkirakan 25 bps. Perbedaan ekspektasi bisa memicu volatilitas. (Reuters) |
Proyeksi & Kesimpulan
- Kami memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak 25 bps pada pertemuan kebijakan 16–17 September 2025. (Reuters)
- Pasar kemungkinan akan melihat minimal satu hingga dua pemangkasan tambahan sebelum akhir tahun, tergantung pada data tenaga kerja dan inflasi. (Reuters)
- Dolar AS cenderung melemah sedikit lebih lanjut jika sinyal inflasi tetap positif dan data tenaga kerja terus menunjukkan kelemahan.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh
Sumber : NewsMaker






0 komentar:
Posting Komentar