Senin, 29 September 2025

Harga Emas Spot (XAU/USD) Tercatat Naik

 

PT Rifan Financindo Berjangka  - Harga emas kembali menunjukkan penguatan moderat pada sesi Asia hari Jumat (26/9), di tengah antisipasi pasar terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi kunci arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pergerakan ini mencerminkan ketegangan investor antara optimisme pemangkasan suku bunga lanjutan dan kehati-hatian terhadap data ekonomi terbaru.


Emas Bergerak di Kisaran $3.740 - $3.750 di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Harga emas spot (XAU/USD) tercatat naik menuju kisaran $3.740 - $3.750 per ons pada perdagangan pagi ini. Kenaikan tersebut didorong oleh:

  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed setelah keputusan penurunan 25 basis poin pada pertemuan September ke kisaran 4,00%–4,25%.
  • Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat, meningkatkan permintaan terhadap aset aman seperti emas.
  • Ketidakpastian ekonomi pasca-tarif impor baru yang memicu fluktuasi harga barang.

Kondisi ini menempatkan emas kembali dalam radar investor sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan volatilitas pasar.


Fokus Utama Pasar: Data Inflasi PCE AS Bulan Agustus

Pasar kini menanti dengan seksama publikasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index — indikator inflasi favorit The Fed — untuk bulan Agustus yang akan dirilis malam ini. Jika data menunjukkan pelambatan inflasi, hal ini dapat memperkuat peluang pemangkasan suku bunga tambahan di akhir tahun 2025. Sebaliknya, jika inflasi tetap kuat, The Fed kemungkinan akan mempertahankan pendekatan hati-hati, yang bisa menekan pergerakan emas dalam jangka pendek.


Komentar Hati-Hati dari Pejabat The Fed Membatasi Laju Kenaikan Emas

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa arah kebijakan moneter akan sangat bergantung pada data ekonomi berikutnya. Sementara Gubernur Fed Stephen Miran bahkan mengisyaratkan dukungan terhadap pemangkasan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin, dengan alasan bahwa inflasi mendekati target 2% jika pengaruh tarif sementara dikesampingkan. Namun, nada hati-hati yang diambil oleh sebagian besar pejabat Fed membuat pasar enggan melakukan pembelian agresif terhadap emas hingga ada kepastian lebih lanjut dari data PCE.


Hubungan Suku Bunga dan Harga Emas

Secara historis, terdapat korelasi negatif antara suku bunga dan harga emas. Saat suku bunga turun:

  • Biaya peluang memegang emas menurun
  • Daya tarik emas sebagai aset non-yielding meningkat
  • Permintaan fisik dan investasi untuk emas cenderung naik

Sebaliknya, suku bunga tinggi sering menekan harga emas karena investor beralih ke aset dengan imbal hasil lebih menarik.



Analisis Teknis: Level Kunci XAU/USD

  • Support terdekat: $3.720
  • Support berikutnya: $3.700
  • Resistance utama: $3.760
  • Resistance lanjutan: $3.780

Jika data PCE melemah, potensi breakout di atas $3.760 akan terbuka, membuka ruang menuju retest level $3.800. Namun, jika data menunjukkan tekanan inflasi kuat, harga berisiko terkoreksi ke bawah $3.720.


Faktor Pendukung Emas Saat Ini

  1. Pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed
  2. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Asia Timur
  3. Permintaan fisik yang kuat dari Asia, terutama India dan Tiongkok
  4. Pelemahan dolar AS karena ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter

Prospek Jangka Pendek dan Menengah

Dalam jangka pendek, arah harga emas akan sangat bergantung pada hasil data inflasi PCE. Jika data mendukung ekspektasi pelonggaran kebijakan, emas berpotensi menembus $3.800 dan melanjutkan tren naiknya. Sedangkan dalam jangka menengah hingga akhir 2025, kami memperkirakan tren bullish emas akan tetap terjaga seiring:

  • Penurunan bertahap suku bunga
  • Tekanan geopolitik
  • Arus investasi ke aset safe haven

PT Rifan Financindo Berjangka  - Glh

Sumber : NewsMaker

0 komentar:

Posting Komentar