PT Rifan Financindo Berjangka -Harga perak global kembali menguat signifikan, menembus level $46,52 per troy ounce dalam sesi perdagangan Asia pada Senin (29 September 2025). Kenaikan ini memperpanjang reli kuat setelah perak berhasil melampaui ambang psikologis $45 minggu lalu—level tertinggi sejak 2011.
Permintaan investor terhadap logam mulia ini meningkat tajam, sementara pasokan fisik di pasar semakin langka. Kombinasi kedua faktor ini menciptakan tekanan besar pada harga, menjadikannya salah satu komoditas paling diminati saat ini.
Ketatnya Pasokan: Stok Fisik di London Menyusut Drastis
Data terbaru menunjukkan bahwa investor global terus membeli perak melalui Exchange-Traded Funds (ETF). Lonjakan pembelian ini menyebabkan stok bullion di pusat penyimpanan utama seperti London Bullion Market menyusut tajam. Bahkan, tingkat sewa perak jangka pendek (lease rate) kini melonjak di atas 5%, padahal biasanya mendekati 0%.
Situasi ini menandakan bahwa pasar fisik perak mengalami kekeringan yang serius. Para pelaku pasar berlomba mengamankan suplai, memperketat ketersediaan, dan mendorong harga lebih tinggi.
Faktor Makroekonomi: Harapan Penurunan Suku Bunga Dorong Euforia
Kondisi pasar perak saat ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed). Jika data ekonomi AS melemah—terutama data ketenagakerjaan yang tertunda akibat ancaman government shutdown—The Fed kemungkinan akan mengambil sikap dovish dengan menurunkan suku bunga.
Penurunan suku bunga akan menekan imbal hasil riil (real yield), menjadikan logam mulia seperti emas dan perak lebih menarik bagi investor sebagai aset lindung nilai.
Permintaan Industri: Pendorong Fundamental Penguatan Harga
Selain aspek investasi, permintaan industri menjadi faktor fundamental lain di balik reli harga perak. Sektor-sektor utama yang menyerap konsumsi perak antara lain:
- Panel surya (solar panel) – didorong oleh percepatan transisi energi bersih.
- Semikonduktor – kebutuhan meningkat untuk perangkat elektronik dan AI.
- Kendaraan listrik (EV) – penggunaan perak dalam baterai dan komponen kelistrikan.
Sementara itu, produksi tambang perak global tidak menunjukkan kenaikan signifikan, menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Dampak Terhadap Pasar Global dan Portofolio Investor
Kenaikan harga perak ini memberikan sejumlah implikasi bagi pasar keuangan global:
- Investor institusional menambah eksposur pada ETF perak dan kontrak berjangka.
- Perusahaan manufaktur menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
- Negara produsen perak seperti Meksiko, Peru, dan Tiongkok mendapat keuntungan dari ekspor.
Bagi investor individu, kondisi ini menandakan momen strategis untuk diversifikasi portofolio, khususnya melalui aset lindung nilai berbasis komoditas.
Prospek ke Depan: Potensi Koreksi dan Arah Jangka Panjang
Analis memperkirakan bahwa harga perak berpotensi mengalami koreksi teknikal jangka pendek akibat aksi ambil untung, namun tren jangka panjang masih menunjukkan arah bullish.
Faktor-faktor pendukung:
- Kebijakan moneter longgar di AS dan Eropa.
- Permintaan industri berkelanjutan seiring transisi energi global.
- Keterbatasan produksi tambang yang sulit ditingkatkan dalam waktu singkat.
Dengan kondisi tersebut, perak diproyeksikan tetap menjadi aset menarik baik sebagai lindung nilai inflasi maupun diversifikasi portofolio.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh
Sumber : NewsMaker







0 komentar:
Posting Komentar