PT Rifan Financindo Berjangka - Pasar saham Asia mencatat lonjakan signifikan pada Senin (6 Oktober 2025), dipimpin oleh Nikkei 225 Jepang yang naik lebih dari 4% setelah Sanae Takaichi, tokoh pro-stimulus, terpilih sebagai Perdana Menteri baru.
Perubahan politik ini memicu kepercayaan investor terhadap kebijakan ekspansif yang dapat mendorong pemulihan ekonomi dan mendorong indeks MSCI Asia mencetak rekor tertinggi.
Di sisi mata uang, yen Jepang melemah tajam terhadap dolar AS, mendekati level psikologis 150/USD, karena pasar menilai Bank of Japan (BoJ) mungkin akan menunda kenaikan suku bunga.
Kelemahan yen ini menjadi katalis bagi kenaikan saham eksportir besar seperti Toyota dan Sony, yang diuntungkan dari kurs yang lebih lemah.
Emas Sentuh Rekor Baru di Atas $3.900/Ounce
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi baru, menembus level $3.900 per ounce, ditopang oleh ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pelonggaran moneter di berbagai negara.
Investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah shutdown pemerintahan AS dan ketidakpastian fiskal di Eropa.
Bitcoin Stabil, Menunjukkan Sentimen Risiko yang Kuat
Selain emas, Bitcoin bertahan di dekat puncaknya, mencerminkan optimisme investor terhadap aset berisiko tinggi, terutama setelah laporan pendapatan positif dari Hon Hai Precision (mitra Nvidia) yang naik 11% berkat permintaan infrastruktur AI.
Harga Minyak Naik Setelah Kesepakatan OPEC+
Di pasar komoditas lain, harga minyak naik setelah OPEC+ sepakat menghidupkan kembali pasokan yang sempat dihentikan. Langkah hati-hati ini memberi dukungan pada pasar energi global di tengah prospek permintaan yang membaik.
Ketidakpastian di AS: Shutdown, Data Ekonomi Tertunda, dan Prospek Pemangkasan Suku Bunga
Shutdown pemerintahan AS menyebabkan penundaan publikasi data ketenagakerjaan, yang krusial bagi arah kebijakan Federal Reserve.
Meski demikian, futures pasar menunjukkan ekspektasi pemangkasan suku bunga lagi pada Oktober 2025.
Namun, analis memperingatkan bahwa shutdown berkepanjangan dapat meningkatkan volatilitas pasar dan menghambat reli saham global.
Ketegangan Politik Eropa Tekan Euro
Di Eropa, stabilitas politik terguncang setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mempertahankan sebagian besar kabinet lama. Hal ini memicu ketidakpuasan oposisi dan menekan euro terhadap dolar AS.
Menteri Keuangan baru, Roland Lescure, menghadapi tantangan besar dalam mengesahkan anggaran nasional di parlemen yang terpecah.
Implikasi Pasar Global
Kombinasi faktor-faktor seperti:
- Stimulus fiskal Jepang,
- Kelemahan yen,
- Kebijakan moneter longgar global, dan
- Ketidakpastian politik AS dan Eropa,
menciptakan landskap pasar global yang kompleks. Investor kini menyeimbangkan ekspektasi antara pertumbuhan ekonomi dan risiko geopolitik.
Prospek Ke Depan
Kami memperkirakan volatilitas tetap tinggi dalam jangka pendek, terutama menjelang keputusan BoJ dan The Fed.
Pasar Asia berpotensi tetap kuat, didukung oleh optimisme domestik Jepang dan arus modal asing yang mencari peluang di kawasan dengan prospek pertumbuhan positif.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh
Sumber : NewsMaker







0 komentar:
Posting Komentar